Eternal World

Eternal World
Chapter 64: Hitam tak selalu Hitam dan sebaliknya


__ADS_3

"Itu adalah bayaran nya. Hm... Aku tak bisa mengatakan seperti itu .karena itu adalah hal yang diinginkan Ryouta sendiri. Masing-masing dari kami mengambil sisi dari Ryouta. Aku, Kuro mengambil sisi putih Ryouta yaitu orang yang baik dan ramah, sedangkan Shiro mengambil sisi hitam dari Ryouta yaitu orang yang nakal dan jahil. Karena itulah Ryouta tak memiliki Emosi dia memberikan semua nya ke pada kami kecuali kemarahan dan kesabaran."


_________________________________


"Sungguh bertolak belakang, tapi kenapa Ryouta tidak memberikan 2 sifat itu?" Sela Clara


"Karena menurut Ryouta 2 sifat itu bagaikan api dan air, jika api yang dianggap sebagai kemarahan maka hanya akan ada balas dendam dan bayangkan jika Ryouta menghilangkan sang air yaitu lambang kesabaran maka berapa banyak orang yang sudah terbunuh di tangan nya."


"Kami tak berani membayangkan nya."


"Baiklah lanjut tapi aku memberi tahu sedikit fakta bahwa sifat alami Ryouta adalah melindungi orang-orang penting baginya. Jadi karena itu lah jika dia menghilangkan sifat amarah nya maka dia akan menjadi orang tersabar bahkan ketika dia melihat orang-orangnya dibunuh akan tetap diam, juga ketika dirinya ingin dibunuh maka dia tak melawan."


"Karena itulah 2 hal itu tak bisa di pisahkan."


Setelah pembicaraan itu semua nya menjadi hening sampai Yumi mengajukan pertanyaan


"Aku ingin tahu mengapa ayah dan ibu dibunuh oleh beberapa anggota klan?"


"Sebentar."


"Hei keluar lah, kita akan berbagi tubuh."


"Oke oke. Tapi bagaimana kita berbicara jika di tubuh yang sama?"


"Bukan kah bisa menggunakan telepati."


"Ahhh.... Aku lupa."

__ADS_1


Sekarang mereka berbagai tubuh menjadi setengah badan.


"(Hei-hei kenapa kau merubahnya lagi ini bukan gaya ku.)"


"(Ubah sesuai keadaan mu sekarang.)"


"(Baiklah-baiklah.)"


Sekarang rambut Ryouta mempunyai sedikit Surai putih di belakang dan di depan.


"(Baiklah Yumi mari kita lanjutkan.")


"Apakah kakak sedang berbicara?"


"(Benar.)"


"(Ayolah apakah kalian tidak pernah melakukan telepati?)"


"Aku tidak terbiasa jarak dekat."


"(Hei... Hei.... Hitam sialan biarkanlah aku juga ikut berbicara.)"


"(Pembicaraan saja belum di mulai.)"


"(Ahh.... Ah... Kau hanya mencari alasan.)"


"(Hah kau mengajak ku bertarung sialan.)"

__ADS_1


Tanpa sadar mereka memisahkan diri dan sekarang terdapat 2 Ryouta.


"Hei hei hei berhenti! Bukan kah masalah nya sudah selesai!"


"Selesai apa nya."


"Selesai apa nya."


"Lihatlah tubuh kalian."


"Akh.... Kami melupakan ini."


"Baiklah tentang kenapa orang tua kita dibunuh karena orang yang tidak suka dengan mereka atau lebih tepat nya tentang pemilihan kepala keluarga yang baru."


"Kakek ingin menjadikan ayah sebagai kepala keluarga yang baru, karena dia yang sangat berkompeten terhadap orang-orang. Tapi karena beberapa orang tidak terima karena mereka tidak terpilih maka terjadi lah kudeta yang menyebabkan terjadi nya perang dingin hingga berlanjut ke yang lebih parah yaitu rencana pembunuhan ayah dan ibu." Lanjut Shiro


"Benar apa yang di katakan Shiro."


"Lalu tentang kakak mengamuk itu?"


"Saat itu dia pulang dari rumah Yuki dan berjalan memasuki aula lalu mendapati ayah dan ibu di bunuh di depan matanya, itu membuat moster di dalam tubuh nya mengamuk hingga menyerang membabi buta."


"Namun aneh nya walau membabi buta, semua orang yang mati ditangan nya adalah orang-orang yang melakukan kudeta, setelah di selidiki."


"Apakah moster itu masih ada?"


"Ryouta sudah melenyapkannya, saat dia berumur 13 tahun."

__ADS_1


_________________________________


__ADS_2