Eternal World

Eternal World
Chapter 77: Siapa Ryouta


__ADS_3

"Ingat nama ku Gaia. Ibu dari Dunia."


"Hm.... Nona. Maukah kau melakukan kontrak dengan ku?"


"Ohh... Kau wanita yang sopan. Baiklah, kontrak darah."


Setelah melakukan Kontrak darah mereka kembali bertarung namun kekuatan mereka sekarang bertambah berkat adanya sang Roh Agung yang membantu mereka.


_________________________________


"Kalian sudah siap untuk perang. Tapi ingat jangan pernah terpisah dan juga saling menjaga. Dengan itu walau hanya dengan kalian saja pasti kalian bisa menerobos ke bagian tengah pasukan musuh. Baiklah kita akan kembali."


Seusai itu semua Ryouta mulai pergi untuk memeriksa sekeliling pelindung dan menemukan beberapa Mana yang sangat kuat di 10 KM arah Barat laut tempat nya berdiri.


"Sepertinya beberapa Iblis sudah bergerak."


Ryouta mempercepat gerakan nya untuk berjaga-jaga karena dia sendiri tidak tahu sampai kapan perisai besar ini bisa bertahan. Secara masuk akal jika sebuah [Shield] di bentangkan maka pertahan nya akan seperti biasa, namun berbeda jika [Shield] itu di Fokuskan ke tempat dimana serangan berasal [Shield] tersebut akan bertambah kuat.


Saat aku bergegas seseorang menghampiri ku dengan kecepatan yang sama.


"Tuan, aku merasakan Mana iblis yang sangat kuat. Kemungkinan mereka adalah Raja Iblis." Kata orang itu.


"Oh Alicia kau juga merasakan nya ya."


"Ya tuan."


"Sebaiknya kita bergegas untuk berjaga-jaga."


Di Istana Utama tempat para Raja berkumpul sedang tenang-tenang saja karena tidak ada sama sekali gangguan dari luar maupun dalam.

__ADS_1


"Hei dari mana kalian mengetahui Istana ini?" Tanya Ratu Pioggia.


"Kami hanya melihat Peta dan mendapati bahwa setiap kerajaan berada di sudut tertentu dan mirip sihir dari Ryouta, yaitu Pentagon. Lalu kami menarik garis lurus ke titik tengah."


"Yang mulia Erza apakah kau tahu, siapa itu Ryouta?" Tanya sang Ratu lagi.


"Yah dia M-


"Dia menantu ku." Sela Ratu Amora


"Hah apa dia juga menantuku." Pendek sialan.


"Ahh... Dari dulu kalian memang tidak bisa akrab ya..." Ucap Ratu Elizabeth


"Kalian berdua berhenti, ini memalukan hei!"


"Biarkan saja orang tua seperti dia mati membusuk di singgasananya."


"Ibu bukan kah kau bilang kerajaan kita akan membaik jika mempunyai menantu yang sama?" Kata Arisa.


"Yang memang, ikatan ku dengan Elisa akan semakin erat. Tapi tidak dengan paman-paman kumisan ini."


"Apa!? Kumisan!?"


"Sudah lah kalian seperti anak anak saja."


"Kakak kakak."


"Ohh... Siapa serigala kecil ini? Bulu nya cantik sekali."

__ADS_1


"Hehe terima kasih Nona, aku senang bulu ku seperti rambut tuan. Oh iya, rambut pelayan Nona juga seperti Tuan."


"Kakak kakak aku mencium bau Tuan, itu juga berasal dari Pelayan Nona itu."


"Lisa apa maksudmu? Kau bilang, pelayan Yang Mulia Ratu. Mempunyai bau yang sama seperti Ryouta." Tanya Yuki


"Hm..hm..." Angguk Lisa


"Yumi, apakah kau mengenal nya?"


"Tidak, coba aku lihat sebentar."


"Bagaimana?"tanya Yuki


"Aku terkejut bahwa wajahnya di selimuti Mana. Mungkin saja itu bukan wajah aslinya."ucap Yumi.


"Lisa apakah ada bau yang lain?"


"Tidak kakak, tidak ada. Itu benar-benar bau Tuan, namun berbeda dengan tuan sendiri."


"Ryouta? Maksudnya bau Ryouta berbeda?" Tanya Yuki


"Bukan, maksud ku Tuan 2 Bau sekaligus." Sanggah Lisa


"Sudah, sudah lupakan tentang ini, apakah diantara kalian ada yang bisa memasak. Aku lapar." Potong Raja Noir


"Aku juga lapar." Sambung Raja Erza.


"Laki-laki memang tidak bisa diharapkan." Ucap mereka.

__ADS_1


"Ayah ku memalukan."gumam Vear sambil membuang nafas panjang


_________________________________


__ADS_2