Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
David dan Lina 2


__ADS_3

David masuk ke kamarnya sambil duduk di ranjang dan menatap wajah tampan anaknya Daka.


" Hah... membuatku ingat akan Karen gimana waktu itu aku sangat tersiksa dan Karen memelukku sambil memainkan adik kecilku dan akhirnya aku dan Karen melakukannya secara berulang - ulang." ucap David matanya berkaca-kaca mengingat masa lalunya.


" Karen aku sangat merindukanmu, seandainya diberikan kesempatan lagi aku akan memperbaikinya." ucap David sambil membelai rambut putranya.


" Senyuman Daka sangat mirip denganmu membuatku selalu mengingatmu, walau aku sering menyiksamu dan berulang-ulang kali kamu masuk ke rumah sakit akibat perbuatanku tapi kamu selalu tersenyum tidak pernah sedikitpun melawanku padahal aku tahu kamu bisa bela diri." sambung David.


" Oh iya aku akan menghubungi orang suruhan ku siapa yang berani memberikan obat perangs**g Ronald." ucap David sambil mengeluarkan ponselnya di saku jasnya.


Setelah selesai berbicara dengan orang suruhan, David melepaskan pakaiannya dan membuangnya secara asal di bawah lantai hingga tanpa sehelai benangpun kemudian David berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena David tidak betah jika tubuhnya terasa lengket.


Setengah jam kemudian David keluar dengan tubuh segar dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian tidur kemudian menaruh handuknya ke kamar mandi.


" Hahhhh... biasanya pakaian kotor dan handuk yang berserakkan di lantai langsung dipungut oleh Karen dan dimasukkan ke dalam keranjang kotor." ucap David sambil berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring di sebelah Daka.


cup


" Selamat tidur sayang, daddy sangat mencintaimu." ucap David sambil mengecup pipi gembul anaknya Daka yang masih setia memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu berapa lama David sudah tertidur pulas.


Di kamar sebelah tepatnya di kamar milik Lina terdapat Ronald yang dari tadi sudah menahan hasratnya yang sudah sangat memuncak. Melihat tubuh mulus tanpa sehelai benang pun membuat Ronald mendorong perlahan Lina ke arah ranjang kemudian menind**nya.


Lina dan Ronald yang sudah terkena obat perangs**g dosis tinggi membuatnya tidak bisa menahan diri, mereka melakukannya secara berulang-ulang walau di awalnya Lina sangat sakit karena Lina masih tersegel tapi lama kelamaan Lina merasakan enak dengan mengeluarkan suara yang sangat merdu membuat Ronald menjadi semangat.


Hingga mereka melakukan sebanyak tiga kali barulah Lina sudah tumbang sedangkan Ronald masih menggoyangkan pinggulnya setelah laharnya keluar barulah Ronald berhenti dan tidur sambil memeluk Lina begitu pula dengan Lina. Lina menyandarkan kepalanya di dada bidang Ronald sambil memeluknya.


xxxxxxx


Malam berganti pagi perlahan Ronald dan Lina membuka matanya. Mata mereka membulat sempurna melihat mereka saling berpelukan dan langsung melepaskan pelukannya secara tiba-tiba. Mereka saling menatap dan berusaha mengingat kejadian semalam.

__ADS_1


" Apa yang terjadi?" tanya mereka serempak.


" Aku..." ucap mereka serempak


" Kak Ronald duluan." ucap Lina


" Kamu duluan." ucap Ronald secara bersamaan.


" Kak Ronald saja nanti baru aku." ucap Lina


" Aku melakukan ini karena ada orang yang menjebak diriku dan aku meminta maaf karena tidak bisa mengendalikan hasratku." Ucap Ronald merasa bersalah


" Tenang saja aku tidak akan meminta kak Ronald untuk bertanggung jawab." ucap Lina sambil menyembunyikan rasa sakit hatinya karena dirinya sudah kehilangan mahkota berharganya.


" Kamu tidak marah?" tanya Ronald memastikan.


" Jika aku marah dan meminta pertanggungjawaban kak Ronald apakah kak Ronald bersedia menikah denganku? tentu saja jawabannya tidak bukan? aku tidak mau menikah karena terpaksa dan berakhir dengan perpisahan." ucap Lina sambil menahan rasa sesak dihatinya.


" Hatiku bahagia jika kita menikah kalau kita saling mencintai tapi hatiku akan terasa sangat sakit jika kak Ronald menikah denganku tapi kak Ronald menderita. Anggap saja kejadian semalam hanya mimpi dan tidak perlu diingat." ucap Lina


" Jika seandainya kamu hamil, aku ingin kamu menggugurkan kandungannya karena aku tidak ingin kamu melahirkan anakku." ucap Ronald pada akhirnya dengan nada dingin.


" Tenang saja, kak Ronald jika aku hamil aku akan menggugurkannya." ucap Lina sambil tersenyum walau hatinya sangat sakit sekali.


" Baguslah kalau begitu." ucap Ronald sambil duduk dan mengambil boxernya yang tergeletak di lantai kemudian memakainya.


Ronald keluar dari kamar Lina dan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya sedangkan Lina yang masih berada di ranjangnya hanya mengusap wajahnya dengan kasar.


" Maaf kak Ronald jika seandainya aku hamil aku tidak akan mungkin menggugurkan anak kita karena aku sangat mencintaimu jadi mana mungkin aku bisa membunuh anak kita. Anak kita tidak salah tapi kitalah yang salah. Jika suatu saat aku hamil aku akan pergi dari kehidupanmu untuk selamanya." ucap Lina.


Lina hanya bisa menangis menghilangkan rasa sesak di dadanya. Setelah sudah tenang Lina mengusap air matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.

__ADS_1


bruk


Lina turun dari ranjang untuk membersihkan dirinya di kamar mandi namun ketika Lina langsung berdiri membuatnya langsung ambruk.


" Punyaku perih sekali." ucap Lina sambil bangun dan berjalan perlahan menuju ke kamar mandi.


Setelah setengah jam Lina sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Lina berjalan ke luar kamarnya untuk sarapan karena dirinya sangat lapar. Lina melihat tuan David dan kak Ronald sedang berbincang dengan serius.


David melihat Lina langsung melambaikan tangannya agar Lina menemuinya. Lina hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian berjalan ke arah mereka.


" Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lina dengan nada sopan.


" Duduklah di sebelah Ronald ada yang ingin aku katakan dengan kalian berdua." ucap David


Lina pun menuruti permintaan tuan David karena dirinya adalah orang yang sangat patuh karena itulah Lina tidak pernah menolak permintaan tuan David.


" Aku sudah menghubungi orang suruhan ku untuk meretas cctv di mansion milik tuan Arnold dan pagi tadi orang suruhan ku sudah memberikan informasi siapa pelakunya." ucap David sambil menatap satu persatu Ronald dan Lina secara bergantian.


Mereka berdua hanya diam menunggu cerita selanjutnya.


" Ronald, minuman yang kamu minum itu seharusnya ditujukan untukku tapi karena aku tidak mau meminumnya dan kamulah yang meminumnya maka kamu tahu sendiri lanjutannya." ucap David


" Siapa pelakunya tuan?" tanya Ronald penasaran


" Celline putri kandung tuan Arnold." ucap David


" Apa??? kurang ajar." ucap Ronald sambil menahan amarah.


" Aku sudah menangkapnya dan sudah di sekap di sebuah gudang tua sedangkan untuk Lina kamu di jebak oleh seorang pria dengan memberikan obat perang***g dosis tinggi." ucap David


" Siapa pelakunya tuan?" tanya Lina

__ADS_1


" Apakah kamu mengenal pria ini?" tanya David sambil memberikan ponselnya yang berisi gambar seorang pria paruh baya.


__ADS_2