
" Paman aku mohon jangan membentak daddyku." ucap Cavin sambil kepalanya mengadah ke atas menatap paman Ronald dengan sendu.
Ronald menurunkan kepalanya dan mengarah pandangannya ke arah Cavin. Entah kenapa hatinya sangat sakit melihat tatapan sendu Cavin membuat Ronald menghembuskan nafasnya perlahan.
" Baiklah aku akan lepaskan putramu tapi kamu juga bebaskan putra sahabatku." ucap Ronald merendahkan suaranya.
" Baik." Jawab daddy Federick
Ronald melepaskan Cavin begitu pula dengan daddy Federick melepaskan Reynald. Mereka berdua berjalan Cavin ke arah daddy Gavin sedangkan Reynald ke arah daddy Federick namun baru beberapa langkah tanpa sepengetahuan mereka salah satu anak buah Gavin dan anak buah daddy Federick mengarahkan senjatanya ke arah Cavin dan Reynald.
dor
bruk
dor
bruk
" Cavin!!" Teriak daddy Gavin dan Ronald serempak
" Reynald!!" teriak daddy Federick dan daddy David serempak.
Gavin dan Ronald melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Cavin yang jatuh mengeluarkan darah segar sedangkan daddy David dan daddy Federick melangkah kan kakinya ke arah Reynald yang juga mengeluarkan darah segar.
Ronald terlebih dahulu mengangkat Cavin sedangkan Reynald diangkat oleh daddy David.
" Ronald, Cavin anakku biar aku yang menggendongnya." Ucap daddy Gavin berusaha mengambil Cavin dari Ronald.
" Aku yang bersalah membawanya ke sini dan aku akan membawanya ke rumah sakit." Ucap Ronald sambil melangkahkan kakinya ke luar.
" Berhenti atau kamu akan ku tembak!!" teriak daddy Gavin
" Tembaklah aku tidak perduli asalkan Cavin harus di bawa ke rumah sakit." jawab Ronald tetap melangkahkan kakinya dengan cepat.
" Gavin, kenapa anak buahmu menembak putraku!!" teriak daddy Federick
" Aku juga tidak tahu karena aku tidak memerintahkan menembak anakmu. Lalu kenapa kamu juga menembak putraku?" tanya daddy Gavin
" Berhenti jangan teriak!!" ucap salah satu anak buah Federick
" Jangan ada yang boleh keluar dari tempat ini termasuk dirimu tuan Ronald." ucap salah satu anak buah daddy Gavin
" Siapa kalian!!" teriak daddy David, daddy Federick, daddy Gavin dan Ronald serempak
Ronald terpaksa menghentikan langkahnya karena di hadang oleh anak buahnya sendiri.
prok prok prok
Daddy David, daddy Federick, daddy Gavin dan Ronald langsung mengarahkan pandangannya ke arah pria paruh baya kemudian menatap tajam.
" Hahahaha... kalian tidak ingat siapa aku?" tanya pria paruh baya tersebut.
" Tuan Alex!!" ucap mereka berempat serempak
" Ya betul." Ucap tuan Alex sambil tersenyun menyeringai.
" Kalian tahu semua anak buah yang kalian bawa semua adalah anak buahku. Sayang sekali tidak sesuai dengan apa yang aku rencanakan maka aku mengubah rencana lain yaitu menembak ke dua anak kalian." Ucap tuan Alex tanpa punya rasa empati sedikitpun.
" Karena kalian berempat telah membunuh ke dua putri ku. Ronald, Federick dan Gavin telah membunuh putri sulungku dan kamu David kamu telah membunuh putri bungsuku." Ucap tuan Alex menjelaskan.
" Aku tidak membunuhnya." Jawab mereka serempak
" Cih tidak mau mengaku jelas - jelas kalian pelakunya." Ucap tuan Alex
" Pengawal tembak mereka!!!" Perintah tuan Alex
__ADS_1
" Baik tu.." ucap mereka serempak terpotong oleh tembakan dari luar
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
Tiga orang langsung mati di tempat karena mengenai dahinya membuat mereka semua terkejut termasuk ke empat pria tampan.
" Siapa kalian, keluar !!!" teriak tuan Alex
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
Kembali tiga orang langsung mati di tempat karena mengenai dahinya membuat mereka semua kembali terkejut termasuk ke empat pria tampan.
" Si*l beraninya main belakang." umpat tuan Alex
" Apa kabar tuan Alex." panggil mommy Karen tiba - tiba datang.
" Karen." Panggil ke tiga pria tampan serempak
" Kau!! bagaimana mungkin kamu itu sudah mati." Ucap tuan Alex tidak percaya
" Memang aku sudah mati tapi rohku masuk ke tubuh gadis culun. Satu putrimu yang bernama Celine aku yang membunuhnya karena membunuh saudara kembarku selain itu juga sahabatku bernama Ferdi telah dibunuh atas perintah Celine." ucap mommy Karen menjelaskan.
" Sedangkan aku yang membunuh putri bungsumu yang bernama Valen karena telah membunuh saudara kembarku."ucap mommy Sandra tiba - tiba datang.
" Ke dua putrimu pantas mati." Ucap ke duanya serempak.
" Mommy." pekik daddy Federick
" Sandra." ucap daddy David dan Ronald serempak
" Kamu yang telah membunuh cinta pertamaku? jadi bukan Federick pelakunya?" tanya daddy Gavin
" Ya benar aku yang membunuhnya, memangnya kenapa?" tanya mommy Sandra dengan nada santai
" Kau jahat telah membunuh orang yang aku cintai." ucap daddy Gavin dengan nada satu oktaf
" Cih... dia pantas mendapatkannya." Ucap Sandra
" Kau.." ucap daddy Gavin sambil mengeluarkan pistolnya dan diarahkan ke mommy Sandra
Daddy Federick yang melihat istrinya dalam bahaya langsung memeluknya dan mengeluarkan pistolnya dan diarahkan ke daddy Gavin.
" Jadi daddy tidak mencintaiku?" tanya mommy Clarissa dengan nada sendu dan matanya memerah menahan air matanya.
" Maafkan aku mommy, aku.." ucap daddy Gavin bingung melanjutkan kata - katanya.
__ADS_1
" Clarissa." Panggil Ronald dengan nada terkejut karena tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan Clarissa cinta pertamanya.
" Sudah, jangan bicara lagi Sandra dan Clarissa cepat selamatkan putra kalian." perintah mommy Karen
Tanpa menjawab ucapan mommy Karen, mommy Sandra dan mommy Clarissa langsung mendekati putranya masing - masing dan segera menyelamatkan putranya. Untunglah mereka membawa alat kedokteran sehingga bisa melakukan tindakan pertama.
Walau mommy Clarissa kecewa dengan suaminya tapi dirinya berusaha membuang jauh perasaan kecewa karena yang terpenting nyawa anaknya bisa diselamatkan.
Tuan Alex yang melihat semuanya tertuju ke arah Cavin dan Reynald memberikan ke kode anak buahnya yang masih bersisa dua belas orang untuk menembak ke empat pria tampan dan juga ke tiga sahabat.
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
Enam orang anak buahnya langsung mati di tempat karena seseorang dari jarak jauh menembak tuan Alex membuat ke empat pria tampan mengarahkan enam buahnya yang berkhianat.
dor
akhhh
dor
akhhh
dor
akhhh
Ke enam anak buah itu langsung mati di tempat oleh ke empat pria tampan tersebut.
" Kini kamu sendiri sekarang terimalah kematianmu dan susullah ke dua putrimu." Ucap daddy Federick dan Ronald serempak
dor
akh
Tuan Alex pun langsung mati di tempat dengan mata melotot dan mengeluarkan darah segar dari mulut, hidung dan kening.
" Daddy aku butuh darah daddy, anak kita kekurangan darah." Ucap mommy Sandra
" Ok." Jawab daddy Federick
Mommy Sandra mengambil selang dan memindahkan darah suaminya ke dalam kantong khusus darah.
" Ronald, aku butuh darahmu." Ucap mommy Clarissa
__ADS_1
" Kenapa darahku?" tanya Ronald dengan nada terkejut
" Karena Cavin putramu." Ucap mommy Clarissa terpaksa jujur karena kondisi putranya kritis.