Eternal World

Eternal World
Chapter 62: tidak sesuai umur


__ADS_3

Aku menengok ke arah kiri dan kanan ingin meminta bantuan orang lain namun setelah anak itu memegang katana aku bahkab tidak bisa berbicara.


"Apa yang terjadi dengan ku?"


Aku masih mencoba untuk meminta dan mencari bantuan orang lain namun tidak ada yang lewat Namun.


_________________________________


Namun saat aku melihat anak itu dengan penuh kekhawatiran. Aku yakin wajah ku saat itu sangat lah buruk seperti orang yang melihat kematian. Di sana didalam gang kecil aku melihat seorang anak yang membunuh beberapa orang dalam sekejap dengan katana nya.


Disisi lain wanita yang ditolong itu tidak merasa takut maupun mual saat melihat potongan tubuh di depan nya. Mereka berdua keluar dari gang itu dan seketika tekanan yang menahan ku sebelum nya menghilang, aku bergegas menghampiri anak itu dan mengajak nya ke Wing organization. Aku terkejut atas jawaban anak itu dia berkata.


"Kami menerima nya?"


"Kami?"


"Ya, kau dan aku. Kau setidaknya bisa menjaga diri dengan ikut sebuah organisasi dari Abyss."


"Dari mana kau tahu bahwa kami dari Abyss?"


Jujur saja aku mulai waspada dengan anak ini. Ini mungkin terlihat fiktif jika di ceritakan, bahkan terdengar konyol tapi bagaimana pun itulah yang terjadi saat ini.


"Kau tahu, jika ada yang tidak boleh di cari tahu sama sekali?"


Flashback off


"Ya begitu lah seorang pembunuh berdarah dingin yang ku lihat dulu sudah menjadi remaja seperti ini."

__ADS_1


"Pertandingan tadi belum selesai dan jika di lanjutkan, antara paman dan kakak siapa yang akan menang?"


"Tentu saja aku!" Serunya


"Apakah mau di lanjutkan?" Balas Ryouta


"Tidak-tidak aku hanya bercanda."


"Ck anak itu. Oh.... Apakah kau ingin tahu sedikit rahasia tentang kakak mu?"


"Tentu-tentu kami ingin tahu."


"Kenapa kalian juga ikut hah?"


"Tentu saja kami ingin mengetahui tentang Ryouta." Kata Arisa


"Baiklah-baiklah kakak mu itu sungguh hebat dalam menyamar."


"Oyy oyy selesaikan aku bicara terlebih dahulu."


"Ehe hehehe."


"Kemampuan spesial yang hanya di miliki kakak mu yaitu merubah warna rambut nya."


"Apa!? Merubah warna rambut? Bukan kah itu mustahil di lakukan."


"Sudah ku bilang itu hanya bisa di lakukan oleh nya."

__ADS_1


Yumi berjalan ke arah kakak nya yang sedang mengupas beberapa apel untuk di makan. Setelah sampai di depan Ryouta dia cengar-cengir yang membuat Ryouta mengetuk dahi nya.


"Aw.... Ada apa dengan kakak?"


"Aku seharusnya yang bertanya ada apa dengan mu, apa yang kau ingin kan kau kira aku tidak tahu kebiasaan mu."


"Kakak seperti yang di katakan paman Ricky, lakukan lah."


"Lakukan apa? Maafkan aku, aku menutup sedikit aliran darah di telingaku agar volume dari suara yang di tangkap oleh telinga ku berkurang. Karena telinga ku semakin lama semakin sensitif saja aku menambahkan juga penyumpal telinga."


"Jadi apa yang kau ingin kan?" Lanjut Ryouta.


"Aku ingin melihat kakak merubah warna rambut."


"Ah... Aku bahkan lupa dengan itu, baiklah aku akan mencobanya."


Ryouta menutup mata nya dan melakukan meditasi, perlahan suara di sekitar nya menghilang dan sekarang dia bisa mendengar detak jantung nya, semakin lama dia mulai bisa mendengar suara setiap sel yang ada di dalam tubuh nya mengalir dan bergerak hingga di meditasi tingkat terakhir nya Ryouta bisa menggerakkan sel-sel itu sendiri.


Dengan kemampuan nya itu dia bisa menghilangkan dan menambahkan melanin yang terdapat dalam rambut dan matanya hingga membuat nya bebas mengubah warna. Hal itu juga bisa dia manfaatkan saat terdesak contoh menghentikan aliran darah dan detak jantung juga denyut nadinya yang membuat musuh dan orang lain menggapnya sudah mati.


Perlahan rambut Ryouta berubah menjadi sangat putih berbanding terbalik dengan rambut hitam nya, bukan cuma rambut, dia juga membuat matanya seperti warna mata Yuki.


Mereka terkagum dengan apa yang mereka lihat, tetapi berbeda dengan Yumi dia tiba-tiba merasa sakit kepala. Di tengah-tengah kekhawatiran itu Ryouta berbicara dengan dirinya yang lain.


"Seperti nya Yumi akan mendapatkan ingatan nya yang sempat terhapus."


"Benarkah?" Seru nya dengan senang.

__ADS_1


"Sepertinya. kau keluarlah, aku sangat lelah."


_________________________________


__ADS_2