Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Karen Hamil


__ADS_3

" Mommy dan daddy mau kemana?" tanya Daka


" Mommy dan daddy mau pergi ke rumah sakit." Jawab mommy Karen


" Siapa yang sakit mommy?" tanya Daka


" Mommy yang sakit sayang." ucap daddy David sambil menuruni anak tangga bersama istrinya.


" Mommy sakit apa?" tanya Daka dengan nada kuatir


" Mommy hanya masuk angin saja sayang." ucap mommy Karen


" Anginnya masuk mana mommy?" tanya Daka


" Maksudnya sayang?" tanya mommy Karen tidak mengerti


" Katanya mommy masuk angin dan Daka ingin mengusir anginnya agar anginnya jangan masuk." ucap Daka dengan polos


Mommy Karen langsung menatap suaminya sambil menahan tawa begitu pula dengan daddy David menatap istrinya sambil menahan tawa.


" Anginnya sudah di usir sama daddy sayang." ucap daddy David asal


" Kalau sudah di usir kenapa mommy harus diperiksa ke dokter dad?" tanya Daka dengan nada bingung.


Daddy David hanya diam dan menatap istrinya untuk meminta bantuan.


" Mommy mau diperiksa sama dokter supaya mommy tidak masuk angin lagi." ucap mommy Karen


Daka hanya menganggukkan kepalanya walau sebenarnya masih belum mengerti. Daddy David duduk di kursi pengemudi sedangkan mommy Karen duduk di kursi samping pengemudi sambil memangku putra semata wayangnya. Daddy David mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit dan sedang berbaring di ranjang. Seorang perawat memberikan gel dingin di perut mommy Karen kemudian menaruh stick yang terhubung di layar monitor. Daddy David menggendong Daka sambil menatap layar monitor tersebut.



" Tuan di lingkaran ini ada dua bulatan kecil." ucap dokter tersebut.


" Selamat tuan istri tuan hamil anak kembar." sambung dokter tersebut


" Apa dok anak kembar?" tanya daddy David dengan nada terkejut


" Benar tuan anak kembar dan usianya sekarang sudah memasuki delapan minggu." Ucap dokter tersebut.


Seorang perawat membersihkan gel yang berada di perut mommy Karen karena pemeriksaan usg sudah selesai. Mommy Karen dan daddy David duduk berhadapan dengan dokter sedangkan Daka dipangku oleh daddynya.


" Dokter bolehkah aku bertanya?" tanya daddy David

__ADS_1


" Boleh tuan." ucap dokter tersebut.


" Bolehkah kami setiap hari melakukan kegiatan suami istri?" tanya daddy David


Mommy Karen mencubit pinggang suaminya karena dirinya sangat malu mendengar ucapan suaminya yang vulgar. Daddy David hanya tersenyum ke arah istrinya karena cubitan istrinya tidak berasa apa - apa.


" Untuk sementara ini kegiatan suami istri dikurangi dulu tuan mengingat usia kehamilannya masih muda dan rawan." Ucap dokter tersebut sambil tersenyum


" Daddy apa itu hubungan suami istri?" tanya Daka dengan polos


Mommy Karen hanya menepuk keningnya kemudian menatap tajam ke arah suaminya sedangkan suaminya hanya bisa tersenyum dan bingung mau menjawab apa.


" Daka sayang, Daka masih kecil nanti kalau sudah dewasa akan tahu." ucap mommy Karen


" Daka kan sudah besar mommy berarti Daka sudah dewasa." protes Daka


" Daka kalau besar itu jika Daka sudah setinggi daddy baru di sebut dewasa." ucap momy Karen dengan nada lembut.


" Kalau begitu Daka makan yang banyak kayak daddy biar cepat besar." Ucap Daka akhirnya


" Anak pintar." Puji mommy Karen


" Dokter, kata mommy sakit masuk angin kenapa di dalamnya ada dua lingkaran apakah dua lingkaran itu anak angin?" tanya Daka polos.


Mommy Karen dan daddy David hanya menepuk keningnya masing-masing dan bingung menjawabnya.


" Hiks .. hikss .. mommy kenapa mommy tega sama ke dua adik Daka?" tanya Daka sambil tiba - tiba menangis


Mommy Karen, daddy David dan dokter saling memandang.


" Maksud Daka, mommy tega apa sayang?" tanya mommy Karen dengan nada bingung.


" Hiks... hiks... mommy tega menelan dua adik Daka, kan Daka ingin bermain dengan ke dua adik Daka." Ucap Daka menjelaskan sambil menangis.


Ke tiga orang dewasa berusaha menahan tawa sambil menggigit bibirnya agar tawanya tidak keluar.


" Daka, ke dua adik Daka masih di perut mommy nanti kalau sudah tujuh bulan lagi ke dua adik Daka baru keluar." ucap mommy Karen menjelaskan.


" Benarkah mommy? terus kalau keluar lewat mana mommy?" tanya Daka penasaran


" Lewat bawah tempat mommy buang air kecil." ucap mommy Karen


" Apakah tidak sakit mommy?" tanya Daka


" Tentu saja sakit sayang." Jawab mommy Karen.

__ADS_1


" Kalau sakit jangan dikeluarin dulu mommy tapi kalau sudah tidak sakit baru dikeluarin ke dua adik Daka." Ucap Daka


" Baik Daka sayang. Oh iya Daka, mommy ingin beli es krim Daka suka es cream kan?" tanya mommy Karen berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Suka mommy, ayo mommy kita pergi." ucap Daka semangat.


" Ayo sayang." Jawab mommy Karen sambil berdiri begitu pula dengan daddy David.


" Baik dokter kami permisi dulu dan terima kasih." Jawab Karen berpamitan.


" Sama - sama nyonya. Anak tuan dan nyonya sangat pintar dan hati - hati kalau berucap karena anak tuan dan nyonya rasa ingin tahunya sangat besar." ucap dokter tersebut.


" Baik dokter kami akan ingat itu sekali lagi terima kasih." ucap mommy Karen sambil tersenyum.


Mereka bertiga keluar dari ruangan dokter kandungan dan berjalan ke arah apotik untuk menebus vitamin dan obat penguat kandungan. Setelah agak lama menunggu akhirnya nama mommy Karen di panggil dan mommy Karen langsung membayar obat dan vitamin setelah selesai merekapun pergi ke mall untuk membeli es krim.


Tangan kanan David menggenggam tangan istrinya sedangkan tangan kirinya menggendong Daka mereka masuk ke dalam mall dan berjalan ke arah stand penjualan es krim.


" Pak, pesan es krim rasa coklat dua dan rasa vanila satu." ucap daddy David.


" Baik tuan." Jawab pegawai es krim.


Daka duduk di tengah-tengah mommy Karen dan daddy David.


" Daddy, Daka ingin buang air kecil." ucap Daka


" Ok, mommy tunggu di sini ya." pinta daddy


" Baik daddy." Jawab mommy Karen sambil tersenyum


Daddy David dan Daka berjalan menuju ke tempat toilet sedangkan mommy Karen yang merasakan bosan mengambil ponselnya yang berada di dalam tas untuk menghubungi sahabatnya Sandra. Panggilan pertama langsung di angkat oleh dokter Sandra


" Hallo Sandra apa kabar?" tanya mommy Karen basa basi


" Baik, kamu gimana?" tanya Sandra


" Baik juga, kamu di mana kok ramai?" tanya mommy Karen


" Aku lagi di mall bersama suami dan ke dua anak kembar ku." Ucap Sandra


" Sama aku juga di mall bersama suami dan anakku." ucap mommy Karen


" Oh ya kamu di mana sekarang?" tanya Sandra


" Aku di stand es krim." jawab mommy Karen

__ADS_1


" Ok nanti kami akan ke sa.." ucapan Sandra terpotong karena mendengar suara orang sedang membentak mommy Karen.


__ADS_2