
"Bukan, maksud ku Tuan 2 Bau sekaligus." Sanggah Lisa
"Sudah, sudah lupakan tentang ini, apakah diantara kalian ada yang bisa memasak. Aku lapar." Potong Raja Noir
"Aku juga lapar." Sambung Raja Erza.
"Laki-laki memang tidak bisa diharapkan." Ucap mereka.
"Ayah ku memalukan."gumam Vear sambil membuang nafas panjang
_________________________________
Terlihat di sebuah ruangan di mana para Iblis sedang berkumpul.
"Kalian bisa tenang? Mammon telah mati dan Asmodeus juga telah berkhianat dan bagaimana kalian bisa seribut ini."
"Biarkan saja, yang satu berkhianat dan yang satu mati karena kesalahannya sendiri. Lupakan mereka berdua, walau hanya berlima dan di bantu oleh Tuan, bukan kah mudah untuk kita memusnahkan seluruh Ras."
"Kau terlalu mengharapkan tuan, tuan saja baru bangkit dan kekuatan nya belum pulih seperti semula." Kata Lucifer
"Tidak kah kau menghormati nya? Dia seorang dewa yang dapat menghancurkan 1 kerajaan dengan kekuatan yang bahkan kurang dari seperempat dari kekuatan penuh nya."
"Iya iya lupakan. Saat ini perisai kerajaan telah aktif dan kita tidak bisa bergerak sekarang. Para pasukan yang berada di dalam sana juga sudah di habisi, aku yakin itu."
"Yah aku tak bisa membantah itu."
Kembali ke Ryouta yang sedang membahas strategi dengan para menteri di kerajaan Servámon untuk mempertahankan perisai tersebut dan juga mengatur pasukan.
Setelah pertemuan selesai Ryouta terpikir kan tentang melapisi perisai dengan sihir nya.
"Baiklah sepertinya sedikit tambahan sihir."
[Pentagon of Confinement]
__ADS_1
Setelah sihir terpasang, Ryouta mengerjapkan mata nya.
"Eh eh eh aku kira menggunakan sihir ini tidak sampai membuat ku pingsan-
Ya Ryouta pingsan karena tidak tahu batasan nya.
Pingsan nya Ryouta di sadari oleh Sina dan Lisa karena kontrak yang terjalin.
"Tuan pingsan." Kata Lisa dan di angguki oleh Sina.
[Teleport]
"Hei hei kemana mereka berdua?" Tanya Yuki
"Sebelum mereka pergi, mereka bilang tuan pingsan. Aku tidak yakin dengan itu tapi kata pingsan sangat jelas terdengar di telingaku" Kata Ratu kerajaan Pioggia
"Hah!? Apa!? Dimana?" Tanya Starla pada Yuki.
"Kenapa kau menanyakan pada ku!?. Telinga ku berdengung karena nya."
Kata kata itu keluar dari Iris yang sedang berdiri menatap Clara dengan wajah cemas.
"Tenang lah Iris, dia cuma pingsan seperti kata anak-anak itu. Mungkin dia kehabisan Mana. Mari kita lihat keluar."
"Tapi apa kau yakin dia benar-benar kehabisan Mana?"
"Tentu saja yakin, karena aku tau pria itu adalah orang yang kuat, namun sekuat apa pun seseorang jika kehabisan Mana maka dia akan pingsang."
"Tunggu apa lagi, bukan kah kau mengajak keluar tadi?"
"Kalian pergilah, kami akan melihat-lihat Bangunan ini lebih banyak."
"Baik."
__ADS_1
Sesampai nya diluar mereka terlihat terkejut.
"Apa? Sejak kapan ada dinding itu?"
"Bukan kah itu familiar? Itu seperti sihir milik Ryouta."
"Ya, dan tidak salah lagi, bayangkan berapa banyak Mana di habiskan untuk membuat pelindung tambahan sebesar itu yang cukup untuk melindungi 5 kerajaan." Jelas Clara
"Kakak tolong kami."
Teriakan dari sebuah suara anak kecil dibelakang mengejutkan mereka. Suara itu adalah Lisa dan Sina yang sedang mengangkat tubuh Ryouta. Yuki dan Starla berlari menghampiri Ryouta karena sangat khawatir.
Beberapa waktu berlalu, peperangan masih berlanjut dan Ryouta akhirnya tersadar. Saat bangun dari tempat tidur nya, Ryouta melihat seorang wanita tinggi yang mungkin dia kenali.
"Hana?"
"Ada apa keponakan kecil ku?"
"Sudah kuduga, apakah kau di panggil kesini?"
"Tidak, aku kesini bukan karena di panggil. Namun kakek yang menyuruh mencari dan menemui mu. Aku tidak tahu bagaimana kakek mengirim ku 6 bulan lalu tetapi saat tersadar aku sudah berada di kerajaan Pioggia." Jawab Hana
"Sebelum itu bisakah kau mengubah penampilan mu seperti semula."
"Ah, Baiklah."
"Lalu sekarang apa?"
"Ahh benar, aku terkejut dengan 2 budak mu, dia bisa sadar jika bau ku mirip sepertimu. Dimana kau mendapatkan nya?" Tanya Hana
"Aku tidak mendapatkan nya, yang terjadi adalah aku menyelematkan nya dan dia memutuskan untung mengikuti ku dan Sina, dia adalah anak naga yang di titipkan kepadaku."
"Seperti biasa Ryouta, kau sulit berbohong jika berbicara kepadaku. Aku tahu kau menganggap mereka orang penting di hidup mu, aku sadar saat melihat mereka semua mencemaskan mu disaat kau di bawa dengan keadaan pingsang."
__ADS_1
_________________________________