
" Unda dan Ayah kenapa lama?" tanya Clarissa
" Maafkan kami sayang tadi kami mandi dulu." Ucap Clarissa sambil menggendong Clarissa kecil.
Clarissa kecil hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Bunda sekarang mandikan Clarissa ya?" tanya Tamara
" Baik unda." Jawab Clarissa kecil.
cup
" Anak pintar." Ucap Tamara sambil berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan Ronald sendirian.
Ronald menghubungi seseorang untuk membawa pakaian ganti untuk dirinya dan juga untuk putri semata wayangnya setelah selesai menghubungi Ronald menaruh kembali ponselnya di meja. Ronald duduk di ranjang Tamara masih menggunakan handuk karena dirinya tidak mau memakai pakaian semalam yang dipakainya.
" Rasanya enak kalau aku dan Tamara menikah sudah ada yang mengurusku dan juga putriku." Ucap Ronald.
Ronald menatap sekeliling kamar tersebut, kamar minimalis dan tempatnya rapih tidak berantakan. Tidak berapa lama Tamara membuka pintu sambil menggendong Clarissa kecil dengan berbalut handuk.
" Kak Ronald maaf bisa keluar sebentar aku mau ganti baju." pinta Tamara sambil menurunkan Clarissa kecil.
" Kenapa aku keluar akukan sudah melihat semua yang ada di tubuhmu." Ucap Ronald vulgar.
" Kak Ronald." ucap Tamara dengan nada kesal dan wajah memerah menahan malu.
Ronald tersenyum melihat Tamara seperti itu karena membuat dirinya menjadi gemas.
" Gantilah aku akan tetap di sini." ucap Ronald.
Tamara hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian berjalan ke arah lemari. Tamara memilih pakaian dress berikut ********** kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
" Clarissa sayang duduk di tempat tidur ya, ayah mau membantu bunda memakaikan baju." ucap Ronald
" Aik ayah." Jawab Clarissa kecil.
Ronald tersenyum menyeringai kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah lebar. Pintu kamar mandi tidak terkunci dengan perlahan Ronald mendorong pintu kamar mandi dan melihat Tamara sedang menung***g Ronald langsung melepaskan handuknya kemudian memasukkan kembali adik kecilnya ke tubuh Tamara sambil ke dua tangannya memainkan dua gunung kembar milik Tamara.
jleb
" Ahhhh... kak Ronald ahhhh... apa yang ahhhh... kak Ronald lakukan sstttt.... ahhh." Ucap Tamara sambil mendesah.
__ADS_1
" Menurutmu?... maaf sayang punyamu enak banget." bisik Ronald.
Entah kenapa sejak melakukan pertama kali dengan Tamara, Ronald menjadi ketagihan dengan tubuh Tamara tidak seperti dulu waktu menikah dengan ibunya Elisabeth. Ronald hanya melakukan beberapa kali itupun bisa di hitung dengan jari. Ronald mengingat akan masa lalu Ronald
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Istrinya selalu memakai pakaian lingerie tapi Ronald tidak terpengaruh sedikitpun setiap di tanya Ronald selalu mengatakan tubuhnya sangat lelah. Selama dua bulan hubungan suami istri menjadi renggang karena jarang berkomunikasi dan istrinya selalu meminta hubungan suami istri tapi Ronald selalu beralasan yang sama hal itu membuat istrinya ingin mengajukan cerai dan ternyata Ronald menyetujuinya keputusan istrinya karena dirinya belum bisa melupakan Clarissa.
Ketika mereka berangkat ke sidang pengadilan agama istrinya pingsan dan membuat Ronald membatalkan pergi ke pengadilan agama dan mengendarai mobil menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Ronald membawa istrinya ke ruang ugd. Setelah lama menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan ugd.
" Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya Ronald
" Keadaan istri tuan baik - baik saja." ucap dokter tersebut.
" Lalu kenapa pingsan dok?" tanya Ronald
" Istri tuan hamil, selamat tuan dan untuk mengetahui berapa usia kehamilan tuan bisa menanyakan ke dokter kandungan." Jawab dokter tersebut sambil tersenyum.
" Hamil dok?" tanya Ronald dengan nada terkejut.
" Iya hamil, apa tuan tidak menyukai kalau istri tuan hamil?" tanya dokter tersebut dengan heran.
" Baik, kalau begitu saya permisi dulu sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.
" Baik dokter, terima kasih dok." Ucap Ronald
Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan pergi meninggalkan Ronald.
" Berarti kami tidak bisa bercerai." keluh Ronald
Tidak berapa lama pintu ruang ugd terbuka tampak dua perawat mendorong brankar menuju ke ruang perawatan. Ronald hanya mengikuti brankar dengan pikiran melayang entah kemana.
Ronald duduk di kursi di samping ranjang istrinya sambil menatap istrinya.
" Apa yang terjadi?" tanya istrinya
" Kamu baik - baik saja." Ucap Ronald
" Kenapa aku bisa pingsan?" tanya istrinya
__ADS_1
" Kamu hamil." Jawab Ronald
" Apa kita jadi bercerai?" tanya istrinya dengan menatap sendu ke arah suaminya.
" Tidak, kita mulai dari awal lagi." Ucap Ronald dengan nada dingin dan datar.
" Baiklah." Jawab istrinya pasrah karena dirinya tahu suaminya tidak mencintai dirinya.
Pulang dari rumah sakit Ronald bersikap seperti biasanya dan istrinya hanya bisa pasrah mau di bawa kemana pernikahan mereka. Selama tiga bulan tetap sama seperti dulu Ronald tidak pernah menyentuh dirinya hingga di bulan ke empat istrinya tidak tahan lagi dan langsung berbicara dengan suaminya di saat suaminya sedang memainkan ponselnya di ruang tamu.
" Kak Ronald boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya istrinya
" Silahkan." Jawab Ronald singkat sambil mengutak atik ponselnya tanpa memandangi istrinya.
Istrinya hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap wajah suaminya.
" Kak Ronald, jika kak Ronald tidak bahagia menikah denganku aku tidak apa - apa jika kita bercerai, aku akan mengurus sendiri anak kita dan jika kak Ronald ingin melihatnya aku tidak akan melarang." ucap istrinya sambil menahan rasa resak di hatinya.
Ronald menghentikan kegiatannya kemudian menatap wajah istrinya.
" Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Ronald
" Aku tahu kak Ronald tidak mencintaiku jadi buat apa mempertahankan pernikahan kita." ucap istrinya.
Ronald hanya diam mendengarkan ucapan istrinya.
" Selama kita menikah kak Ronald tidak pernah menyentuhku apakah ini yang di sebut pernikahan? namanya pernikahan itu harus ada hubungan suami istri." Ucap istrinya.
" Baiklah kalau itu maumu." Ucap Ronald sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Ronald langsung menggendong istrinya ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar. Mereka akhirnya melakukan hubungan suami istri membuat istrinya bahagia sedangkan Ronald membayangkan tubuh Clarissa.
Setelah mengeluarkan laharnya Ronald langsung menarik adik kecilnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ronald keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sedangkan istrinya dengan sengaja berjalan dengan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benangpun berjalan menuju ke arah kamar mandi tapi entah kenapa adik kecil Ronald diam seperti tidak memberikan respon dengan tubuh polos istrinya.
Empat bulan Kemudian
Sejak kejadian itu Ronald berusaha memperhatikan istrinya membuat istrinya sangat senang walau tanpa ada hubungan suami istri tapi istrinya tidak mempermasalahkan hal itu asalkan suaminya perduli pada dirinya dan juga anak yang dikandungnya.
Hingga di bulan ke empat usia kandungan istrinya sembilan bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.
__ADS_1
" Kak Ronald tidak kerja?" tanya istrinya.