
"Jangan menggoda orang lain" *BUKK
"Aww..aku tak menggoda nya, aku hanya berterima kasih."
"Cih kau harus segera menutupi wajah mu itu."
___________________________________
Beberapa hari setelah kejadian itu, semua nya berjalan seperti biasa nya. Aku belum bisa keluar istana karena menyibukkan diri di dalam perpustakaan untuk mengetahui tentang dunia.
"Huh.. sungguh membosankan mungkin sesekali aku akan keluar, ahh mungkin mencari topeng juga meminta pandai besi untuk membuat kan senjata."
"Hm..Mungkin saja aku akan menjadi kan Katana sebagai senjata utama ku?"
Saat aku ingin berjalan keluar perpustakaan aku melihat Starla sedang menuju ke arah ku dengan wajah menunduk. Aku lalu menyapa nya dan melanjutkan perjalanan bersama nya.
"Nee..Ryouta kau ingin kemana?"
"Aku ingin berjalan - jalan keluar istana."
"Nee..nee.. boleh kah aku ikut?"
"Baiklah tapi temani aku ke suatu tempat."
"Memangnya kau mau kemana dulu?"
"Aku ingin ke tempat ayahmu untuk memberi tahu kan bahwa kau ingin keluar dari istana.?"
"Tidak tunggu! jangan katakan itu pada ayahku?"
Aku menghiraukan dan terus berjalan, sesaat aku sampai di ruangan raja aku mengetuk pintu nya.
"Tuan Ryouta, apa ada masalah yang terjadi?"
__ADS_1
Raja berdiri dengan senyum dan berbicara dengan ramah
"Begini aku ingin keluar dari istana untuk berjalan - jalan"
"Lalu untuk apa tuan Ryouta meminta ijin ke padaku?"
"Anak kecil ini ingin ikut dengan ku, bagaimana menurut anda"?
Aku menarik Starla yang ada dibelakang ku sedang bersembunyi. Raja yang melihat itu pun terkejut, karena anak nya yang terkenal pendiam dan jarang bersosialisasi sangat dekat dengan orang baru di kenalnya.
"Apakah ayah memperbolehkan aku?"
Ucapnya dengan sedikit memelas.
"Tapi kau harus dengan penjagaan ketat."
Starla menggeleng kan kepala.
"Siapa yang akan melindungi mu nanti anak ku!"
Bentak raja dengan nada sedikit naik. Aku pun tahu bagaimana perasaan orang tua yang takut dan khawatir dengan anak nya, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Tenang saja tuan Ryouta selaku guru sihir ku akan menjaga ku."
Ucap nya dengan senyuman khas nya.
"Eh tu..tunggu, sejak kapan?"
"Apakah itu benar tuan Ryouta?"
"Itu tid-"
Raja bertanya, tetapi saat aku ingin menjawabnya Starla memotong perkataan ku. Dan memelas kepada ku.
__ADS_1
"Huh.... benar yang mulia."
"Apa tuan Ryouta su..sudah bisa menggunakan sihir?"
"Benar yang mulia, hamba hanya menghabiskan waktu hamba di perpustakaan kerajaan dan dibantu juga oleh Starla."
"Baiklah aku akan mengijinkan nya dan untuk tuan Ryouta jangan terlalu formal kepadaku, panggil saja aku paman."
"Baiklah paman, aku mohon undur diri."
Saat ingin keluar istana kami melewati kamp pelatihan para pahlawan. Saat kami sedang berjalan aku melihat Yuki sedang berbicara dengan Yuri, Nanami dan Yui.
___________________________________
YUKI POV
Aku sedang berbicara dengan Nanami, Yuri dan Yui, lalu aku melihat Ryo dan Starla sedang berjalan bersama. Lagi - lagi aku cemburu, aku menghampiri mereka dan bertanya.
"Nee..Ryo kau mau pergi kemana dengan Starla?"
Sebelum Ryo menjawab, Starla memotong.
"Kami ingin keluar istana untuk membantu Ryouta pergi ke beberapa tempat.
Aku yang mendengar itu pun memeluk tangan Ryouta dan bersikeras untuk ikut.
___________________________________
NORMAL POV
Saat aku ingin keluar bersama Starla dan melewati kamp pelatihan pahlawan, Yuki menghampiri lalu memeluk lengan ku, entah apa yang sedang di pikirkan nya. *wanita memang sulit di tebak.
___________________________________
__ADS_1