
Di Tempat Yang Berbeda
" Tuan besar, perusahaan cabang yang berada di kota xxxx mengalami masalah." lapor Ronald
" Masalah apa?" tanya David sambil mengerjakan dokumen tanpa menatap asistennya.
" Banyak karyawan dan karyawati demo menuntut kenaikan gaji dan juga saham di perusahaan mengalami penurunan." ucap Ronald
" Baiklah, besok kita akan pergi ke luar kota." ucap David
" Tuan muda Daka apakah ikut?" tanya Ronald
" Ikut saja, aku tidak mau mengambil resiko bagiku Daka adalah harta berharga." ucap David.
" Baik tuan." jawab Ronald.
Ronald pun pergi meninggalkan tuan David untuk melanjutkan pekerjaannya begitu pula dengan tuan David.
xxxxxxx
Siang berganti sore David dan Ronald keluar dari ruangan masing-masing untuk pulang ke mansion dan seperti biasa Ronald duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan Ronald duduk di kursi pengemudi.
" Ronald, sudah satu tahun lebih Clarissa meninggal apakah kamu tidak mencari penggantinya?" tanya David
Ronald menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena Ronald sangat kehilangan orang yang dicintainya terlebih rasa penyesalan yang teramat sangat karena gara - gara dirinya Clarissa pergi dan meninggal.
" Tidak tuan, hatiku dan cintaku semuanya sudah aku berikan pada Clarissa walau sudah satu tahun dua tahun atau lebih." Jawab Ronald sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Bagaimana dengan tuan?" tanya Ronald
" Sama aku juga, cintaku dan hatiku sepenuhnya untuk istriku terlebih bila mengingat kalau organ tubuh istriku kini berada di dalam tubuhku. Aku jadi ingat dengan pesan istriku sebelum meninggal untuk menjaga kesehatan ku dan mengurangi konsumsi alkohol ." ucap David dan tidak terasa air matanya keluar
" Aku sangat merindukan nya." ucap David
" Nyonya besar Karen memang wanita luar biasa mau mengorbankan dirinya demi orang yang dicintainya yaitu tuan besar David." ucap Ronald.
" Benar katamu Ronald, dia memang luar biasa." ucap David
Ronald hanya menganggukkan kepalanya dan tidak terasa merekapun sudah sampai di mansion David.
Ronald membuka pintu mobilnya kemudian berputar untuk membuka pintu mobil belakang pengemudi. David keluar dari mobil dan berjalan menuju ke mansion.
" Selamat sore tuan." sapa beberapa anak buah bodyguard dan salah satu membuka pintu utama mansion.
David seperti biasa diam dan masuk ke dalam mansion dengan di ikuti dari belakang siapa lagi kalau bukan asisten setianya yang bernama Ronald.
__ADS_1
tap
tap
tap
Suara sepatu pantofel milik David menggema di mansion lantai satu. David melihat anak semata wayangnya sedang berlari ke arah dirinya sambil tersenyum.
" Daddy." panggil Daka sambil ke dua tangannya diarahkan ke atas tanda dirinya minta di gendong.
David dan Ronald terkejut karena Daka untuk pertama kalinya memanggil David dengan sebutan daddy. David langsung duduk biar sejajar dengan anaknya kemudian menggendongnya.
" Coba panggil lagi." pinta David sambil mengecup pipi Daka yang chubby.
" Daddy." ucap Daka ulang sambil tersenyum.
" Anak daddy memang pintar." puji David kemudian mengecup kembali pipinya yang chubby.
" Coba panggil paman." ucap David menunjuk Ronald.
Daka menatap Ronald dengan tersenyum sambil berfikir tanpa bicara membuat David dan Ronald tertawa dan gemas dengan tingkah Daka.
" Tuan muda Daka memang sangat menggemaskan tuan." ucap Ronald sambil tersenyum.
" Besok pagi kita pergi ke kota xxxx, siapkan pakaianmu." ucap David sambil melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
" Baik tuan." jawab baby sister yang merangkap sebagai bodyguard.
Setelah menjawab baby sister yang tadi menemani Daka kembali ke kamarnya karena tugasnya sudah selesai mengurus Daka.
Jika David berada di mansion maka Davidlah yang mengurus semua keperluan anaknya tanpa mengenal lelah karena Daka bisa membuat David sedikit demi sedikit bisa melupakan istrinya.
Malamnya seperti biasa David dan Daka turun ke bawah untuk makan di meja makan bersama Ronald.
David memangku anaknya Daka kemudian mengambil satu piring untuk makan bersama Daka kebetulan kesukaan Daka sama seperti dirinya. Sejak istrinya meninggal David kini benar - benar menjaga kesehatan dan makan secara teratur sesuai pesan terakhir istrinya.
Daka dengan telaten menyuapi Daka sedangkan Ronald duduk di sebrang David dan makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun. Selesai makan mereka kembali lagi ke kamar masing-masing untuk istirahat.
xxxxx
Malam berganti pagi, David masih tertidur dengan pulas sedangkan Daka sudah bangun melihat daddynya masih tertidur, Daka menaiki tubuh David sambil mengecup pipi daddynya.
" Daddy." panggil Daka sambil mengecup pipi daddynya.
Daddy David menggeliatkan badannya tanpa mengubah posisi karena takut anaknya terjatuh dari tubuh daddynya yang besar.
__ADS_1
" Anak Daddy sudah bangun." ucap David sambil memegang tubuh anaknya sambil tersenyum bahagia karena mendapat kecupan anaknya.
" Daddy, andi." ucap Daka
" Andi?" tanya ulang David
Daka menggelengkan kepalanya karena daddy David tidak mengerti perkataannya membuat David berfikir untuk mengerti maksud anaknya.
" Mandi?" tanya David
Daka menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Daka mau mandi bareng sama daddy?" tanya David
Lagi - lagi Daka menganggukkan kepalanya membuat David tersenyum. Merekapun mandi bersama, David dengan penuh kasih sayang memandikan Daka. Selesai mandi dan berpakaian David menyiapkan pakaian anaknya dan juga dirinya karena hari ini mereka akan pergi ke luar kota.
tap
tap
tap
David menggendong Daka sambil menuruni anak tangga sehingga menimbulkan suara sepatu pantofel sedangkan koper milik David dan Daka di bawa oleh kepala pelayan.
" Mari tuan kita berangkat." ucap Ronald ketika melihat tuan David berada di lantai satu.
David hanya diam dan berjalan ke luar mansion diikuti dari belakang Ronald dan berdampingan dengan baby sister sekaligus merangkap bodyguard.
David duduk di belakang pengemudi bersama anaknya Daka sedangkan Ronald duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya duduk baby sister yang merangkap sebagai bodyguard Daka. Mereka pergi menaiki mobil karena jarak menuju ke kota xxxx hanya membutuhkan waktu 5 jam.
" Kita berhenti di restoran itu." ucap David karena waktu menunjukkan makan siang.
" Baik tuan." Jawab Ronald.
Ronald pun memarkirkan mobilnya ke arah restoran yang ditunjuk tuan David. Seperti biasa Ronald memesan makanan untuk tuan besar David dan tuan muda Daka kemudian untuk dirinya juga baby sister sekaligus bodyguard.
" Lina, titip anakku." ucap David sambil memberikan putra semata wayangnya ke baby sister sekaligus merangkap bodyguard anaknya yang bernama Daka.
" Baik tuan." jawab Lina sambil menggendong Daka.
David berjalan ke arah toilet untuk buang air kecil yang tadi di tahannya. Selesai buang air David melangkahkan kakinya menuju ke meja makan baru beberapa langkah di hadapannya seorang gadis cantik dan sangat seksi terpesona oleh David hingga dirinya berpura - pura menabrakkan dirinya.
bruk
" Akhhhhh.." ucap gadis tersebut.
__ADS_1