Eternal World

Eternal World
47


__ADS_3

Vear yang sudah pernah melihat penyiksaan saja harus berusaha menahan siksaan yang Ryouta berikan. Tanpa hati Ryouta memotong, menusuk, mengiris dan memenggal tubuh Raja Morgan namun tetap di kembalikan seperti semula.


"Baiklah sebagai penghabisan."


[Recovery]


[Death Rain]


___________________________________


Bagaikan hujan jarum yang bercahaya yang mewarnai aula kerajaan, tubuh Raja Morgan yang terkoyak dan berlubang menambah kesan tak terduga.


"Ini adalah sebuah peringatan, ingat itu!"


"Baiklah apa yang kalian ingin kan sekarang?"


Tanya Ryouta pada mereka yang.


"Kakak aku akan ikut dengan mu!"


"Sedangkan kalian?"


"Kami tidak tahu akan pergi kemana?"


Ryouta berpikir sebentar lalu melihat Clara yang membuat nya mendapatkan sebuah ide.


"Clara?"


"HM..? Ada apa sayang?"


"Bisakah aku membawa mereka ke kerajaan Servámon, aku ingin mengumpulkan mereka bersama pahlawan yang lainnya."


"Boleh saja."


"Jika begitu kita akan pergi sekarang, kalian bisa menggunakan [Teleport] kan?"


"Kami baru selesai mempelajari nya."


Yang di ikuti oleh ke enam orang tersebut.


"Jadi sekarang kal-"


"Kami duluan saja Ryouta [Teleport]"


"Huh...karena kalian sudah bisa menggunakan nya kalian meninggalkan ku untuk membawa mereka, apakah aku harus mencari istri sendiri dan meninggalkan mereka."


Tiba-tiba mereka kembali dengan wajah pucat nya.


"Maa...ma...maafkan kami Ryouta, tolong tarik ucapan mu."


"Be... benar ka..kami hanya bercanda.Tolong"

__ADS_1


"Aku hanya bercanda."


"Ba...baiklah."


Tanpa disadari Yumi terus memeandangi Clara karena dia satu-satunya yang diam dari tadi dan melihat Ryouta.


"Kakak kenapa kau tidak pergi seperti mereka?"


Ucap Yumi dan itu membuat Clara terkejut.


"Ara.... mana mungkin aku meninggalkan suami ku, disaat wajah nya sedang terekspos, lihat saja teman-teman mu."


Yumi berbalik dan melihat kedua teman nya melihat kakak nya dengan tatapan sebagai mana ingin memangsa seorang pria, walau sebenarnya tidak begitu.


"Be..benar terlalu berbahaya."


"Baiklah kalian bawa masing-masing satu orang ke-kerajaan paman dan aku akan memusnahkan para iblis itu sebentar."


"Baik."


"Tunggu aku ingin melihat kakak bertarung."


"Tapi ini akan terlalu membosankan."


"Aku tidak peduli."


"Kami juga."


"Huh baiklah, kalian bawa mereka menggunakan sihir kalian. Kita akan pergi ke pertempuran."


[Pentagon Of Confinement]


[Meteor Elemental]


Suara yang di akibatkan oleh sihir Ryouta membuat tanah bergetar hingga di rasakan oleh kerajaan tetangga dan suaranya sampai terdengar oleh Rakyat kerajaan Ares.


Semua orang yang baru mengenal Ryouta bahkan Yumi sendiri terkejut dengan kekuatan kakaknya.


"Baiklah sekarang kita pergi."


[Teleport]


Mereka terkejut tiba-tiba berada di depan gerbang kerajaan yang sangat besar. Disisi lain Raja merasakan Aura yang dikeluarkan Ryouta bergegas pergi dari rapat. Para hadirin yang tidak mengenal Ryouta bingung kenapa sang Raja begitu saja pergi meninggalkan rapat penting, sedangkan para bangsawan yang mengenal Ryouta tak bisa berkata-kata karena orang yang bahkan berani membuat Raja harus melatih diri.


Disaat Ryouta ingin berbicara tiba-tiba Raja Erza datang.


"Nak Ryouta!"


"Ada apa paman, bukan kah hari ini ada rapat seperti yang kau bicarakan 2 hari yang lalu?"


"Yaah... Disana terlalu banyak hal yang di debatkan yang padahal itu sangat mudah di lakukan."

__ADS_1


"Sebentar paman, kalian semua bawalah mereka ke tempat latihan para pahlawan."


"Baik."


Mereka semua ketempat latihan dan berbicara sedikit di perjalanan.


"Kak Clara yang berbicara dengan kakak tadi siapa? Sepertinya dia salah satu petinggi kerajaan?"


"Oh dia ayah kami."


"Apa? Ayah kalian? Kenapa dia bisa begitu dekat dengan kakak dan siapa sebenarnya ayah kalian."


"Benar dia ayah kami, jika kau berkata kenapa dia bisa dekat dengan Ryouta kami bahkan tidak tahu kenapa dan jika kalian ingin tahu siapa dia tunggu saja di Kamp pelatihan para pahlawan."


Kata Starla dan di benarkan oleh Clara.


"Ryouta apa saja yang terjadi disana?"


"Mereka juga melakukan pemanggilan pahlawan tanpa persetujuan dari kerajaan lain bahkan tidak di ketahui sama sekali. Ahh.. aku juga kesal karena raja itu jadi aku membunuhnya nya."


"Hm... Seperti yang di harapkan, lalu bagaimana dengan kerajaan itu sekarang?"


"Aku menyerahkan urusan ke penatuan kerajaan itu dan menyuruh mereka melaksanakan apa yang di titahkan oleh Raja terdahulu mereka. Paman sebaiknya kita pergi ke kamp pahlawan terlebih dahulu."


Disaat para pahlawan berkumpul dan yang lainnya juga terlihat Raja Erza dan Ryouta berjalan, Clara dan Starla lalu menghampiri mereka sedangkan pahlawan dari kerajaan Servámon dan para prajurit disana berlutut.


"Perkenalkan dirimu paman."


"Hei tak perlu kau suruh aku juga tahu."


"Perkenalkan aku Erza Servámon, Raja dari kerajaan ini dan aku meminta maaf kepada kalian karena tidak bisa menghentikan pemanggilan kalian."


"Apa Raja!? Kenapa seorang raja bisa sedekat itu dengan kakak."


"Yah karena kakak mu adalah seorang pah-"


*Buk..


Pukulan langsung dari Ryouta ke perut raja Erza yang membuat semua orang melongo.


"Berani nya kau memukul ku nak siapa yang mengizinkan mu hah."


"Aku! Lalu kau mau apa sayang? Ryouta jika kau ingin memukul nya lakukan saja."


"Salam yang mulia Ratu."


"Kenapa kau begitu sopan kepada ku calon menantu."


"Karena yang mulia memiliki kekuasaan yang lebih besar dari pada paman-paman ini."


"Aku hanya bercanda paman."

__ADS_1


"Kau memang bercanda tapi pukulan mu tidak."


___________________________________


__ADS_2