
David yang melihat apa yang dilakukan Karen di satu sisi merasa yakin kalau Karen adalah istrinya tapi di sisi lain mana mungkin orang mati bisa hidup lagi itu yang membuat David bingung dan tanpa sengaja membentak anak kesayangannya.
" Sayang, maafkan daddy ya?" mohon David dengan mata memerah sambil mengambil Daka yang berada di gendongan Karen.
Daka hanya diam dan kepalanya masih bersandar di dada Karen.
" Sayang, daddy kan sudah minta maaf jadi maafkan daddy ya sayang? tidak boleh menyimpan dendam atau benci." ucap Karen dengan nada lembut
" Tapi mommy, Daka takut nanti Daka di bentak lagi sama daddy." ucap Daka
" Nanti kalau daddy marah mommy akan jewer Daddy, sekarang Daka mau ya di gendong sama daddy?" bujuk Karen sambil mengusap punggung Daka.
" Baik mommy, tapi kalau mommy jewer daddy jangan kencang - kencang ya?" mohon Daka
" Lho memangnya kenapa?" tanya Karen dengan nada bingung.
" Nanti daddy nangis kayak Daka." bisik Daka.
" Pffftttt hahahaha..." tawa Karen pecah
cup
cup
cup
deg
deg
deg
Karen mengecup kening dan ke dua pipi gembul Daka membuat jantung David berdetak sangat kencang karena ketawa dan ciuman Karen sangat mirip ketika dirinya sedang merajuk.
" Daddy gendong." pinta Daka sambil ke dua tangannya di angkat ke atas.
David tersenyum dan menggendong Daka sambil mengecup kening Daka.
tok
tok
tok
" Masuk." panggil David
__ADS_1
ceklek
" Tuan.." ucap Ronald menggantungkan kalimatnya karena dirinya tidak menyangka bertemu kembali dengan Karen.
" Nyonya?" panggil Ronald
" Kak Ronald." panggil Karen sambil tersenyum
" Daka sayang, jalan - jalan sama paman Ronald ya?" pinta David.
" Baik daddy, paman gendong." pinta Daka
" Baik tuan muda." Jawab Ronald sambil menggendong Daka dari tangan David
" Kalian berdua jalan - jalan selama 2 jam lebih ada yang ingin kami bicarakan." bisik David.
" Baik tuan." Jawab Ronald patuh
" Kak Ronald tolong jaga Daka." mohon Karen.
" Baik nyonya." Jawab Ronald
Ronald dan Daka meninggalkan mereka berdua sedangkan tangan David langsung menarik tangan Karen menuju ke kamar pribadinya. Sampai di kamar pribadinya David mendorong tubuh Karen kemudian menindihnya.
" Menurutmu." bisik David dengan mata mulai bergabut gairah.
" Tapi aku ingin bercerita dulu." ucap Karen sambil berusaha mendorong tubuh David tapi sayang kekuatan Karen tidak sebanding suaminya.
" Ceritanya nanti saja, kamu tahu bertahun - tahun adik kecilku selalu tidur kini adikku sudah tegak sempurna." bisik David
cup
David mengecup bibir Karen dan Karen pun membalas. Entah bagaimana tubuh mereka kini polos tanpa sehelai benangpun banyak tanda kepemilikan di tubuh Karen. David mulai menyatukan tubuhnya dengan tubuh Karen tapi awalnya David merasakan sempit dan sulit.
" Honey sakit." ucap Karen sambil menancapkan kukunya yang panjang hingga punggung David tergores.
" Lama - lama enak sayang, sabar ya?" bisik David yang sudah terselimuti gambut gairah dan tidak mungkin menghentikannya.
jleb
" Akhhhhh... sakit..." ucap Karen karena bagian privasinya sangat perih.
David hanya diam karena David menikmati jepitan milik Karen yang membuat adik kecil David merasakan nikmatnya luar binasa. Hingga Karen sudah terdiam barulah David menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga tidak berapa lama lahar milik David keluar barulah adik kecilnya di tarik kemudian berbaring di samping ranjang.
David melihat sekilas adik kecilnya terdapat noda merah tanda kalau David sudah mengambil kehormatan Karen.
__ADS_1
" Kamu... siapa kamu sebenarnya?" tanya David sambil duduk dan menatap tajam ke arah Karen.
" Aku Karen." Jawab Karen
" Tidak mungkin, pertama istriku sudah meninggal dan yang ke dua jika memang kamu istriku tidak mungkin kamu masih pera**n karena pera**nmu sudah kuambil ketika pertama kali kami melakukannya di sebuah.." ucap David di potong oleh Karen
" Di sebuah hotel, di mana waktu itu honey terkena obat perang***g dan besok paginya honey mendiamkan aku, aku menyiapkan air hangat dan pakaian kerja tapi pakaian yang aku siapkan tidak honey pakai. Bukan itu saja honey pergi meninggalkan aku tanpa pamit denganku karena itulah aku pergi karena aku merasa honey tidak membutuhkan aku lagi tapi honey berhasil menemukan aku, benar bukan?" tanya Karen
Deg
Jantung David berdetak kencang karena ucapan Karen benar adanya.
" Aku akan ceritakan semuanya tapi aku mohon honey dengarkan hingga ceritaku sampai selesai setelah itu terserah honey. Percaya padaku atau honey ingin membunuhku aku tidak perduli karena aku tidak ada niat untuk membohongi dirimu." ucap Karen dengan nada pasrah.
David hanya menatap tajam ke arah Karen sedangkan Karen hanya menatap sendu ke wajah tampan suaminya.
" Aku tahu kalau honey adalah seorang psycopath karena itulah aku mengatakan seperti ini, maukah honey mendengarkan ceritaku?" tanya Karen
" Ceritakanlah." perintah David dengan nada dingin.
Karen pun menceritakan semua yang terjadi waktu dirinya menjadi roh ketika dirinya memberikan organ tubuhnya ke suaminya hingga rohnya masuk ke dalam tubuh Elisabeth dan tersadar dari komanya selama satu tahun dan selama satu tahun pula dirinya mengikuti terapi. Terapinya membutuhkan waktu lama dikarenakan kondisi keuangannya memburuk hingga menjual semua harta benda milik orang tua Elisabeth.
Setelah kondisinya sudah mulai stabil Karen bekerja menjadi sekretaris di negara S hanya beberapa hari karena tiba - tiba ayahnya Elisabeth meninggal dan meninggalkan negara S dan tinggal di negara asalnya sekarang.
" Seperti itu ceritanya dan satu lagi maukah honey menikah denganku?" tanya Karen
" Tidak." Jawab David singkat sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Karen hanya menghembuskan nafasnya perlahan sambil perlahan turun dari ranjang sambil menahan rasa perih di bagian privasinya untuk mengambil pakaiannya kemudian dipakainya.
Karen perlahan keluar dari ruangan pribadi David tapi baru saja menyentuh gagang pintu David keluar dari kamar mandi.
" Mau kemana kamu?" tanya David dengan nada dingin.
" Aku akan pulang ke pemilik tubuh ini dan menyetujui untuk menikah." ucap Karen sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
" Menikah? menikah dengan siapa?" tanya David dengan nada terkejut.
" Ibu pemilik tubuh ini menginginkan agar aku menikah di depan jasad suaminya sebelum di kubur karena tuan David tidak ingin menikah denganku maka aku akan menyetujui usulan ibu pemilik tubuh ini untuk menikah dengan anak angkat kami." ucap Karen dengan hari hancur sambil menggigit bibirnya hingga berdarah karena dirinya tidak bisa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.
Menikahlah dengannya aku tidak perduli, apalagi jika laki - laki itu tahu ternyata kamu sudah kehilangan harta berharga mu pasti dia akan menceraikan mu atau akan menyiksamu." ucap David tanpa mengetahui kalau itu menyakiti perasaan Karen
" Seperti tuan David menyiksa istrinya dan sering masuk ke rumah sakit." ucap Karen
" Pergi!!!" bentak David mengusir Karen.
__ADS_1