
" Berarti pelakunya Valen." Ucap Sandra sambil menahan emosinya.
" Iya benar." Jawab Clarissa
"Aku akan membunuh wanita ular itu." ucap Sandra sambil menahan emosinya.
" Sstttt sudah nanti kedengaran orang lain." Bisik Karen
" Iya benar kata Karen, tenang saja aku akan membantumu untuk membalas dendam." Ucap Clarissa
" Aku juga akan membantumu tapi sekarang kita fokus dulu untuk pemakaman adikmu." Ucap Karen.
Singkat cerita Sandri kini sudah dikuburkan hanya ke tiga gadis itu yang masih setia di kuburan yang tanahnya masih memerah dan bunga - bunga yang tadi sudah di tabur di pemakaman. Sandra menangis di pusara adik tercintanya di temani oleh ke dua sahabatnya.
" Sudahlah San, jangan menangis adikmu pasti sedih kalau kakaknya menangis terus. Aku ngerti banget bagaimana kehilangan adik kembar karena aku pernah mengalaminya." Ucap Karen berusaha menghiburnya sambil mengusap bahu kanan Sandra.
" Benar kata Karen, kamu harus jaga kesehatan nya dan kami juga harus jaga kesehatan agar besok bisa membalas dendam terhadap Valen." Ucap Clarissa sambil mengusap bahu kiri Sandra.
" Benar katamu kita harus menjaga kesehatan agar besok tubuh kita fit dan bisa menjalankan rencana kita untuk membalas dendam terhadap Valen wanita ular itu." Jawab Sandra dengan kilatan amarah yang teramat sangat.
Sandra sangat menyayangi adiknya begitu pula dengan Sandri sangat sayang terhadap kakaknya. Mereka tumbuh bersama dan jarang bertengkar ataupun mempunyai rasa iri satu sama lain.
Walau adiknya yang bernama Sandri akan menikah dirinya tidak masalah toh jodoh tidak ada yang tahu jadi dirinya tidak mempermasalahkan sama seperti Karen begitu juga karena itulah Sandra dan Karen sangat marah dan dendam ketika adiknya terbunuh.
" Kalian tidur di rumahku ya?" Pinta Sandra yang matanya masih sembab karena masih menangis.
" Iya tenang saja aku akan tidur di rumahmu." Ucap Karen
" Aku juga akan tidur denganmu." Ucap Clarissa.
" Terima kasih kalian berdua memang sahabat sejati ku." ucap Sandra
" Namanya sahabat begitu San, di saat sedih dan bahagia selalu ada." Ucap Karen
" Iya benar Kata Karen jika sahabat mengalami kesedihan maka kita harus menghiburnya." Ucap Clarissa
" Benar kata kalian dan aku sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian." Ucap Sandra sambil memeluk ke dua sahabatnya.
" Kami juga sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian." Ucap Karen dan Sandra bersamaan mengikuti ucapan Sandra sambil membalas pelukan Sandra.
Tiga sahabat saling berpelukan dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya. Mereka berdiri dan berjalan ke luar dari area pekuburan menuju ke parkiran mobil.
" Kalian maukan menemani tidur?" tanya Sandra
__ADS_1
" Mau." Jawab Karen dan Sandra serempak
" Sekali lagi terima kasih." Ucap Sandra.
Kini mereka berada di dalam mobil Karen mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sedangkan Sandra dan Clarissa duduk di belakang pengemudi itu juga atas permintaan Karen mengingat Sandra masih sedih dan butuh sandaran agar mengurangi kesedihan Sandra.
Untunglah jalan raya tidak begitu ramai hanya membutuhkan waktu kurang setengah jam mereka sudah sampai di mansion Sandra. Mereka langsung membersihkan diri dan beristirahat karena besok merupakan hari di mana pembalasan di mulai.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, Seperti biasa pagi - pagi ke tiga gadis itu sudah bangun pagi.
" Oh iya ini pakaian ganti kalian dan kalian bisa mandi di kamar sebelah karena kamar sebelah kanan dan kiri kosong." Ucap Sandra sambil memberikan satu stel pakaian miliknya dan handuk ke Karen dan Clarissa.
" Ok." Jawab Karen dan Clarissa singkat sambil menerima pakaian berikut handuk.
Mereka keluar dari kamar Sandra untuk mandi di kamar sebelah. Karen mandi di kamar sebelah kiri sedangkan Clarissa mandi di kamar sebelah kanan.
Kini mereka sudah selesai mandi dan berpakaian. Mereka sarapan pagi terlebih dahulu selesai sarapan pagi mereka berjalan ke kamar Sandra dan duduk di ranjang bersama - sama.
" San, aku pinjam laptopmu." Pinta Karen
Sandra memberikan laptopnya kemudian Karen mulai mengutak atik laptopnya untuk meretas cctv di mansion untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh Valen saat ini.
Setelah beberapa lama Karen berhasil meretas cctv, mereka melihat Valen sedang bersiap untuk pergi.
" Ok." Jawab ke dua sahabatnya singkat.
" Clarissa, kamu yang nyetir mobil ya." Pinta Karen
" Ok." Kata Clarissa singkat
Clarissa duduk di kursi pengemudi, Sandra duduk di samping pengemudi sedangkan Karen duduk di belakang kursi pengemudi sambil melihat pergerakan Valen yang sudah keluar dari mansion. Clarissa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di mansion milik orang tuan Valen.
" Wanita ular itu sudah keluar dari mansion Clarissa jalannya lurus saja." Ucap Karen
Clarissa hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Belok kanan." Ucap Karen
Clarissa mengikuti instruksi Karen hingga mereka sudah menyusul mobil Valen.
" Mobil warna putih itu milik ular itu ikuti mobil itu Cla." Ucap Karen
" Ok." Jawab Clarissa.
__ADS_1
Clarissa mengurangi kecepatan mobil dan mengikuti mobil Valen hingga setengah jam lamanya akhirnya mobil melewati jalan sepi yang jarang dilalui oleh mobil.
" Cla, kita salip mobil Valen." Ucap Karen
" Ok." Jawab Clarissa
Clarissa mulai mempercepat mobilnya dan menyalip mobil milik Valen dan terdengar suara klakson mobil Valen tanda dirinya kesal karena mobilnya di salip. Tidak berapa lama Clarissa menghentikan mobilnya secara tiba - tiba.
tinnnnnnnn
tinnnnnnnn
Valen kembali membunyikan klakson mobil berkali - kali hingga dirinya keluar dari mobil begitu pula dengan Sandra sedangkan Karen dan Clarissa menunggu di dalam. Mereka akan membantu Sandra jika memang Sandra membutuhkan bantuan mereka.
" Hei!!!!... brengs**k kamu dari tadi bikin aku kesel karena menyalip mobilku sekarang parkir mobil sembarangan!!!" omel Valen dengan nada naik satu oktaf.
" Sudah selesai marah - marahnya?" tanya Sandra dengan tatapan membunuh
" Aku tahu kamu pasti menemuiku karena aku menabrak adikmu, benar bukan?" tanya Valen dengan nada santai tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.
" Kau memang wanita ular." Ucap Sandra sambil melayangkan tangannya ke arah pipi Valen
prok
prok
Valen menepuk tangan dua kali tampak sepuluh orang pria berwajah sangar tiba - tiba datang membuat Sandra menurunkan tangannya sedangkan Karen dan Clarissa terkejut dengan kedatangan ke sepuluh pria berwajah sangar tersebut.
" Si*l tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan." Umpat Karen
" Kita keluar sekarang saja membereskan ke sepuluh pria itu dan Sandra membereskan wanita ular itu." Usul Clarisa
" Bagus juga idemu Cla, ayo kita keluar dari mobil." Ucap Karen
Clarissa dan Karen keluar dari mobil dan berjalan mendekati mereka.
" Cih ternyata kamu sudah menyiapkan ini semua ya." Ucap Sandra
" Ya benar, kenapa takut?" ledek Valen
" Cih tidak ada rasa takut untukku." Ucap Sandra
" Oh ya, apa karena ada bantuan ke dua temanmu yang berada di belakangmu maka kamu tidak takut." Ucap Valen dengan nada meremehkan.
__ADS_1
" Sandra kamu bereskan wanita ular itu sedangkan aku dan Clarissa akan memberes sepuluh pria itu." Bisik Karen.