
Karen membuka pintu dan keluar namun beberapa langkah Karen mengatakan sesuatu.
" Titip anak kita, jika ternyata aku benar - benar mati ingatlah selalu pesanku." ucap Karen sambil melangkah semakin jauh meninggalkan David sambil menahan rasa sakit. Sakit karena perkataan suaminya dan yang ke dua sakit karena bagian privasinya terasa sangat perih.
David hanya duduk dan mengusap wajahnya dengan kasar sambil memandangi Karen hingga tidak terlihat. David mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang setelah berbicara agak lama David mematikan ponselnya dan menyimpan kembali ponselnya di meja.
David memandangi sprei yang terdapat noda darah di mana David telah merenggut kehormatan gadis yang mirip dengan istrinya.
" Kenapa kata - katanya sangat mirip dengan Karen istriku? Kenapa dia tidak menuntut ku karena aku telah mengambil mahkota berharga nya." Ucap David
David terbangun dan menarik seprai tersebut dan menyimpannya di sebuah paper bag yang lumayan besar kemudian menghubungi seseorang setelah selesai David keluar dari kamar pribadinya dan berjalan ke ruang kerjanya dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
" Si*l kenapa aku memikirkan wanita itu?" ucap David dengan nada kesal.
tok
tok
tok
" Masuk." Jawab David
ceklek
Ronald menggendong Daka yang sudah tertidur pulas.
" Sebentar aku akan panggil kepala office girl untuk membersihkan ranjangku." ucap David
David langsung menghubungi kepala office girl tanpa menunggu jawaban dari asistennya yang bernama Ronald sedangkan Ronald menatap David dengan curiga karena dirinya tahu kalau ranjangnya tadi pagi sudah dibersihkan terlebih wajah David terlihat segar tidak seperti biasa selalu menampakkan lelah.
" Ada apa kamu memandangku?" tanya David sambil menutup teleponnya.
" Apakah tuan dan nyonya sudah melakukannya?" tanya Ronald kepo
" Sudah." Jawab David keceplosan
" Benarkah? cepat sekali." ucap Ronald dengan nada terkejut karena selama ini tuan David tidak pernah menyentuh gadis atau wanita sejak istrinya meninggal.
" Kamu ingin aku pecat Ronald? atau ingin pindah ke negara Afrika?" ancam David
" Tidak tuan, maaf tuan saya tidak akan bertanya lagi." ucap Ronald sambil menahan senyum.
" Bagus, tunggu saja sebentar lagi kamarku dibereskan." ucap David.
__ADS_1
" Maaf tuan, nyonya Karen kemana? Kok saya lihat tidak ada?" tanya Ronald
tok
tok
tok
ceklek
Ronald membuka pintu dengan menggunakan tangan kirinya dan kepala office girl menunduk hormat dan berjalan ke arah kamar pribadi tuan David.
" Dia sudah pergi." Ucap tuan David.
" Pergi, kenapa pergi?" tanya Ronald.
" Aku yang mengusirnya karena dia bukan Karen. Ketika kami melakukannya dia masih menjaga mahkotanya berarti dia bukan Karen hanya wajah dan sifatnya memang mirip Karen istriku." ucap David
" Ketika tuan sudah mengambil mahkota berharganya apakah wanita itu marah dan menuntut?" tanya Ronald.
" Awalnya dia meminta ku untuk menikahinya dan aku menolaknya." ucap David
" Kenapa?" tanya Ronald
" Maaf tuan sudah selesai." ucap kepala office girl.
" Baik, terima kasih." Jawab David tiba - tiba
" Sama - sama tuan." Jawab kepala office girl dengan nada terkejut.
Baik kepala office girl dan Ronald terakhir mendengar kata-kata itu sejak tuan David menikah dengan Karen namun sejak istrinya meninggal sikapnya kembali ke awal dingin, arogant dan tanpa ampun menghukum orang yang berani mengusik dirinya.
Kepala office girl pergi meninggalkan ruang kerja tuan David sedangkan tuan David dan Ronald berjalan ke ruangan pribadi dan meletakkan Daka di ranjang secara perlahan kemudian meninggalkan Daka sendirian di kamarnya.
Tuan David duduk di kursi kebesarannya sedangkan Ronald duduk di kursi berhadapan dengan tuan David hanya dibatasi oleh meja.
" Apakah tuan yakin dia orang suruhan? apakah wanita itu marah karena tuan David tidak mau menikahinya?" tanya Ronald
" Aku tidak tahu Ronald, dia tidak marah hanya dia mengatakan jangan salahkan aku jika aku menikah dengan pria lain." ucap David
" Maksudnya?" tanya Ronald dengan nada bingung
David pun menceritakan semua perkataan Karen dari awal bertemu sampai dirinya mengusir Karen dan Ronald dengan setia mendengarkan ucapan tuan David.
__ADS_1
" Begitulah ceritanya Ronald." Ucap tuan David mengakhiri ceritanya.
" Aku pernah membaca memang ada cerita seperti itu kalau roh seseorang bisa masuk ke tubuh orang lain. Bisa jadi roh nyonya Karen masuk ke tubuh orang lain dan ketika tuan melakukannya bisa jadi pemilik asli tubuh itu masih menjaga kehormatannya." Ucap Ronald
" Entahlah Ronald aku bingung, antara percaya atau tidak dengan wanita itu." Ucap tuan David
" Tanyalah pada hati nurani tuan apakah wanita itu memang nyonya Karen atau bukan. Kalau menurutku wanita itu adalah nyonya Karen di lihat wanita itu mengenalku dan juga sangat sopan menghargai orang lain sama persis seperti nyonya Karen." ucap Ronald.
" Aku ingin sendiri Ronald, lanjutkan pekerjaan mu." ucap tuan David.
" Baik tuan, permisi." Jawab Ronald patuh sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu keluar.
" Saya hanya berharap tuan tidak menyesali nantinya seperti aku dulu sangat menyesali telah menyakiti perasaan orang yang sangat kucintai dan tuan pasti tahu maksudku." ucap Ronald sambil melanjutkan langkahnya keluar ruangan meninggalkan David sendirian.
David mencerna ucapan asisten setianya setelah setengah jam berfikir akhirnya David menghubungi seseorang yang dipercaya setelah selesai David menutup ponselnya dan kembali mengerjakan pekerjaan yang tertunda.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda Karen pulang dengan mengendarai motor dengan perasaan hancur tanpa mengetahui kalau dirinya sedang diikuti oleh dua orang dari jarak jauh.
Sampai di rumah sederhana Karen memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Karen hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar karena melihat ibunya masih setia membelai wajah suaminya yang semakin bertambah dingin membuat pemilik tubuh Karen merasakan kesedihan teramat sangat membuat Karen merasa bersalah.
" Ibu, aku mohon kuburkanlah ayah, ayah sudah tenang di sana." Ucap Karen
" Seperti ibu bilang, jika kamu menikah maka besoknya ayahmu akan di kubur." Ucap ibunya Elisabeth bersikeras.
Karen menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya setelah dua menit barulah Karen membukanya.
" Sebelum jam dua belas siang aku akan menikah dan aku mohon setelah aku menikah kuburlah ayah." ucap Karen dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Karen membalikkan badannya dan meninggalkan ibunya bersama jenasah suaminya yang sudah terbujur kaku.
" Baiklah, besok ibu akan meminta orang untuk mengubur ayahmu." ucap ibunya Elisabeth sambil tersenyum bahagia karena anak semata wayangnya mau menikah.
Karen hanya diam dan berjalan menuju ke kamarnya dan menangis. Tidak berapa lama akhirnya Karen tertidur karena kelelahan.
xxxxxxx
Siang berganti sore dan sore berganti malam, Karen melewatkan makan siang dan malam karena dirinya merasa sedih dan tidak ada semangat untuk hidup.
ceklek
" Eli, kamu melewatkan makan siang dan sekarang sudah malam. Kamu makanlah nanti kamu sakit." bujuk ibunya Elisabeth.
__ADS_1