
" Baik tuan saya akan ingat kalau nama saya Tamara." Ucap Serena
" Bagus dan satu lagi kamu ambil foto ini jangan sampai salah orang dan ini foto copy surat perjanjian yang harus kamu lakukan dan laksanakan dan jangan lupa melaporkan apa yang terjadi." Ucap orang kepercayaan pria paruh baya.
" Baik tuan." Jawab Serena patuh
" Satu lagi keluargamu ada di tanganku jika kamu ternyata jatuh cinta dan mengkhianati tuanku maka seluruh anggota keluargamu aku bunuh, ingat itu." ucap ornag kepercayaan pria paruh baya dengan menekan kalimatnya.
" Baik tuan." Jawab Serena lagi - lagi patuh
" Bagus, sekarang kamu pulanglah ke apartemen milikmu dan ingat tugasmu." Ucap orang kepercayaannya pria paruh baya lagi
" Baik tuan saya pulang dulu." Jawab Serena berjalan keluar menuju ke garasi mobil.
Serena masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju apartemen barunya.
" Jatuh cinta? tidak mungkin aku jatuh cinta karena bagiku semua pria itu brengsek dan aku tidak percaya dengan laki - laki. Ayahku selingkuh dengan wanita lain dan aku mempunyai tunangan juga selingkuh dengan sahabatku sendiri jadi bagaimana bisa aku jatuh cinta." ucap Serena
" Semoga urusan ini cepat selesai dan dengan wajah cantikku ini aku ingin melamar kerja menjadi artis karena aku tidak mau membunuh orang lagi." sambung Serena
" Aku tidak akan menikah dengan tuan Ronald aku cari saja kelemahannya setelah aku tahu barulah aku membunuhnya setelah itu aku akan meminta bayaran ke pria tua itu." sambung Serena lagi.
Tidak berapa lama Serena sampai dan masuk ke dalam apartemen untuk istirahat.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
ceklek
Serena atau Tamara dan Ronald keluar dari kamar mandi. Tamara sudah memakai pakaian sedangkan Ronald masih menggunakan handuk bersamaan bunyi bel apartemen milik Tamara.
cup
" Tolong bukakan pintunya sayang itu anak buahku yang mengantar pakaianku dan juga putri kita." Ucap Ronald sambil mengecup bibir Tamara singkat
" Sayang? anak kita?" tanya ulang Tamara
" Iya sayang, aku kan tadi sudah bilang lupa ya? mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang dan Clarissa menjadi anak kita karena sebentar lagi kita akan menikah otomatis Clarissa akan menjadi bundamu." Ucap Ronald menjelaskan.
Tamara hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan dan berjalan keluar kamar. Tamara menghembuskan nafasnya dengan berat entah kenapa hatinya sangat bahagia sekaligus sakit secara bersamaan.
( " Baru sehari ini saja aku sudah mulai suka bagaimana jika setiap hari ketemu?" keluh Tamara dalam hati ).
Tamara menuruni anak tangga dan berjalan ke arah pintu apartemen dan membuka pintu. Tampak seorang pria tinggi dan tegap membawa dua paper bag.
__ADS_1
" Maaf nyonya Ronald, ini ada dua paper bag yang satu buat calon suami nyonya dan satu lagi buat calon anak nyonya." ucap bodyguard tersebut sambil memberikan dua paper bag tersebut.
" Ba..baik, terima kasih." Ucap Tamara gugup karena ucapan nyonya yang di sematkan untuk dirinya.
" Sama - sama nyonya Ronald, maaf saya permisi dulu." Ucap bodyguard tersebut.
Tamara hanya menganggukkan kepalanya dan bodyguard itupun membalikkan badannya dan meninggalkan Tamara. Tamara menutup pintu apartemen dan menguncinya. Tamara menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
ceklek
Tamara membuka pintu dan melihat Ronald dan Clarissa kecil sedang bercanda.
" Kak, ini paper bag milik kakak dan untuk Clarissa bunda mandikan ya?" tanya Tamara
" Aik unda." ucap Clarissa kecil yang masih cadel
Tamara tersenyum dan menggendong Clarissa kecil ke kamar mandi untuk memandikannya. Tidak membutuhkan waktu lama Clarissa kecil sudah mandi dengan telaten Tamara memakaikan pakaian Clarissa dan menyisiri rambutnya.
cup
" Nah cantiknya anak bunda." Puji Tamara sambil mengecup pipi gembul Clarissa kecil.
" Terima kasih unda." Jawab Clarissa kecil.
" Aik unda." Jawab Clarissa kecil.
cup
" Anak pintar." Jawab Tamara sambil mengecup kembali pipi gembulnya.
Tamara keluar dari kamarnya untuk memasak sedangkan Ronald bermain dengan putri semata wayangnya mereka berdua bermain hampir dua puluh menit.
" Clarissa kita turun yuk?" ajak Ronald
" Aik ayah." Jawab Clarissa kecil.
Ronald mengecup pipi gembul putrinya kemudian menggendongnya. Ronald keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga menuju ke arah dapur. Ronald melihat Tamara sedang meletakkan piring dan mangkok yang berisi makanan yang sudah matang.
" Eh sudah datang padahal bunda sebentar lagi mau memanggil kalian berdua." Ucap Tamara sambil tersenyum.
Ronald hanya membalas senyuman Tamara, Ronald duduk sambil memangku Clarissa kecil. Tamara mengambil piring untuk di isi nasi dan lauk pauk serta sayur.
" Kak Ronald makan saja dulu aku akan menyuapi Clarissa." Ucap Tamara sambil mengambil makanan untuk Clarissa.
__ADS_1
" Tidak apa - apa kamu makan saja dulu." ucap Ronald
" Tidak apa - apa kak." Jawab Tamara sambil meletakkan piring ke meja kemudian mengambil Clarissa kecil dari pangkuan Ronald.
" Sayang sama bunda ya?" pinta Tamara sambil duduk di samping Ronald.
" Aik unda." Jawab Clarissa kecil.
Tamara dengan telaten menyuapi Clarissa kecil sedangkan Ronald setelah makan satu suap, suapan ke dua diberikan ke Tamara.
" Kamu juga makan." Ucap Ronald
" Nanti saja aku makannya." tolak Tamara secara halus.
" Kamu tidak mau sendok ini bekas mulutku ya?" tanya Ronald dengan wajah mulai berubah dan matanya menatap mata Tamara dengan tatapan sendu.
" Bukan begitu..." ucap Tamara terpotong oleh Ronald.
" Bilang saja seperti itu aku tidak apa-apa kok." Jawab Ronald sambil tersenyum kecut dan mengarahkan sendoknya ke mulutnya dan tidak jadi menyuapkan ke mulut Tamara.
Tamara langsung meletakkan sendoknya yang tadi menyuapkan Clarissa kecil kemudian memegang tangan Ronald untuk mengarahkan sendoknya ke mulutnya. Tamara memakan tanpa ada rasa jijik sedikitpun membuat Ronald tersenyum bahagia.
Ronald kemudian memakan kembali kemudian menyuapkan Tamara begitu terus hingga tidak terasa makanan yang di piring habis tanpa sisa.
" Mau nambah lagi?" tanya Ronald
" Boleh." Jawab Tamara sambil menyuapkan makanan ke mulut Clarissa kecil.
Satu jam kemudian mereka sudah selesai makan, Tamara membereskan piring - piring yang kotor dan di bawa ke wastafel kemudian mencucinya hingga bersih sedangkan Ronald yang ingin membantu Tamara di larang oleh Tamara karena Tamara ingin agar Ronald bermain dengan Clarissa kecil.
" Sepertinya asyik banget nih bercandanya." ucap Tamara sambil duduk di samping Ronald.
Ronald hanya tersenyum mendengar ucapan Tamara. Ronald memeluk Tamara dari arah samping.
cup
" Terima kasih sayang, kehadiran dirimu sangat berarti buatku." Ucap Ronald dengan nada tulus sambil mengecup bibir Tamara singkat.
" Sama - sama honey." Jawab Tamara sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Ronald.
Pikiran Tamara melayang jauh dan tidak mendengarkan ucapan Ronald.
" Sayang... sayang..." panggil Ronald
__ADS_1