
Saat di dalam Aula para bangsawan keheranan ketika melihat Raja mereka membawa seorang pemuda untuk ikut ke rapat hari ini, dan tentu saja para bangsawan yang tidak mengenal Ryouta tidak suka dengan nya sedangkan mereka yang sudah tahu siapa Ryouta sedikit bernafas lega karena ada nya pemuda itu.
"Baiklah Rapat kita mulai!"
"Paman kau mengundang ku kesini tapi, tapi kau tidak memberi tahukan apa inti permasalahannya."
Raja Erza pun memberikan kertas yang berisi semua permasalahan yang dibahas.
___________________________________
Ryouta terus membaca dan membaca semua permasalahan.
"Bukan kah ini tinggal di selesaikan?"
Sedangkan para bangsawan dan Raja Erza sedang sibuk membahas tentang kekeringan di desa terpencil yang mengakibatkan para petani tidak bisa menanam Jagung, gandum dan yang lainnya.
"Ryouta bagaimana menurutmu?"
Melihat Raja bertanya kepada seorang anak-anak membuat satu bangsawan berpangkat Baron melunjak dan menghina Ryouta.
__ADS_1
"Yang mulia bisa kah kau singkirkan bocah tak berguna ini, dia hanya seorang anak anak yang tak mampu untuk berpikir."
Mendengar itu para bangsawan yang mengetahui siapa Ryouta berkeringat dingin. Raja Erza sendiri saja di buat kesal oleh Baron tersebut karena lancang, saat ingin berkata Ryouta terlebih dahulu memotong nya.
"Kau orang yang tak berguna, aku cabut gelarmu sebagai bangsawan dan aku akan di singkirkan dari istana ini. Aku memberi mu waktu sampai tengah malam dan jika aku tau kau masih berada di wilayah Kekaisaran maka aku akan membunuh mu dan para keturunan mu..!"
Bukan Raja Erza tapi kata kata itu keluar dari mulut Ryouta langsung.
"Siapa kau yang berhak berbicara begitu padaku. Kalian lihatlah anak breng*ek ini apakah kalian tidak keberatan di rendahkan oleh nya!?"
Baron itu melihat sekelilingnya mendapati para Duke dan Marquess berkeringat dingin dengan wajah tertunduk.
Kata-kata singkat dari Raja Erza sudah bisa di pastikan oleh para bangsawan lain.
"Baiklah kita lanjutkan, Ryouta menurutmu bagaimana cara agar para petani bisa menanam lagi."
"Huh.... Untuk apa para penyihir ada jika tidak bisa membantu para rakyat kecil. Bukan kah kalian tinggal membuat danau di tempat lumayan tinggi agar air dari danau tersebut bisa di alirkan ke sawah tiap-tiap orang untuk membantu perairan disana. Jika masih kurang buat saja beberapa danau atau tanam kembali pepohon agar bisa menyimpan air di kala kemarau seperti ini. Yah menurut ku semakin banyak pohon semakin baik, bukan hanya bisa menyimpan air tapi pohon-pohon juga bisa membuat tanah longsor yang sering terjadi di pegunungan tidak terjadi, disisi lain bisa membuat udara menjadi bersih walau di dunia ini udara juga sudah bersih terlebih dahulu."
Orang-orang yang mendengar penjelasan Ryouta termenung dan menganggap diri mereka sendiri begitu bodoh. Sedangkan Yuki dan Yumi berkata dengan santai.
__ADS_1
"Aku tahu kakak pintar dan juga bukan kah itu pengetahuan yang mendasar di bumi? Tapi mengapa kita tidak menyadari nya?"
"Ryouta memang benar, hanya karena kita berada di dunia yang berbeda namun tidak ada yang mengatakan bahwa sistem nya juga berbeda. Bahkan sistem yang di pakai adalah tidak ada perbedaan dengan bumi."
"Yang membuat dunia ini berbeda hanya keberadaan Ras Humanoid seperti Elf, Dwarf dan yang lainnya juga keberadaan Mana yang membuat manusia bisa memiliki sihir dan peradaban bukan kah di dunia ini tinggal menunggu waktu saja agar bisa menjadi seperti bumi. Bukan kehidupan di bumi Beratus-ratus tahun yang lalu juga seperti ini?"
"Benar apa yang kau katakan Yumi." Ucap Yuki
"Sepertinya apa yang ku katakan sudah jelas, rapat berakhir."
"Sepertinya Raja baru kita sudah siap luar dalam Kan Erza?"
"Benar Ayah dia sudah siap."
"Kalian dua orang bodoh, sudah ku bilang aku akan menjadi petualang bukan Raja."
Saat para bangsawan mendengar kata dua orang mereka merasa aneh, lalu melirik ke arah Raja Erza dan mendapati Raja terdahulu berdiri bersebelahan dan membuat mereka ketakutan dan sedikit terharu.
___________________________________
__ADS_1
Fantasy