Eternal World

Eternal World
41


__ADS_3

"Akhirnya giliran ku juga."


Pria bernama Leo maupun Ryouta melompat dari tribun penonton.


Dan pertandingan di Mulai....


___________________________________


Tanpa menunggu Ryouta bersiap Leo maju namun Ryouta menangkis dengan menggunakan [Slash] yang berakibat Leo terpental. Tujuan Ryouta bukan hanya menahan tapi juga memberikan serangan secara bersamaan.


Ryouta melihat pedang nya dan dia merasa pedang nya menjadi sedikit hancur karena menahan tanpa menggunakan [Sword Enchant] setelah itu dia menggunakannya, Leo maju dengan dan menyerang Ryouta dengan brutal tetapi  Ryouta melakuan hal yang sama dan mengakibatkan pria dengan badan bongsor itu terluka bahkan terpental dengan mudah nya.


"Selesai pemanasan."


Ryouta memasukkan pedang nya ke dalam Cincin ruang, Leo yang melihat itu merasa bahwa itu adalah celah dan dengan ceroboh nya dia melesat menggunakan [Accel] saat dia ingin menebas tiba - tiba saja dia melihat Ryouta sudah dalam kuda kuda memukul.


Dengan cepat Leo menebas nya tetapi Ryouta seperti asap tak bisa di tebas setelah tebasan itu Ryouta memukul dan memasukkan mana ke tangan yang dia gunakan untuk memukul. Beberapa saat setelah kepalan tangan Ryouta menyentuh perut Leo, tiba tiba saja tubuh Leo sudah ada di dinding Arena dengan keadaan pingsan.


Tanpa ada suara sama sekali dinding arena yang terkenal kuat hancur, penonton yang melihat pun  terdiam, Bahkan Colosseum yang awal nya ramai dan di penuhi sorak sorai penonton menjadi sepi, bahkan suara orang - orang yang berada di luar Colosseum terdengar.


"P...PE..PEMENANG DI PUTARAN KALI INI ADALAH TU..TUAN RYOUTA, DAN KITA AKAN PERGI KE PESERTA SELANJUTNYA YAITU BOB DAN TUAN ALDEBARAN."


Bob dengan badan besar nya dan Aldebaran dengan tubuh kecil maju. Bob dengan Great Sword nya melakukan tebasan secara Vertikal namun itu tidak mengenai Aldebaran tetapi membuat tanah di arena berterbangan.


Tapi dengan tubuh kecil nya yang lincah dan cepat Aldebaran memberikan luka terus menerus kepada bob hingga menyebabkan nya banyak goresan dan luka di tubuh nya.


Pertama kali nya Bob memberikan serangan kepada Aldebaran dan itu sangat telak hingga membuat Aldebaran terpental dan pingsan seketika.


"Kuat"


Kata orang orang yang melihat itu, Aldebaran di bawa keluar arena dan diobati.


"PERTANDINGAN KITA KALI INI DIMENANGKAN OLEH BOB DAN SELANJUTNYA. PARA PENONTON PIHAK KAMI MEMUTUSKAN BAHWA RAPH DAN DONNA TIDAK DI DISKUALIFIKASI ATAU DIANGGAP KALAH KARENA MEREKA SERI NAMUN DI PERTEMUKAN DENGAN LAWAN YANG LAIN, DAN SEKARANG PESERTA SELANJUTNYA ADALAH RAPH DAN PANGERAN VEAR."


Tanpa berbicara, di hitungan terakhir mere menyerang dengan sihir penguatan tubuh dan saling menebas, walau Raph menggunakan belati pendek tapi dia masih bisa bersaing dengan Pangeran Vear yang menggunakan pedang.


[Void step]


Saat tiba di belakang pangeran Vear, Raph melukai leher pangeran namun tak terlalu dalam karena pangeran sempat menyadari nya, lalu Raph mundur dengan menggunakan [Double Accel].

__ADS_1


Gerak mundur yang sangat cepat dengan [Double Accel] Raph berhasil menghindari Pangeran Vear, tapi itu sia-sia saat berbalik pangeran Vear juga melakukan [Double Accel] dan [Triple Slash], Raph yang tidak siap, menerima serangan telak tidak hanya disitu Pangeran Vear juga menggunakan [Fire Ball] secara beruntun kepada Raph.


Raph tergeletak pingsan lalu pemenang di umumkan.


"PERTARUNGAN SELANJUTNYA DI LANJUTKAN OLEH DONNA DAN BOB DAN DIMULAI."


[Body Enchant]


[Accel]


Saat Bob berlari mendekat, Donna mundur dengan [Accel] nya lalu.


[Spike Of Soil]


Bob terkena hantaman keras dari elemen tanah Donna dan.


[Thunder Bolt]


[Back Step]


Donna menyerang tanpa henti seperti pangeran Vear karena jika dia tidak mengubah gaya bertarung nya maka akan terjadi hal sama lagi.


Kekuatan dari skill Donna sangat kuat juga serangan beruntun dari nya membuat Bob pingsan seketika.


"PEMENANG NYA ADALAH JAGOAN BARU KITA DONNA. BAIKLAH PERTANDINGAN SELANJUTNYA AKU AKAN MEMILIH TUAN RYOUTA DENGAN PANGERAN VEAR."


Semua sorakan penonton yang menyebutkan nama Vear berkumandangan dan hanya ketujuh wanita yang menyebtukan nama Ryouta.


"Selamat siang Pangeran, ma..a..afkan aku tentang pisau tadi."


Suara Ryouta cukup nyaring sehingga bisa di dengar oleh penonton dan ketujuh perempuan itu, dan saat mereka mendengar Ryouta berbicara seperti itu, seperti orang bodoh mereka mencoba dan berusaha menahan tawa sekuat mungkin.


Pangeran Vear berkata.


"Hentikan ke pura - pura an mu itu."


"Hm... ternyata seorang pangeran memang hebat."


"MULAI."

__ADS_1


Pangeran Vear mencoba agresif dengan menyerang terlebih dahulu sebelum Ryouta sial dan tanpa henti.


[Slash]


[Slash]


[Triple Slash]


[Triple Slash]


[Back Step]


Pangeran Vear mengeluarkan skill beberapa kali agar Ryouta terluka namun tak di sangka dua pedang di masing masing tangan Ryouta muncul lalu menangkis nya dengan santainya.


Dan saat pangeran Vear melakukan [Back Step] dan ingin menebas Ryouta secara horizontal tiba - tiba ada sebuah perisaj tak terlihat, diam - diam Ryouta telah menggunakan [Shield] dan itu membuat pangeran Vear merasa tak ada celah sama sekali.


Ryouta memasang kuda kuda dengan pedang nya dan bergumam [Teleport] Ryouta menghilang lalu muncul di depan pangeran Vear dan menebas nya, setelah itu pangeran ingin membalas serangan nya namun Ryouta lagi - lagi menghilang dan muncul di belakang pangeran dan menebas nya lagi.


Pengeran Vear terluka setiap saat dia mendapatkan tebasan dari Ryouta.


[Wall of Fire]


Tembok api yang menjulang tinggi muncul, namun yang namanya sihir tidak akan berguna di depan Ryouta.


[Freezing Wind]


Angin dingin tiba tiba muncul bahkan salju pun turun di tengah - tengah arena, tembok api besar milik Vear mulai menghilang, Ryouta maju menggunakan [Accel] saat di depan Vear dia menggunakan kaki kanan nya untuk menendang Vear dan memfokuskan [Double Accel] pada kaki kanan nya.


Dan terjadi lagi sama seperti Leo Pangeran Vear tiba - tiba saja berada di dinding arena, tembok yang hancur terkena hempasan badan pangeran Vear yang sangat cepat saja tak bergeming. Ditambah dengan keadaan penonton diam dari awal pertarungan karena tak bisa berkata - kata.


Ryouta menyembuhkan Vear seceat nya dengan [Recovery] karena dia tak berniat untuk membunuh nya.


Dia pun kembali berjalan ke tempat nya dan.


Pertandingan Selesai........


___________________________________


*Kau takkan tahu apa yang terjadi selanjutnya, yang berarti itu adalah tanda bahwa kau harus siap menerima apa pun yang terjadi.

__ADS_1


Salam Kuroo😃


__ADS_2