
Gavin membuka matanya dan menatap tangannya yang tadi digenggamnya dengan perlahan Gavin membuka tangannya dan menatap testpack tersebut. Tubuh Gavin seakan membeku melihat hasil testpack tersebut.
" Mommy.." panggil Gavin sambil menatap mata istrinya seakan tidak percaya.
" Iya daddy, mommy hamil anak kita." ucap dokter Clarissa sambil tersenyum dan memeluk suaminya.
" Terima kasih mommy ini hadiah yang paling indah di antara hadiah lainnya." ucap Gavin sambil membalas pelukan istrinya.
" Bagi mommy, daddy adalah harta berharga buat mommy dari pada harta lainnya karena itulah mommy sangat bahagia bisa memberikan hadiah yang daddy inginkan selama ini." ucap dokter Clarissa sambil membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
" Terima kasih mommy. Mommy sekarang makan masakan buat daddy setelah itu kita pergi ke dokter." ucap Gavin dengan penuh semangat sambil mendorong perlahan tubuh istrinya.
cup
Gavin mengecup bibir istrinya secara singkat karena hatinya sangat bahagia, kini kebahagiaan Gavin sudah lengkap.
" Kita makan bersama ya daddy karena mommy ingin makan bersama daddy." ucap dokter Clarissa dengan nada manja.
" Baik mommy, kita makan bersama." ucap Gavin sambil menoel hidung mancung istrinya.
Merekapun menikmati makanan macaroni panggang buatan Gavin. Gavin membuat empat loyang dua untuk dirinya dan dua lagi dimakan istrinya. Awalnya Gavin menolak karena ingin istrinya memakan tiga macaroni panggang tapi istrinya merajuk dan Gavin yang tidak bisa menolak keinginan istrinya membuatnya menuruti keinginan istrinya.
Selesai makan mereka pergi ke rumah sakit sambil Gavin menggendong anaknya yang bernama Cavin di ikuti oleh baby sister dari belakang.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Dokter Clarissa berbaring di ranjang sedangkan suaminya berdiri sambil menggenggam tangan istrinya.
Perawat menarik dress sampai ke perut milik dokter Clarissa dan ditutupi selimut sampai ke pusar kemudian memberikan gel ke perut dokter Clarissa. Dokter kandungan meletakkan alat yang dihubungkan ke layar untuk melihat janin dokter Clarissa.
" Tuan dan nyonya lingkaran bulat ini adalah janinnya. Selamat buat tuan dan nyonya anaknya kembar dua." ucap dokter tersebut.
" Kembar dua dok?" tanya dokter Clarissa dan Gavin serempak mengulangi perkataan dokter tersebut.
__ADS_1
" Benar nyonya dan tuan dan sekarang usianya sudah 4 Minggu." ucap dokter tersebut menjelaskan ke Gavin dan dokter Clarissa.
" Nanti akan saya berikan penguat kandungan agar janinnya lebih kuat." sambung dokter tersebut.
" Hmm... dokter bolehkah saya bertanya?" tanya Gavin
" Silahkan tuan." Jawab dokter tersebut dengan ramah.
" Apakah kami masih boleh melakukan hubungan suami istri setiap hari?" tanya Gavin karena dirinya tidak ingin menyakiti ke dua anak kembarnya.
Dokter Clarissa mencubit pelan pinggang suaminya sambil menatap dengan tatapan tajam tapi Gavin hanya tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
" Kalau bisa mulai kurangi frekuensinya karena takutnya mempengaruhi janin anak nyonya dan tuan." ucap dokter tersebut.
" Tapi kemarin dan tadi pagi kami melakukan anak kami tidak apa-apa." ucap Gavin yang belum begitu mengerti.
" Tapi alangkah baiknya tuan mengurangi kegiatan suami istri." ucap dokter tersebut.
" Kalau makanan jangan memakan makanan yang mentah atau setengah matang sedangkan untuk minuman di larang minuman alkohol atau minuman bersoda." ucap dokter.
" Baik dok, saya akan mengingatnya." ucap Gavin.
Dokter itu tersenyum sedangkan perawat mengambil dua tissue untuk men lap perut dokter Clarissa yang tadi diberikan gel.
Gavin yang sangat senang istrinya hamil langsung menggendong istrinya dan menurunkannya secara perlahan. Gavin dan dokter Clarissa duduk berhadapan dengan dokter yang hanya dibatasi oleh meja.
Setelah memberikan resep Gavin dan dokter Clarissa keluar ruangan dokter kandungan. Baby sister yang menunggu di luar bersama Gavin langsung di gendong Gavin sambil mengecup pipinya yang chubby.
Mereka menunggu namanya di panggil di apotik setelah namanya dipanggil dan diberikan obat penguat kandungan merekapun berjalan hendak menuju ke arah parkiran mobil namun baru saja beberapa langkah di hadapan Gavin tiba - tiba seorang wanita cantik mantan Gavin datang sambil memeluk lengan pria musuh lamanya yang sudah hampir dua tahun tidak pernah bertemu.
Gavin, mantan kekasihnya dan musuh lamanya sama - sama terkejut karena mereka dipertemukan secara tidak terduga.
" Hei Gavin apa kabar? anak siapa itu?" tanya mantan kekasihnya sambil menunjuk ke arah anak yang bersama Gavin karena anaknya yang bernama Cavin sedang tertidur dengan kepalanya bersandar di dada Gavin.
__ADS_1
" Paling anak wanita itu." ucap pria tersebut dengan nada mengejek.
" Iya benar, secara diakan pria impoten, berarti kamu menikah dengan janda beranak satu ya?" hina mantan kekasihnya.
Tangan Gavin mengepal dengan erat sambil menatap tajam ke arah mereka berdua tapi dokter Clarissa yang sudah tahu tempramen suaminya hanya mengusap punggung suaminya agar bisa meredamkan amarahnya. Gavin memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan amarahnya yang membuncah.
" Memang kami sudah menikah tapi anak ini adalah anak kami, daddy coba perlihatkan anak kita?" ucap dokter Clarissa dengan nada lembut sambil tersenyum menatap wajah suaminya.
Gavin langsung memperlihatkan wajah tampan anaknya Cavin yang sangat mirip dengannya hanya bedanya Gavin versi dewasa sedangkan Cavin versi bayi membuat mantan kekasihnya dan musuhnya membulatkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
" Itu tidak mungkin." ucap mantan kekasihnya dan begitu pula dengan musuh Gavin mereka tidak percaya.
" Itu yang sebenarnya terjadi dan satu lagi kini aku hamil lagi anak kembar dua hasil buah cinta kami." ucap dokter Clarissa sambil membelai perutnya yang masih rata.
" Jadi jangan pernah menghina suamiku inpoten karena suamiku tidak impoten." ucap dokter Clarissa sambil menatap tajam ke arah wanita itu mantan kekasih suaminya.
" Tapi?? bukannya..." ucap mantan kekasihnya terpotong oleh dokter Clarissa.
" Bisa jadi keris milik suamiku hanya mau dengan wanita baik - baik dan tulus mencintainya. Ayo Daddy kita pulang mommy ingin merasakan keris daddy yang membuat mommy mengerang nikmat." ucap dokter Clarissa dengan kalimat vulgarnya.
cup
Dokter Clarissa langsung mengecup bibir suaminya sedangkan Gavin, mantan kekasihnya dan musuh lamanya hanya bengong mendengar ucapan vulgar dokter Clarissa.
" Ayo mommy kita pulang, daddy juga tidak sabar memasukkan keris daddy ke goa milik mommy, lihat mommy milik daddy jadi sesak." ucap Gavin sambil menarik tangan dokter Clarissa dan diarahkan ke kerisnya yang sudah mulai membesar tanpa punya rasa malu sedikitpun.
Mantan kekasihnya dan musuh lamanya ikut menatap milik Gavin dan memang terlihat jelas milik Gavin yang sudah mulai terasa sesak.
" Hei, singkirkan mata kalian, keris ini milikku. Ayo honey kita pulang." omel dokter Clarissa sambil melepaskan tangan Gavin dan menarik tangan Gavin.
Gavin hanya tertawa geli melihat tingkah istrinya yang cemburu dan terlihat sangat menggemaskan bagi Gavin membuat Gavin melepaskan tangannya kemudian memeluk istrinya dari arah samping menggunakan tangan kanannya karena tangan kirinya menggendong Cavin. Mereka pergi meninggalkan mantan kekasih Gavin dan musuh lamanya.
Lagi - lagi mantan kekasihnya dan musuh lamanya sangat terkejut karena baru kali ini melihat pertama kalinya melihat Gavin tersenyum bahagia terlebih mantan kekasihnya tidak pernah melihat Gavin tersenyum hanya memperlihatkan wajah datarnya dan tatapan dinginnya.
__ADS_1