Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Ronald dan Tamara


__ADS_3

" Maaf saya bukan Clarissa." Jawab gadis itu.


" Tapi kenapa wajahmu sangat mirip?" tanya Ronald penasaran


" Mungkin kebetulan mirip, hallo adik cantik." sapa gadis itu sambil membelai pipi Clarissa kecil.


" Unda, ndong." pinta Clarissa kecil.


" Apa bunda? gendong?" tanya gadis itu mengulangi perkataan Clarissa kecil dengan ekspresi wajah terkejut.


Clarissa hanya menganggukkan kepalanya membuat Ronald dan gadis itu terkejut.


" Sayang, dia bukan bunda, bunda kan sekarang tinggal di atas langit. Maafkan anak saya nona karena menganggap nona ibunya." ucap Ronald.


" Huwaaa..." tangis Clarissa kencang.


Gadis itupun tidak tega dan langsung menghapus air mata Clarissa kecil dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Boleh aku gendong? tanya gadis itu dengan nada lembut.


" Silahkan." Jawab Ronald sambil memberikan Clarissa kecil ke gadis tersebut.


" Sssttt.... anak cantik jangan nangis ya." ucap gadis itu dengan nada lembut sambil membelai punggung Clarissa kecil.


" Unda angan ergi hiks... hiks.." tangis Clarissa kecil


" Tidak sayang, bunda tidak akan pergi." Ucap gadis itu.


" Unda pipis." pinta Clarissa kecil


" Mau pipis ya?" tanya gadis itu


Clarissa kecil hanya menganggukkan kepalanya membuat gadis itu menatap Ronald untuk meminta ijin mengantarnya ke toilet.


" Aku minta tolong antarkan ke kamar mandi karena aku tidak mungkin mengantarnya ke kamar mandi." mohon Ronald.


" Baik, ayo gadis cantik bunda temani kamu pipis." ucap gadis itu sambil berjalan ke arah toilet.


Ronald menunggu di luar sambil pikirannya mengembara. Wajahnya sangat mirip dengan wanita yang sangat dicintainya. Ingin rasanya memeluk gadis itu untuk melepaskan kerinduannya terhadap Clarissa. Tidak berapa lama gadis itu dan Clarissa keluar dari toilet dan berjalan ke arah Ronald.


" Unda akan apal." ucap Clarissa kecil ketika dekat dengan Ronald.


" Kamu lapar sayang? mau makan apa?" tanya gadis itu


" Ayam yupin yipin." Ucap Clarissa kecil.


" Ayam yupin yipin?" ulang gadis itu


" Ukan unda ayam yupin yipin." Ucap Clarissa kecil


Gadis itu pun menatap Ronald untuk meminta bantuan.


" Ayam Upin Ipin atau ayam Kentucky." ucap Ronald

__ADS_1


Gadis itupun mengangguk tanda mengerti kemudian menatap kembali ke arah Ronald untuk meminta persetujuan. Ronald yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya tanda menyetujui nya.


Mereka pun berjalan ke tempat penjualan makanan cepat saji. Setelah sampai di sana gadis dan Clarissa di suruh memilih untuk duduk sedangkan dirinya yang akan mengantri makanan.


" Siapa namanya anak cantik?" Tanya gadis itu


" Clalissa unda." ucap Clarissa kecil


" Clalissa." ulang gadis itu


" Ukan unda Clalissa." ucap Clarissa kecil


Gadis itupun mulai berfikir setelah beberapa saat gadis itu menatap Clarissa kecil.


" Clarissa." tebak gadis itu


Clarissa kecilpun menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Ronald datang sambil membawa nampan yang berisi ayam dan minuman.


" Clarissa gendong sama ayah ya?" pinta Ronald.


Clarissa menggelengkan kepalanya tanda dirinya tidak mau.


" Tidak apa - apa tuan biar saya pangku saja Clarissa." Ucap gadis itu.


" Maaf ngerepotin terus." Ucap Ronald


" Tidak apa - apa tuan." Ucap gadis itu


" Panggil saja Ronald, siapa namamu nona?" tanya Ronald sambil matanya tak lepas memandangi gadis yang mirip dengan Clarissa.


" Terserah asalkan jangan pakai nama tuan. Clarissa, ayah suapin ya?" ucap Ronald


" Idak au, ama unda." tolak Clarissa kecil


" Clarissa, bunda kan juga mau makan." ucap Ronald


" Idak au." ucap Clarissa kecil sambil menggelengkan kepalanya.


" Tidak apa - apa kak Ronald biar aku saja yang menyuapkan Clarissa." Ucap Tamara


" Sayang sebelum makan kita cuci tangan dulu ya?" ucap Tamara


" Aik unda." Jawab Clarissa kecil.


Tamara menggendong Clarissa kecil menuju ke wastafel untuk cuci tangan. Ronald hanya menatap Tamara dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah selesai mencuci tangan Tamara menggendong kembali Clarissa kecil dan berjalan ke arah tempat duduk di mana Ronald sedang menunggunya. Ronald pun bergantian mencuci tangan setelah selesai barulah mereka makan bersama.


Setengah jam kemudian mereka pun menyelesaikan makanan. Selama makan Ronald tidak pernah melepaskan menatap Tamara yang begitu perhatian pada anaknya.


" Ara sudah menikah?" tanya Ronald tiba - tiba


" Belum." Ucap Tamara singkat


" Kekasih?" tanya Ronald

__ADS_1


" Sudah, dua bulan lagi kami akan menikah." ucap Tamara


Ronald hanya menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lagi karena untuk apa ditanyakan karena gadis itu sebentar lagi akan menikah. Tidak berapa lama Clarissa kecil sudah tertidur di pangkuan Tamara.


" Clarissa sudah tidur dan juga sudah sore saya mau pulang." ucap Tamara


" Saya akan antar." Ucap Ronald


" Tidak terima kasih." tolak Tamara halus sambil berdiri.


" Kamu sudah membantuku dan sekarang gantian aku yang mengantarmu." Ucap Ronald.


" Baiklah." Jawab Tamara pasrah


Mereka pun keluar dari mall dan berjalan menuju ke parkiran mobil. Ronald duduk di kursi pengemudi sedangkan Tamara duduk di samping pengemudi. Sejak tahu Tamara sebentar lagi menikah Ronald tidak menatap Tamara entah kenapa dirinya sangat cemburu. Mereka diam dalam perjalanan tidak bicara sedikitpun membuat Tamara tidak betah kalau diam saja.


" Kak Ronald bundanya Clarissa kemana?" tanya Tamara


" Meninggal karena kecelakaan waktu Clarissa berumur satu tahun." Jawab Ronald.


" Maaf jika membuat kak Ronald sedih." Ucap Tamara


" Tidak apa - apa santai saja." Ucap Ronald


Mereka pun diam lagi tidak ada pembicaraan sama sekali hingga tidak terasa mereka sudah sampai di apartemen Tamara.


" Mau minum dulu?" Tawar Tamara


" Boleh." Jawab Ronald singkat.


...( " Aduh kenapa aku jawab boleh seharusnya aku jawab tidak. Dasar bodoh kamu Ronald... dia bentar lagi mau menikah jangan mengganggu orang yang sudah mempunyai kekasih." Omel Ronald merutuki kebodohannya dalam hati )....


Tamara membuka pin apartemen kemudian mereka masuk ke dalam.


" Silahkan duduk, Clarissa aku baringkan di ranjang kamarku." ucap Tamara


Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Clarissa berjalan menaiki anak tangga diikuti oleh Ronald. Ronald membuka pintu kamar milik Tamara dengan lebar agar Tamara bisa masuk ke dalam. Tamara berjalan ke arah ranjang dan membaringkan Clarissa kecil di ranjang kemudian menyelimutinya.


Tamara membalikkan badannya membuat Tamara terkejut karena Ronald sangat dekat dengan dirinya.


" Kak Ronald bisa mundur." Ucap Tamara.


Entah kenapa jantung Tamara berdetak sangat kencang ketika dirinya dekat dengan Ronald.


grep


" Kak Ronald, apa yang kak Ronald lakukan?" ucap Tamara pelan karena takut membangunkan Clarissa kecil karena tiba - tiba Ronald memeluknya.


" Sebentar saja." Ucap Ronald


Awalnya Tamara berusaha memberontak tapi tenaganya kalah jauh dan membiarkan Ronald memeluknya. Ronald menatap wajah Tamara kemudian menatap bibirnya. Ronald mendekatkan wajahnya ke wajah Tamara membuat Tamara memejamkan matanya.


cup

__ADS_1


Ronald mencium bibir Tamara dengan lembut kemudian menatap Tamara kembali.


" Manis." Jawab Ronald


__ADS_2