Gadis 1 Million Dollar

Gadis 1 Million Dollar
Menjual Kirei


__ADS_3

Bahkan ibu Tini tidak segan untuk membentak sang guru dan melontarkan ancaman kepadanya agar tidak berani datang kembali ke rumahnya untuk menemui Kirei dan terus memaksa untuk kembali ke sekolah karena semua itu percuma sebab dia akan tetap menyuruh Kirei urus sekolah dan mencari uang yang sangat banyak, namun sayangnya uang yang di hasilkan dari pekerjaan patuh waktu di toko swalayan juga di cafe itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kedua orang yang haus akan uang tersebut.


Sehingga kini ibu Tini justru berniat menjual Kirei sama seperti yang dia lakukan kepada Klara sebelumnya, di tambah kali ini dia tidak ada yang menghalangi sehingga bisa melakukan apapun yang dia inginkan saat itu.


"Bu .. aku mohon tolong jangan paksa aku untuk melakukan semua ini, aku masih ingin sekolah Bu, aku mohon padamu" ucap Kirei yang terus memohon kepada ibunya.


Selama ini Kirei juga terus saja bertanya kepada sang ibu juga Reno kakak laki-lakinya, mengenai keberadaan kakaknya Klara yang tiba-tiba saja menghilang hingga semua ini menimpa dirinya dan sekarang ibunya itu memberitahu Kirei sesuatu yang jahat tentang Klara yang dia buat-buat secara sengaja untuk menghancurkan hati Kirei saat itu.


"Lepaskan, meski kau memohon sekeras apapun aku akan tetap menyuruhmu melayani para orang kaya di bar, dan kau tidak bisa menolak, aku seret dia Reno" ucap Tini dengan kejamnya,


"Ibu lepaskan aku, apa kau juga melakukan hal ini kepada kakak, dimana dia sekarang? Apa itulah kenapa kakak menghilang iya kan?" Bentak Kirei melawan ibunya dan ucapannya itu membuat sang ibu menghentikan langkahnya seketika.


"Apa?...ahaha... Akhirnya kau pintar juga, aku pikir kau anak yang bodoh sama seperti kakakmu yang mau melayani semua pria itu dengan suka rela, untuk membayar uang yang aku habiskan, dan kau seharusnya kau juga menurut sama seperti kakakmu agar kulitmu yang bagus ini tidak rusak atau lecet, apa kau mengerti?" Balas Tini membuat Kirei sangat kaget ketika mendengarnya.


"Tidak itu semua bohong, kau membohongi aku lagi, itu semua hanya omong kosong mu, aku tahu bagaimana Klara dia tidak mungkin melakukan hal bejat seperti ini hanya untukmu!" Bentak Kirei dengan keras,


"Ohh.. kau tidak percaya yah, lihat saja apakah dia kembali untuk membawamu dariku, atau menepati janjinya untuk melindungimu? Tidak bukan, ahahaha... Itu karena dia sudah bahagia melayani seorang pria kaya" ucap Tini yang terus membuat Kirei semakin sedih dan hancur ketika mendengarnya.

__ADS_1


Dia ingin tidak mempercayai semua ucapan ibunya namun semua yang dikatakan ibunya memang benar, kakaknya tidak kembali lagi ke rumah semenjak saat itu dan dia tahu bahwa kakaknya bekerja di bar itu sebelumnya.


Dia menangis tersedu-sedu dan tidak bisa mempercayai semua yang dikatakan oleh ibu dan kakak laki-lakinya tersebut.


"Sudah ayo cepat kau masuk dan nanti kau akan bertemu dengan kakakmu disana" ucap Reno sambil mendorong tubuh Kirei dengan kuat untuk masuk ke dalam mobil dengan paksa.


Kirei terus berusaha berontak namun dia tidak bisa melakukan apapun hingga dia sudah berhasil di bawa ke bar tersebut dan terus di seret dengan paksa sambil terus di tawarkan kepada setiap pria yang ada di bar tersebut, dimana semua pria berjajar saling berebut untuk mendapatkan Kirei yang masih p*rawan dan sangat muda juga memiliki wajah serta kulit yang sehat nan cantik.


"Kalian semua lihatlah kemari, siapapun yang bisa membayar dia paling mahal aku akan memberikannya kepada kalian, dia masih berusia 14 tahun dan aku jamin dia masih bersegel, ini adalah pertama kalinya dia datang ke bar dan kalian bisa mencicipinya untuk yang pertama kali, siapapun yang mau membawanya silahkan pasangkan harga tertinggi kalian!" Teriak Reno dengan lantang.


"Ibu jangan, aku mohon euptttt.....aahhh..ohok...ohok...aahahh ibu apa yang kau masukkan kepada mulutku kenapa aku merasa sangat panas sekali, aahhhh" ucap Kirei yang mulai merasakan efek dari obat p*rangsangan tersebut.


"Baguslah jika kau merasa seperti itu, kau akan menjadi aktif di r*njang nanti, tahanlah dirimu sendiri dan terus berpose yang cantik agar mereka semua memasang harga semakin tinggi untukmu" ucap sang ibu yang terus saja memaksa Kirei dan membuat dia melakukan gaya yang sangat tidak pantas untuk anak seusianya.


Sehingga hal tersebut membuat semua pria mata keranjang yang ada disana berteriak dan bersorak semakin keras, mereka tidak tahan melihat wanita yang masih suci dan segar di hadapannya saat itu.


"Aaahhh... Dia sangat menggoda aku akan menghargainya lima ratus juta!" Teriak salah satu pria yang memasang harga,

__ADS_1


"Aku akan menghargainya enam ratu juta" teriak yang lain menimpali dan menambah harganya.


Sang ibu masih tidak bisa melepaskan Kirei yang lebih muda dari Klara untuk harga serendah itu, sehingga dia semakin membuat Kirei memasang pose lain yang lebih seksi dari sebelumnya.


Sedangkan Kirei terlihat tersiksa dalam keadaan pengaruh obat tersebut di dalam tubuhnya saat itu.


"Aaahh....panas, ibu aku mohon lepaskan aku, jangan berikan aku kepada mereka aku mohon ibu" ucap Kirei sambil menangis menahan nafsu dan keinginan di dalam dirinya yang muncul karena sebuah obat.


"Aku akan memberinya harga delepan ratus juta!" Teriak satu pria dengan sangat lantang,


"CK... Harga murah seperti itu tidak pantas untuk putriku yang cantik, lihatlah wajahnya yang masih kencang seperti ini, tenaga dia bisa lebih mendominasi dirimu, harga yang lebih tinggi lagi" ucap Tini dengan keras.


Disisi lain aku sungguh benar-benar tidak bisa merasa tenang entah kenapa hatiku terus merasa resah dan cemas dengan Kirei hingga tidak lama pak Tino datang dan dia memberikan aku banyak pakaian saat itu, aku langsung saja memberanikan diri untuk meminjam ponsel miliknya saat itu juga.


"Eumm... Pak... Bisakah aku meminjam ponsel milikmu sebentar, aku mohon padamu aku sangat membutuhkan sebuah ponsel karena aku ingin menghubungi adikku" ucapku berkata jujur kepadanya,


"Maafkan aku nona, tetapi anda harus meminta izin kepada tuan Arfanka terlebih dahulu untuk menggunakannya, dan sebaiknya anda mengganti pakaian dahulu sebelum tuan muda kembali dari kantornya beberapa saat lagi" balas pak Tino tidak bisa memberiku pinjam ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2