Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Menyamar Menjadi Gadis Culun.


__ADS_3

Karen hanya menatap suaminya dengan kesal membuat David tersenyum geli karena sifat istrinya benar - benar mirip wanita yang dinikahinya sekarang.


" Semenjak kamu meninggal aku mengurus anak kita Daka tanpa memikirkan wanita lain karena cintaku hanya untuk istriku." ucap David berkata jujur.


Karen menatap mata suaminya dan tidak ada kebohongan di matanya.


" Aku percaya." Jawab Karen sambil tersenyum.


" Percaya dari mana?" tanya David bingung


" Dari mata honey." Jawab Karen


David tersenyum dan mendorong tubuh Karen perlahan ke arah ranjang dan merekapun melakukan kegiatan panas secara berulang-ulang.


" Honey aku lelah." Ucap Karen sambil memejamkan matanya.


" Sebentar lagi sayang." Jawab David sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


Karen hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan suaminya sesuka hati memainkan tubuhnya hingga lahar milik David keluar barulah David berhenti.


" Terima kasih sayang, setelah bertahun - tahun akhirnya aku melakukan hubungan suami istri bersamamu." ucap David sambil memeluk istrinya.


Karen hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan suaminya dengan bersandar di dada bidang suaminya sebagai bantalannya.


xxxxxxx


Malam berganti pagi, Karen perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang sedang tertidur pulas.


" Kalau tidur seperti ini mirip bayi yang menggemaskan." Ucap Karen sambil membelai wajah tampan suaminya.


grep


" Honey." panggil Karen terkejut karena tiba - tiba suaminya menind*hnya.


" Salah siapa mengganggu tidurku." Bisik David


Merekapun melakukan kegiatan panasnya di pagi hari dan Karen hanya bisa pasrah karena dirinya tahu suaminya hasratnya sangat tinggi.


skip


Kini mereka sudah memakai pakaian dan turun ke lantai satu dan tampak asisten setianya Ronald sedang memangku putri tunggalnya dan di hadapannya duduk tuan muda Daka.


" Selamat pagi tuan besar dan nyonya besar." Sapa Ronald


" Pagi kak Ronald." Jawab Karen sambil tersenyum dan duduk di samping Daka.


cup


Pagi mommy." panggil Daka sambil mengecup pipi mommy Karen


Karen tersenyum dan mencium pipi Daka.


cup


" Selamat pagi Daka sayang." Jawab mommy Karen


cup


" Pagi daddy." sapa Daka sambil mengecup pipi daddy David.

__ADS_1


cup


" Selamat pagi Daka sayang." Jawab daddy David sambil membalas kecupan Daka di pipinya yang gembul.


Mommy Karen mengambil makanan untuk suaminya terlebih dahulu kemudian di lanjutkan ke Daka dan putri semata wayangnya Ronald barulah ke dirinya.


" Siapa namanya cantik?" tanya mommy Karen.


" Clarissa nyonya besar." Jawab Ronald menirukan suara anak kecil.


" Namanya cantik secantik orangnya." Puji mommy Karen


" Terima kasih nyonya besar." Jawab Ronald lagi - lagi menirukan suara anak kecil.


" Panggil tante saja." Pinta mommy Karen


" Maaf nyonya besar saya tidak berani." Jawab Ronald.


" Daddy, bolehkah Clarissa memanggilku Tante atau mommy?" tanya mommy Karen tanpa menjawab ucapan Ronald.


" Tante saja." Jawab daddy David


" Kak Ronald dengarkan ucapan suamiku?" tanya mommy Karen.


" Dengar nyonya besar." ucap Ronald


" Bagus, sekarang mari kita makan." Ucap mommy Karen


Merekapun makan tanpa ada yang bicara, dua puluh menit kemudian akhirnya mereka selesai makan bersama.


" Kak Ronald dan Clarissa untuk sementara tinggal di sini saja agar aku juga bisa melihat Clarissa di rawat oleh baby sister."ucap mommy Karen


" Aku tidak merasakan repot untuk merawat Clarissa ." ucap mommy Karen


" Turuti saja permintaan istriku Ronald kamu juga tenang jika ada yang mengawasi anakmu." Ucap daddy David.


" Baik tuan besar." Jawab Ronald pasrah.


Dirinya tidak ingin merepotkan istri bosnya tapi Ronald tahu kalau istri bosnya tidak bisa di bantah.


" Oh iya honey, aku ingin kuliah lagi bolehkah?" Pinta mommy Karen


" Kenapa ingin kuliah lagi?" tanya daddy David dengan nada bingung.


" Pemilik tubuh ini memintaku untuk kuliah lagi dan menyamar menjadi gadis culun." ucap mommy Karen sambil menatap wajah tampan suaminya


Daddy David menatap mata mommy Karen dan tidak ada kebohongan di matanya.


" Kadang aku bingung benarkah orang yang sudah meninggal dan rohnya bisa masuk ke tubuh orang lain seperti cerita dongeng." Ucap daddy David.


" Itulah yang terjadi honey, awalnya saja aku tidak percaya jika rohku masuk ke tubuh gadis culun tapi itulah yang terjadi." ucap mommy Karen


" Oh iya kalau mommy nanti kuliah namaku bukan Karen tapi Elisabeth sesuai nama pemilik tubuh ini." sambung mommy Karen.


" Daddy akan ingat itu." Ucap daddy David


" Oh iya hari ini mommy akan daftar kuliah dulu." ucap mommy Laras


" Ok. Daddy berangkat kerja dulu." Ucap daddy David sambil berdiri dan berjalan menuju ke pintu utama dengan diikuti oleh Ronald.

__ADS_1


" Tolong jaga putriku." Perintah Ronald sambil menyerahkan putri semata wayangnya ke baby sister.


" Baik tuan." Jawab baby sister sambil menggendong bayi mungil tersebut.


cup


" Kalau kuliah hati - hati dan ingat sudah menikah dan jaga mata jangan jelalatan." perintah daddy David sambil mengecup kening istrinya.


" Tenang daddy, mommy kan berpenampilan culun jadi tidak ada yang melirik mommy. Justru suamiku yang sangat tampan matanya jangan jelalatan dan ingat sudah menikah." ucap mommy Karen


" Tenang mommy, daddy tipe suami setia hanya saja para wanita yang mengejar - ngejar daddy." ucap daddy David


" Mommy percaya sama daddy dan ingat jangan di lepas cincin pernikahan kita." Pinta mommy Karen.


" Tenang saja sayang, cincin pernikahan dari awal kita menikah sampai sekarang tidak akan pernah daddy lepas. Cincin yang mommy pakai juga itu cincin waktu pertama kali kita menikah." ucap mommy Karen.


" Ok. Daddy berangkat dulu." Jawab daddy David.


" Hati - hati honey." Jawab mommy Karen.


Daddy David hanya tersenyum kemudian mengecup kening Karen lagi kemudian kening putra semata wayangnya kemudian pergi meninggalkan Karen dan putra semata wayangnya.


" Bibi, tolong ikuti saya." Pinta mommy Karen pada kepala pelayan.


" Baik nyonya besar." Jawab kepala pelayan.


Mommy Karen menggendong Daka dan berjalan ke arah kamarnya dengan di ikuti kepala pelayan.


" Daka sayang, Daka duduk di sini dulu ya sama bibi? mommy mau ganti pakaian dulu." Ucap mommy Karen sambil meletakkan Daka di sofa.


" Baik mommy." Jawab Daka patuh.


Mommy Karen mengambil pakaian dan mengganti pakaian cupu kemudian mommy Karen berdandan sebagai gadis cupu.


" Nyonya besar, kenapa nyonya besar yang sangat cantik berdandan sebagai gadis cupu?" tanya kepala pelayan.


" Ih mommy jadi jelek." ucap Daka sambil cemberut


" Mommy lagi menyamar jadi wanita culun dan sebentar lagi berangkat ke kampus." ucap mommy Karen menjelaskan ke putranya dan juga ke kepala pelayan.


" Tapi kalau pulang dari kampus jangan seperti ini mommy." Protes Daka


" Memang kenapa sayang?" tanya mommy Karen sambil menatap Daka.


" Daka tidak suka jelek." ucap Daka jujur.


" Iya sayang pulang dari kampus, mommy langsung berubah tidak jadi gadis culun lagi." Janji mommy Karen


" Janji ya mommy." pinta Daka.


" Mommy janji sayang, Daka sama bibi ya? jangan nakal mommy hanya sebentar pergi ke kampus." ucap mommy Karen


" Daka tidak pernah nakal mommy." Jawab Daka


" Anak pintar, mommy berangkat dulu ya? bibi titip Daka ya?" pinta mommy Karen sambil berdiri dan menggendong Daka.


" Baik nyonya, tuan muda Daka gendong sama bibi ya?" pinta kepala pelayan.


" Baik bi." Jawab Daka sambil ke dua tangan nya di angkat ke atas.

__ADS_1


Kepala pelayan menggendong Daka dan mengantar nyonya besar sampai ke garasi mobil.


__ADS_2