
Aku, Yuki dan yang lainnya lalu membawa mereka ke perkemahan untuk bertemu dengan Ryouta. Sesampai nya disana kami melihat Ryouta sedang tidur.
"Bagaimana, apakah kalian akan menunggunya bangun atau langsung pergi?"
___________________________________
"Aku akan menunggu nya bangun."
"Kenapa kau tak membangunkan Laki - laki penakut ini saja?"
Dengan nada sarkas nya pemuda itu berkata. Lisa yang mendengar itu menyerang dengan katana nya, namun pria yang satunya menghalangi sampai - sampai pedang nya patah.
"Sudah kubilang jika kau berani menghina tuan akan ku penggal kepalamu!"
NORMAL POV
Aku bangun dan melihat beberapa orang bertambah dan kulihat orang itu adalah yang di tolong oleh Yuki dan lainnya.
Aku beranjak dari tempat ku dan mendekati mereka.
"Ryo kau sudah bangun?"
"Hmm..."
"Tuan terima kasih telah menolong kami, jika bukan karena mu kami sudah di bunuh oleh para goblin."
"Aku tak bermaksud menolong kalian, aku hanya menjadikan desa Goblin itu untuk latihan mereka."
"Tapi aku tetap berterima kasih tuan."
"Baiklah."
*Traang
Tiba - tiba saja Laki - laki yang sebelum nya yang sangat menjengkelkan itu menyerang Ryouta tanpa sebab, namun Ryouta mengeluarkan 1 pisau dan menangkis nya setiap lelaki itu menyerang, Ryouta terus menangkis nya dengan pisau walau hanya di gerakkan dengan Sihir angin.
"Apakah aku boleh membunuh nya?"
"Kumohon tuan dia tetap teman kami."
__ADS_1
"Kalau begitu..."
[Dark Side: Illusion of Death]
Lelaki itu terkena sihir ilusi Dari Ryouta, Dia membuat seolah olah orang itu di bunuh dan di hidupkan beberapa kali.
"Tuan bisakah kau menghentikan nya, kumohon aku meminta maaf atas ke tidak sopanan nya."
"Baiklah"
Setelah selesai dengan ilusi itu teman dari Rose pun pingsan.
"Kalian ingin pergi kemana?" Tanya Clara.
"Kami ingin kembali ke kerajaan Xylos."
Para perempuan mengambil alih pembicaraan, aku mencoba menjauh.
"Kebetulan kami juga ingin pergi ke kerajaan itu."
"Kalau begitu bisakah kita pergi bersama?"
"Terserah kau saja."
Keeseokan hari nya Ryouta dan yang lainnya pergi ke kerajaan Xylos bersama rombongan Rose, di perjalanan mereka berbincang tentang Kerajaan Xylos itu sendiri.
Dua hari perjalanan cukup melelahkan, saat kami beristirahat kami menemui Goa yang cukup dalam, kami menyusuri goa tersebut hingga saat di ujung goa terdapat banyak manusia yang mati. Saat kami semakin mendekat ternyata ada seorang Humanoid yang tengah duduk di kursi yang terdapat di tengah tengah Goa.
"Hahaha ada manusia datang sendiri ke tempat ku, sepertinya kalian akan menjadi santapan ku hariĀ ini."
"Dia Iblis, kalian maju lah jika kalian kewalahan mundur saja."
"Tu-"
"Panggil saja Ryouta."
"Baiklah Ryouta apakah tidak apa apa? Dia adalah iblis."
"Kita lihat saja."
__ADS_1
Mereka berenam lalu maju dan menggunakan [Sword Enchant] untuk menyerang. Setiap kali menyerang mereka hanya sedikit memberikan dampak pada iblis itu, iblis itu lalu menyerang balik.
[Meteor]
Bongkahan batu besar yang di lapisi udara panas mengarah pada mereka.
[Javelin of End]
[Ice Wall]
Iris dan Starla menghentikan serangan iblis itu dan di sisi lain Yuki, Lisa dan Arisa maju untuk menyerang, sedangkan Clara menyiapkan sihir.
Serangan Yuki, Lisa dan Arisa memberikan sedikit dampak dan itu membuat Iblis kehilangan konsentrasi nya, sekarang giliran Clara.
[Death Rain]
Sihir yang sama yang di gunakan oleh Ryouta saat peperangan dengan para moster. Seketika iblis itu mati tanpa dengan tubuh yang berlubang.
"Sayang akhirnya aku bisa menggunakan kan nya."
Clara berlari dan menghampiri Ryouta lalu memeluk nya dan itu membuat tudung yang digunakan nya terlepas.
"Selamat kau telah menguasai nya."
Tanpa di sadari Ryouta dia tersenyum tipis, dan itu dilihat oleh semua orang yang ada disana.
"Ry...Ryouta tersenyum, a...apa aku salah lihat."
"Di...dia ternyata bisa tersenyum."
Lisa berlari menghampiri Ryouta dan melompat. Mau tak mau Ryouta menangkap nya.
"Hehe tuan ternyata bisa tersenyum."
"Terima kasih."
Lalu wajah nya kembali ke bentuk semula.
___________________________________
__ADS_1