Eternal World

Eternal World
33


__ADS_3

[Teleport]


Dia sampai di depan gerbang Istana lalu duduk di salah satu kursi taman yang di sediakan di dekat gerbang itu sambil menunggu yang lainnya.


Ryouta beberapa hari ini kesal karena dia tak bisa membunuh moster.


___________________________________


Dan dia akhirnya memutuskan untuk eksperimen terhadap sihir dan hasilnya yaitu sihir [Teleport]


Yang bisa berpindah ke titik dimana yang telah di tandai.


Saat mereka sampai yang pertama kali datang ada lah Starla, dan dia sangat senang sebelum Ryouta berkata bahwa dialah yang menang.


"Yee..yee aku lah yang menang."


"Kak Starla curang."


"Apa yang di katakan Lisa benar, kau curang."


"Tidak aku tida-"


"Akulah yang menang dan aku akan tidur sendiri."


"Ap..apa sejak kap- apa bagiamana dan tunggu kau tak ik-"


"Kata siapa aku tidak ikut dalam pertandingan yang mempertaruhkan diri ku sendiri."


"Huuh, tapi bagaimana?"

__ADS_1


[Teleport]


Aku berpindah ke dalam gerbang istana, dan itu membuat mereka mematung.


"Tunggu bukan kah itu sihir tingkat tinggi?"


"Hmm.. benarkah? aku hanya menemukan nya secara tak sengaja."


Kata Ryouta sambil mengangkat sebelah alis, yang mendandakan dia sedang bertanya.


"Huh aku lupa lagi dia siapa, orang yang berada di tingkatan lebih tinggi dari seorang Grand Master."


"Cepat lah hari sudah mulai malam."


Sesampainya di dalam Istana mereka disambut dan di bawa keruangan kerja sang Raja.


"Siapa kau dan sebutkan tujuan mu."


"Lancang sekali kau tid-."


"Aku tak perlu menunduk kepala kepada siapa pun dan menghormati orang yang tak menghormati ku, juga aku takkan berlutut pada siapa pun kecuali orang tua ku."


*Sring


Para prajurit bayangan Raja Noir tiba - tiba mengepung Ryouta dan mengarahkan senjata nya ke leher Ryouta. Ryouta masih tetap tenang, sedangkan raja menangkat tangan nya pertanda untuk penjaga nya agar mereka mundur.


"Aku datang dengan damai dan hanya meminta untuk mengambil sebuah misi."


"Maafkan aku tuan karena ketidaksopanan mereka dan terima lah ini, disini tertulis kapan raid di mulai dan informasi lengkap dari misinya."

__ADS_1


Ryouta pergi terlebih dahulu sedangkan, yang lainnya bertahan sebentar dan meminta maaf.


"Saya Servámon Starla."


"Saya Servámon Clara."


"Dan saya Lamora Arisa."


"Meminta maaf atas kejadian tadi yang disebabkan oleh calon suami kami, karena dia tak akan menunduk pada siapa pun."


"Juga berhati - hatilah dengan nya, dia bahkan bisa saja menghancurkan saru kerajaan jika dia mau."


Mereka semua tersenyum lalu pergi, disisi lain saat mereka sudah keluar dari ruangan tersebut Raja Noir teringat dengan nama mereka dan itu membuat nya berkeringat dingin.


"Hahaha Baj*ngan, hampir saja diriku membuat kesalahan fatal dengan menyinggung seseorang dari dua kerajaan, dan kata kata dari anak Erza itu pasti akan membuat sulit untuk tidur."


Keesokan harinya Ryouta dan ya lainnya pergi ketempat orang orang berkumpul untuk ikut melawan naga liar yang mengamuk, dan terkejut nya Ryouta bahwa tugas itu di berikan oleh sang Raja naga itu sendiri.


Mereka tetrlalu menarik perhatian, oleh karena itu aku mengeluarkan Rox lagi agar aku bisa menjauh dari keramaian. Disis lain para gadis sudah tahu apa yang di rencanakan oleh Ryouta, dengan spontan mereka memeluk nya agar tidak kabur.


Aku hanya pasrah menjadi tontonan walau pun aku tak pernah melepas jubah dan tudung ku. Setelah itu berlalu mereka bekumpul dan membahas kapan raid di laksanakan.


"Baiklah kita akan pergi sekarang." Kata pemimpin raid.


Kami mengikuti mereka dan tiba di tempat terbuka yang cukup luas dan di penuhi pohon yang tumbang. Tempat itu lumayan luas hingga tempat si naga belum terlihat sama sekali, saat kami makin mendekat terdapat beberapa pohon terbakar dan hangus juga banyak hewan mati dengan badan hitam seperti terbakar.


Aku menghela nafas, karena perjalanan ke tempat itu sangat lambat, jika saja aku tak di pegangi oleh Clara dan Iris maka aku akan pergi terlebih dahulu.


"Sayang jangan berpikir untuk kabur, karena aku tau apa yang kau pikirkan."

__ADS_1


"Baiklah baiklah."


___________________________________


__ADS_2