Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Memberikan Pelajaran


__ADS_3

" Kita berharap saja istri dan ke dua janinnya baik - baik saja." ucap Federick


" Aku juga berharap seperti itu." ucap Daddy David.


" Siapa mereka?" tanya Federick


Daddy David pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Federick yang mendengarnya menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.


Walau mommy Karen hanya sahabat istrinya tapi Federick sudah menganggap mommy Karen sebagai adiknya karena Federick menyadari kalau sahabat istrinya sangat baik dan tulus mencintai baik sama pasangannya dan juga sama sahabatnya sedangkan dengan David, Federick menganggap David sebagai saudaranya karena itulah siapa saja yang mengganggu saudaranya maka jiwa psycopath Federick akan muncul.


" Itulah yang terjadi." ucap daddy David mengakhiri ceritanya.


" Dua gadis itu harus diberi pelajaran." ucap Federick dengan nada dingin.


" Paman Federick kenapa dua gadis diberi pelajaran? memang belum sekolah?" tanya Daka polos


Paman Federick yang awalnya wajahnya datar dan dingin wajahnya langsung berubah menahan tawa sambil menatap sahabatnya Daddy David sedangkan yang di tatap hanya menepuk keningnya karena dirinya lupa kalau anaknya yang sedang duduk di pangkuannya.


" Paman Federick kenapa menahan tawa memangnya pertanyaan Daka lucu ya?" tanya Daka dengan nada bingung sambil jari telunjuk kanannya menempel di keningnya seperti orang sedang berfikir.


" Pffftttt hahahaha.." tawa Federick pecah melihat ucapan polos ponakannya.


Daddy David hanya tersenyum melihat sahabatnya tertawa. Awalnya penuh dendam ingin membalas ke dua gadis tersebut kini berubah menjadi tawa karena ulah polos Daka.


" Aku tidak menyangka anakmu sangat menggemaskan." ucap Federick setelah selesai tertawa.


" Iya benar, aku baru ingat kalau berbicara jangan di depan putraku." bisik daddy David.


Daka hanya menatap paman Federick kemudian menatap daddy David dengan serius. Telinga tajam Daka dapat mendengar ucapan daddy David walau berupa bisikkan.


" Daddy, kenapa kalau berbicara jangan di depanku?" tanya Daka sambil menatap daddy David dengan wajah memerah menahan air matanya.


" Maaf sayang daddy salah bicara." ucap daddy David sambil mengecup pipi gembul putranya.


( " Aduh aku baru ingat kalau putraku telinganya sangat tajam jadi walau berbisik pun pasti kedengaran." ucap daddy David dalam hati ).


" Benarkah daddy?" tanya Daka


" Benar sayang, hmm... Daka sukanya adik laki - laki atau perempuan?" tanya daddy David mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Laki - laki dan perempuan daddy." Jawab Daka

__ADS_1


" Memang kenapa?" tanya daddy David


" Biar Daka dan adik Daka yang laki - laki melindungi adik kami yang perempuan." Ucap Daka


Daddy David hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tidak berapa lama pintu ruang UGD terbuka.


ceklek


Mommy Sandra membuka pintu ruang ugd dan berjalan mendekati suaminya dan daddy David.


" Bagaimana keadaan istriku?" tanya daddy David sambil berdiri dan berjalan mendekati mommy Sandra begitu pula dengan daddy Federick.


" Karen dan kandungannya tidak apa-apa hanya saja Karen harus hati-hati jangan sampai pendarahan lagi." Ucap mommy Sandra


" Aku ingin melihat istriku." ucap daddy David


" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, oh iya aku mau ganti pakaian dulu." ucap mommy Sandra karena pakaian dokter yang dikenakan terkena bercak darah Karen.


" Ok." Jawab mereka serempak


Mommy Sandra berjalan meninggalkan mereka menuju ke ruang ganti dokter karena kebetulan rumah sakit itu milik suaminya Federick. Tidak berapa dua perawat keluar dari ruangan ugd sambil mendorong brankar di mana mommy Karen sedang berbaring dan masih setia memejamkan matanya menuju ke ruang perawatan VVIP.


Daddy David duduk di kursi di samping ranjang istrinya sambil memangku Daka sedangkan Federick duduk di sofa bersama dua putra kesayangan.


" Daddy kenapa mommy masih tidur?" tanya Daka


" Iya sayang, mommy lagi tidur. Coba Daka bangunin mungkin mommy bangun." ucap daddy David


" Daddy tolong dudukkan Daka di samping ranjang mommy." pinta Daka


Daddy David menuruti keinginan putranya setelah Daka duduk Daka mengusap wajah mommy Karen dengan ke dua tangan mungilnya.


" Mommy bangun, daddy kasihan mommy nangis terus seperti anak kecil. Daka saja masih kecil jarang nangis." ucap Daka polos


Daddy David dan Daddy Federick yang mendengar ucapan polos Daka hanya bisa menahan tawa betapa menggemaskan Daka.


" David, boleh tidak ponakanku yang tampan ini aku gigit pipinya." ucap daddy Federick yang gemas dengan ucapan polos Daka.


" Boleh kamu sebelah kiri dan aku sebelah kanan." ucap daddy David tersenyum jahil.


" Mommy... huwaaa... Daka mau di gigit dua raksasa." Ucap Daka sambil menangis dan memeluk mommy Karen.

__ADS_1


Mommy Karen yang masih ada pengaruh obat bius terpaksa membuka matanya dan membalas pelukan putranya.


" Kenapa Daka menangis?" tanya mommy Karen dengan nada lirih.


" Mommy, masa daddy dan paman Hendrik mau menggigit pipi Daka." adu Daka


Mommy Karen melirik sekilas ke arah suaminya kemudian ke arah Federick. Mereka berdua hanya tersenyum dan mommy Karen tahu mereka sangat gemas dengan Daka.


" Daddy dan paman Hendrik hanya bercanda sayang." ucap mommy Karen dengan nada lembut sambil membelai rambut Daka.


" Benarkah mommy? tanya Daka sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik mommynya.


" Benar sayang." Jawab mommy Karen


Tiba - tiba pintu ruang perawatan terbuka dan semua orang menatap pintu ruangan VVIP untuk melihat siapa yang membuka pintu tersebut dan ternyata mommy Sandra.


" Mommy." Panggil ke dua putranya sambil berlari mengejar mommynya.


" Hallo sayang." ucap mommy Sandra sambil ke dua tangannya menggandeng ke dua anak kembarnya.


" Mommy, daddy mau pergi ada urusan." ucap daddy David sambil mengecup keningnya.


" Baik dad, hati - hati di jalan." ucap mommy Karen


" Baik mommy." ucap daddy David sambil berjalan keluar ruangan VVIP.


" Mommy, daddy mau pergi ada keperluan yang mesti daddy kerjakan." pamit daddy Federick


" Keperluan apa dad?" tanya mommy Sandra


" Daddy mau membuat obat herbal untuk Karen agar kandungannya semakin kuat karena Karen sedang hamil dan anaknya kembar seperti anak kita." Ucap daddy Federick


" Baiklah, hati - hati di jalan." ucap mommy Sandra


" Baik, kamu juga jaga kesehatan dan kalau ada apa-apa kabarin daddy." ucap daddy Federick.


Mommy Sandra hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan daddy Federick pun keluar dari ruang perawatan VVIP untuk menyusul daddy David.


Daddy Hendrik berjalan dengan cepat dan akhirnya bisa menyusul daddy David yang sengaja berjalan dengan lambat.


" Aku sudah menebak kamu pasti nyusul." tebak daddy David.

__ADS_1


" Hehehehe benar, aku ingin ikut menyiksa karena sudah lama aku tidak pernah menyiksa." ucap Federick dengan nada santai.


" Tapi sebelum aku mengukir tubuh mulusnya aku ingin memberikan pelajaran ke mereka tapi apa ya?" tanya daddy David sambil berfikir.


__ADS_2