Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Kerinduan David


__ADS_3

" Maaf ada apa ya?" tanya Karen bingung


" Nona telah berani menculik tuan muda kami." ucap salah satu bodyguard tersebut.


" Menculik tuan muda? tuan muda mana?" tanya Karen dengan nada bingung.


" Itu yang nona gendong itu adalah tuan muda Daka, tangkap mereka berdua." ucap bodyguard mengulangi perkataannya.


" Tunggu, kami tidak menculiknya, aku menemukan tuan muda Daka sedang dimarahi oleh seorang gadis dan membuat tuan Daka menangis. Kalau tidak percaya tanya saja sama tuan muda Daka." Ucap Karen


Daka yang sedang menikmati pelukan mommynya langsung mengangkat wajahnya kemudian memalingkan wajahnya ke arah bodyguard tersebut dengan tatapan tajam.


" Mommy tidak jahat, jangan tangkap mommy dan om Albert." Perintah Daka


" Maaf tuan muda, siapa yang jahat?" tanya bodyguard itu dengan nada sopan.


" Gadis jelek itu yang memarahi Daka sampai Daka menangis untung mommy datang dan membantu Daka." ucap Daka sambil menunjuk gadis itu yang bernama Bertha yang sedang berjalan mendekati Albert sedangkan Daka memeluk mommynya kembali sambil merebahkan kepalanya.


Salah seorang bodyguard langsung memberikan kode ke temannya, mereka yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya.


Ponsel milik Albert berdering dan Albert langsung mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Hallo." Panggil Albert


" Albert tolong ke rumah sakit ayah mengalami kecelakaan." ucap ibunya Elisabeth.


" Apa??? baik Bu, kami akan berangkat ke rumah sakit." Jawab Albert.


" Apakah kamu bertemu dengan Karen? aku hubungi tidak bisa." ucap ibunya Elisabeth


" Ada Bu, dia bersamaku." ucap Albert


" Baik, kasih tahu ke Elisabeth untuk datang ke rumah sakit." ucap ibunya Elisabeth.


" Baik Bu." Jawab Albert.


Tut tut tut tut tut


Panggilan komunikasi langsung terputus, Albert menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.


" Elisabeth ponselmu tidak aktif?" tanya Albert.


" Oh iya tadi ponselnya aku buat off, sebentar aku nyalakan lagi." Ucap Karen sambil menekan tombol power agar ponselnya aktif kembali.


" Elisabeth, ayah mengalami kecelakaan kita berangkat sekarang." ucap Albert.

__ADS_1


" Apa?? Baik kita berangkat ke rumah sakit." Ucap Karen dengan nada panik.


" Daka, sama paman itu ya? mommy mau ke rumah sakit." bujuk Karen dengan nada lembut.


" Tidak mau mommy, Daka masih kangen dengan mommy." Jawab Daka sambil mengangkat kepalanya dan menatap Karen dengan mata mulai berembun tanda ingin menangis.


" Aduh bagaimana ini? aku tidak tega melihat Daka sedih." Ucap Karen


" Ya sudah, kamu temani anak itu nanti kamu nyusul." Usul Albert sambil berjalan meninggalkan mereka.


" Tuan muda, kemana saja daddy dan paman mencarimu." ucap seorang pria


Karen merasa familiar dengan suara pria itu membuat Karen mengalihkan pandangannya ke arah pria itu.


" Ronald?" panggil Karen


" Nyonya Karen..." panggil Ronald dengan nada terkejut.


" Apakah anak ini anakku dengan David?" tanya Karen


" Ya benar, tapi bukankah nyonya Karen sudah.." ucap Ronald tidak melanjutkan perkataannya.


Tiba - tiba ponsel Karen berdering dan Karen langsung mengangkat ponselnya.


" Elisabeth, ayahmu semakin kritis kamu ke sini cepat." ucap ibunya dengan nada panik.


" Baik Bu, aku berangkat sekarang." ucap Karen


" Daka sayang, gendong sama paman Ronald ya?" bujuk Karen dengan mata memerah menahan air matanya agar tidak keluar.


Sungguh Karen merasa dilema di satu sisi dirinya masih merindukan Daka anaknya dan ingin berlama-lama dengan anak yang selama ini dirindukan tapi di sisi lain pemilik tubuhnya menginginkan agar Karen memberikan kekuatan dan hiburan agar ibunya tidak terlalu bersedih.


Daka yang menatap mommynya menahan air mata membuat Daka tidak tega.


" Baik mommy, tapi mommy jangan lama - lama ya perginya." ucap Daka sambil memegangi ke dua pipi Karen dengan tangan mungilnya.


" Ronald, titip Daka. Aku pergi dulu ada suatu yang tidak bisa aku tinggalkan." ucap Karen sambil memberikan Daka ke Ronald.


" Baik nyonya." Jawab Ronald seakan tidak percaya sambil menggenggam tuan muda Daka.


Karen berjalan dengan cepat hatinya terasa sakit meninggalkan Daka anak yang selama ini dirindukan tapi di sisi lain dirinya tidak tega dengan pemilik tubuhnya yang merasa sedih jika Karen tidak mengikuti keinginannya.


Sepeninggal Karen, seorang pria tampan mendekati Ronald dan Daka.


" Anak daddy." Panggil pria itu

__ADS_1


" Daddy, gendong." ucap Daka manja


Pria itu tersenyum kemudian menggendong anak semata wayangnya.


" Maaf tuan, kita apakan nona ini?" tanya salah satu bodyguard dengan nada sopan.


" Memang ada apa?" tanya pria itu.


" Gadis jelek itu yang memarahi Daka sampai Daka menangis untung mommy datang dan membantu Daka." ucap Daka yang menjawab pertanyaan daddynya sambil menunjuk gadis itu yang bernama Bertha.


" Hai bocah nakal, kamu mau kakak tampar hah!!!" bentak Bertha tanpa sadar dirinya dalam bahaya.


" Bawa ke markas." Jawab pria itu dengan nada dingin.


" Baik tuan." Jawab bodyguard tersebut.


" Hei lepaskan brengs*k!!" bentak Bertha


" Bersuara lagi nona akan kami tembak." ucap bodyguard sambil membuka jasnya dan memperlihatkan pistol yang di simpannya di pinggang bodyguard.


Bertha yang melihat pistol langsung terdiam karena dirinya sangat takut. Bertha pun di bawa pergi oleh dua orang bodyguard.


" Sayang, tadi kok sebut nama mommy?" panggil pria itu penasaran.


" Daddy, tadi ada mommy gendong Daka waktu Daka menangis." ucap Daka


" Sekarang mommynya kemana?" tanya pria itu


" Mommy pergi ke rumah sakit, daddy kita susul mommy." pinta Daka sambil menatap daddynya.


" Ronald." Panggil pria itu.


" Maaf tuan David, tadi ada gadis yang sangat mirip dengan nyonya Karen dan nyonya Karen memanggilku dan juga menanyakan Apakah anak ini anakku dengan David? dan Daka sayang, gendong sama paman Ronald ya? dan nona Karen juga mengatakan Ronald, titip Daka. Aku pergi dulu ada suatu yang tidak bisa aku tinggalkan." ucap Ronald menirukan ucapan Karen.


" Tapi bukankah kata kalian istriku sudah meninggal karena menyumbangkan ke dua ginjal, ke dua mata dan jantung untukku?" tanya David menatap tajam ke arah Ronald.


" Benar tuan, saya juga bingung karena nona tadi benar-benar mirip nona Karen. Apakah mereka kembar? tapi kenapa bisa kenal denganku dan juga tuan?" ucap Ronald.


" Kita ke rumah sakit sekarang." ucap David sambil berjalan meninggalkan Ronald dan para bodyguard.


Ronald dan para bodyguard berjalan cepat mengikuti tuan David menuju ke parkiran mobil.


( " ***Kenapa aku berharap kalau istriku masih hidup? padahal jelas - jelas aku tahu kalau istriku sudah meninggal tapi aku penasaran benarkah dia istriku?" tanya David dalam hati ).


( " Pantas saja dari tadi jantungku berdetak kencang dan merasakan aura istriku berada di daerah ini. Akhhhhh... walau kembar aku tidak perduli yang penting bisa mengobati kerinduanku pada istriku dan aku harap bisa bertemu dengannya karena aku sangat merindukan istriku dan wanita itu sebagai pengganti kerinduanku." ucap David dalam hati*** ).

__ADS_1


__ADS_2