
Setelah kepergian suaminya ke kantor mommy Clarissa dan Cavin bermain bersama di taman yang berada di mansion hingga tidak terasa jam menunjukkan pukul 10.30 siang.
" Ya ampun, mommy lupa daddy minta dibuatkan makanan dan diantar." ucap mommy Clarissa.
Cavin main sama kak Lena ya?" ucap mommy Clarissa.
" Baik mom." Jawab Cavin
" Lena.." panggil mommy Clarissa
" Iya nyonya." jawab Lena baby sister Cavin.
" Tolong jaga putraku aku mau memasak dan pergi ke kantor suamiku." ucap mommy Clarissa.
" Baik nyonya." Jawab Lena baby sister Cavin.
Clarissa mulai meracik bumbu masakan dengan di bantu oleh kepala pelayan hingga setengah jam akhirnya Clarissa selesai memasak. Clarissa memasukkan makanan ke kotak makanan kemudian meletakkan di meja makan karena Clarissa ingin membersihkan tubuhnya agar terasa segar.
Clarissa kini sudah mandi dan memakai dress selutut terasa pas di tubuhnya dan wajahnya di rias tidak berlebihan namun menambah kecantikan.
Clarissa berjalan ke arah mobil sambil diikuti dari belakang oleh bodyguard wanita khusus disewa oleh suaminya untuk menjaga istri yang dicintainya.
" Silahkan masuk nyonya." ucap sopir sambil membuka pintu mobil.
" Terima kasih pak." jawab Clarissa sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi sambil membawa paper bag yang berisi kotak makanan.
" Sama - sama nyonya." jawab sopir dengan hormat sambil menutup pintu mobil.
Sopir itu duduk di kursi pengemudi dan di samping pengemudi duduk bodyguard wanita. Sopir itu mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan milik tuan Gavin. Tidak terasa mereka sudah sampai di perusahaan milik Gavin.
Bodyguard itupun turun dari mobil dan membukakan pintu mobil di belakang pengemudi.
" Silahkan keluar nyonya." ucap bodyguard dengan sopan.
" Terima kasih." jawab Clarissa sambil tersenyum kemudian keluar dari mobil.
" Sama - sama nyonya." jawab bodyguard dengan nada sopan.
Clarissa berjalan dengan anggun masuk ke dalam lobby perusahaan dengan diikuti oleh bodyguardnya dari arah belakang. Semua pegawai suaminya menunduk hormat dan memberikan salam ke Clarissa. Clarissa membalas sapaan mereka sambil memberikan senyuman yang manis. Clarissa berjalan ke arah pintu lift khusus CEO.
Ting
Pintu lift terbuka Clarissa masuk ke dalam pintu lift bersama bodyguard yang setia. Bodyguard menekan tombol di mana ruangan bos Gavin berada.
ting
Pintu lift terbuka Clarissa keluar dari pintu lift dan bertemu dengan asisten suaminya yang bernama Raynald.
" Selamat siang nyonya." ucap Raynald ramah.
" Siang kak Ray, suamiku ada di dalamkan?" tanya Clarissa sambil berjalan menuju ke ruangan CEO.
" Ada nyonya tapi.." ucap Raynald terpotong karena Clarissa membuka pintu ruangan CEO.
ceklek
Clarissa membulatkan matanya melihat suaminya sedang berpelukan dengan seorang wanita. Clarissa berusaha menetralkan emosinya dan menghembuskan nafasnya perlahan. Gavin dan wanita itu belum menyadari kedatangan Clarissa.
" Ehem... maaf tuan Gavin mengganggu keromantisan tuan Gavin dan nona, saya membawa bekal makan siang. Saya taruh di meja dekat sofa." ucap Clarissa sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
Clarissa berjalan ke arah meja untuk meletakkan paper bag yang berisi kotak makanan kemudian membalikkan tubuhnya untuk berjalan keluar dari ruangan itu sedangkan Gavin yang mendengar suara istrinya sangat terkejut dan mendorong wanita itu kemudian memeluk istrinya dari arah belakang.
grep
" Sayang, dengarkan penjelasan aku dulu." pinta Gavin.
Clarissa melepas pelukan suaminya kemudian membalikkan badannya sambil menatap suaminya yang pucat pasi seperti takut akan kehilangan istrinya.
__ADS_1
" Apa yang akan dijelaskan tuan Gavin?" tanya Clarissa sambil menatap tajam ke arah suaminya kemudian bergantian menatap tajam ke arah wanita itu yang sedang berjalan mendekati suaminya dan ingin memeluk suaminya.
" Mommy sayang, jangan panggil aku tuan Gavin aku tidak suka. Wanita itu..." ucap Gavin terpotong karena wanita itu memeluk lengan Gavin dengan tangan kirinya.
" Kenalkan saya adalah Valentina panggil saja Valen saya adalah kekasihnya dan bulan ini kami akan menikah." Ucap Valentina dengan penuh percaya diri.
bruk
Gavin melepaskan tangan Valen kemudian mendorongnya hingga terjatuh.
" Mommy sayang jangan percaya dengan wanita ular itu." ucap Gavin sambil memeluk istrinya kembali dari arah depan.
" Kau pergilah." usir Gavin
" Honey kok kamu gitu sih, jangan berpura - pura di depan istrimu kalau honey mencintaiku." ucap Valen bohong sambil mendekati Gavin.
" Raynald, Rosalinda." Teriak Gavin yang kebetulan pintu ruangannya tidak terkunci
Raynald yang berada di luar sedang mengobrol dengan Rosalinda bodyguard istri tuan Gavin langsung masuk ke dalam.
" Ya tuan." Jawab Raynald dan Rosalinda kompak.
" Usir wanita ular itu dan jangan pernah diijinkan masuk." ucap Gavin dengan nada ketus.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak.
Raynald menarik tangan kiri Valen sedangkan Rosalinda menarik tangan kanan Valen.
" Jangan tarik tanganku!!! kalian bisa di pecat dengan tuan Gavin!!" bentak Valen yang tidak punya rasa malu sedikitpun.
" Honey, pecat mereka!!" mohon Valen
" Raynald, Rosalinda cepat usir wanita itu." teriak Gavin.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak sambil menarik tangan Valen.
" Lepaskan saya bisa jalan sendiri." ucap Valen dengan nada ketus sambil berusaha melepaskan tangannya.
" Aku akan membalasmu Gavin!!" teriak Valen ketika keluar dari ruangan Gavin
Raynald dan Rosalinda langsung keluar dan menutup pintu ruangan CEO meninggalkan Gavin dan Clarissa. Clarissa melepaskan pelukan suaminya dan berjalan ke arah sofa.
grep
" Mommy sayang, daddy sangat mencintai mommy percayalah sama daddy." mohon Daddy Gavin sambil memeluk istrinya dari arah belakang.
Mommy Clarissa melepaskan ke dua tangan Gavin yang memeluk dirinya kemudian membalikkan badannya. Mommy Clarissa menatap mata suaminya dan tidak ada kebohongan di matanya.
" Kenapa tuan Gavin memeluk wanita itu?" tanya mommy Clarissa dengan nada dingin.
" Waktu daddy lagi berdiri tiba - tiba kepala daddy pusing dan wanita itu tiba - tiba datang dan memeluk daddy. Daddy ingin mendorong wanita itu tapi mommy tiba - tiba datang." ucap daddy Gavin menjelaskan.
Mommy Clarissa menatap mata suaminya dan tidak ada kebohongan tapi mommy Clarissa ingin mengerjai suaminya.
" Tuan Gavin pusing kenapa?" tanya mommy Clarissa.
" Mommy, bisakah tidak memanggilku tuan Gavin." mohon daddy Gavin
" Apa perlu daddy berlutut agar mommy percaya sama daddy?" tanya daddy Gavin dengan nada frustasi.
" Mommy tidak percaya kalau daddy berlutut." ucap mommy Clarissa.
bruk
" Mommy percayalah dengan daddy." mohon daddy Gavin sambil berlutut
Mommy Clarissa langsung memegang ke dua bahu suaminya agar berdiri kemudian memeluknya.
__ADS_1
" Mommy percaya sama daddy." ucap mommy Clarissa
" Terima kasih mommy, sekali lagi percayalah sama daddy kalau daddy cinta mati sama mommy." ucap daddy Gavin dengan tulus sambil membalas pelukan istrinya.
cup
" Mommy juga cinta mati dengan daddy, tidak ada laki - laki lain selain daddyku yang sangat tampan ini." ucap mommy Clarissa sambil mengecup bibir suaminya.
" Waktunya makan siang sayang, kita makan bersama yuk?" ajak mommy Clarissa.
" Ayuk mommy sayang." jawab Gavin sambil tersenyum.
Mereka berdua duduk di sofa dan seperti biasa mommy Clarissa mengambil makanan untuk suaminya kemudian dilanjutkan dengan dirinya. Mereka makan dalam diam hingga dua puluh lima menit mereka selesai makan dan minum.
" Daddy sayang, tadi cerita kepalanya pusing, apakah masih pusing?" tanya mommy Clarissa sambil memegang kening suaminya.
cup
" Sudah tidak lagi sayang." ucap daddy Gavin sambil mengecup tangan istrinya.
" Syukurlah, kalau daddy pusingnya sudah hilang." ucap mommy Clarissa merasa lega.
" Daddy, mommy pulang dulu ya?" pamit mommy Clarissa.
" Kenapa tidak menunggu sampai sore?" tanya daddy Gavin.
" Maaf daddy, anak - anak kita ada di rumah. Mommy pikiran dengan anak - anak kita." ucap mommy Clarissa.
" Baiklah. Daddy antar sampai depan mobil ya?" ucap daddy Gavin
" Tidak usah Daddy, daddy banyak pekerjaan apalagi kan di depan sudah ada bodyguard yang menjaga mommy." ucap mommy Clarissa sambil menunjuk dokumen yang menumpuk di meja.
cup
" Baiklah, kamu hati - hati di jalan kalau sudah sampai kabarin daddy." ucap daddy Gavin sambil mengecup bibir istrinya.
" Baik dad." Jawab mommy Clarissa
Mommy Clarissa keluar dari ruangan suaminya dan di luar sudah ada bodyguardnya yang sedang mengobrol dengan Raynald.
" Nyonya mau pulang?" tanya Rosalinda
" Iya, ayo kita kembali ke mansion. ucap mommy Clarissa.
" Kak Ray, pulang dulu ya." Pamit mommy Clarissa
" Hati - hati nyonya." Jawab Raynald.
Mommy Clarissa berjalan dan diikuti oleh Rosalinda dari arah belakang menuju ke pintu lift. Singkat cerita kini mereka berada di dalam mobil dan sopirnya seperti biasa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion. Di jalanan yang sepi mobilnya di hadang oleh mobil depan.
cittttt
bruk
bruk
bruk
Mobil yang ditumpangi mommy Clarissa itupun mengerem mendadak membuat mommy Clarissa terbentur di kursi depan pengemudi begitu pula dengan sopir dan bodyguardnya.
" Ada apa pak?" tanya mommy Clarissa
" Maaf nyonya di depan ada mobil yang menghadang mobil kita dan lihat mereka keluar sambil membawa kayu balok." ucap sopir menjelaskan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Bab selanjutnya pertemuan Clarissa dengan Elisabeth atau Karen sahabatnya yang selama ini dirindukannya.
__ADS_1
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya