
Karen dan ke tiga gadis tersebut masuk ke dalam kantor polisi tersebut dengan di dampingi polisi.
" Silahkan duduk." Perintah polisi
Mereka berempat duduk di kursi berhadapan dengan polisi.
" Ceritakan secara terperinci?" perintah polisi.
" Pak polisi kami berenam sedang berbicara di danau tapi tiba-tiba gadis culun ini mendorong teman kami hingga tercebur di danau. Aku dan temanku meminta bantuan orang sedangkan ke tiga temanku berusaha menolong temanku tapi ketika kami sampai gadis culun ini mendorong ke tiga temanku yang sedang menolong teman kami tenggelam. Akibat perbuatannya hiks... hiks.. ke empat teman kami mati tenggelam di danau." ucap gadis ke lima berbohong sambil menangis.
" Benarkah begitu? Apakah ada saksi?" tanya polisi
" Saya saksinya pak, ke empat teman kami meninggal gara - gara ulah si culun ini." ucap gadis ke enam dengan tatapan penuh kebencian.
" Bagaimana dengan mu nona?" tanya polisi ke saksi satunya.
" Benar pak, si culun ini memang suka cari masalah temanku saja yang lagi duduk di danau pernah di dorong dan untung aku ada di sana jadi temanku tidak mati tenggelam." Ucap gadis itu.
" Bohong pak, mereka semua bohong justru mereka yang ingin mencelakaiku." protes mommy Karen.
" Apakah nona mempunyai saksi?" tanya polisi
" Maaf pak semua saksiku lebih membela ke dua gadis ini." Ucap mommy Karen
"Maaf anda akan kami tahan karena semua bukti mengarah ke arah nona." ucap polisi
" Hukum mati saja pak." ucap ke delapan pasangan suami istri tiba - tiba datang.
" Siapa kalian?" tanya polisi
" Kami adalah orang tua korban dan kami tidak terima jika dia hanya di hukum saja tapi langsung tembak mati saja." ucap salah satu dari mereka.
" Iya kami setuju, hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa." jawab yang lainnya.
" Maaf tuan - tuan dan nyonya - nyonya negara ini adalah negara hukum jadi harus di proses dulu. Masalah hukuman hanya pihak pengadilan yang berhak memutuskan hukuman apa yang pantas untuk nona ini." ucap polisi panjang lebar.
" Apakah nona punya pengacara untuk membela anda?" tanya polisi
" Dia gadis miskin pak mana mungkin dia punya pengacara." Ucap gadis yang ke lima.
" Iya benar." Jawab mereka serempak
" Aku ingin menghubungi suamiku." ucap mommy Karen yang tidak memperdulikan ucapan mereka
" Apa??? kamu sudah menikah? apa kamu menikah dengan bandot tua?" ledek gadis ke lima dengan tatapan mengejek.
" Atau menjadi wanita simpanan?" tanya gadis dengan nada menghina.
__ADS_1
" Kalau begitu silahkan menghubungi suami nona. ucap polisi dengan nada sopan.
Mommy Karen menghubungi suaminya tapi sambungan pertama sampai sambungan ke lima daddy David tidak mengangkat ponselnya.
" Kenapa? tidak di angkat ya? mungkin suamimu sedang sibuk dengan wanita lainnnya." ledek gadis tersebut.
Mommy Karen hanya bisa mencengkram ponselnya dengan erat karena dirinya tidak mungkin marah - marah di kantor polisi.
" Penjarakan culun ini dan berikan dia hukuman mati." ucap ke delapan orang tuanya.
" Baik tuan - tuan dan nyonya - nyonya." Jawab polisi dengan patuh
" Mari nona ikut saya." ucap polisi dengan nada sopan.
" Tunggu sebentar saya akan telephone lagi." pinta mommy Karen
" Cih... suamimu pasti sibuk dengan wanita lain mana mungkin di angkat ponselnya." ledek gadis ke lima.
Mommy Karen tidak memperdulikannya, mommy Karen menghubungi asisten suaminya yang bernama Ronald. Sambungan pertama langsung di angkat.
" Hallo kak Ronald tolong aku." ucap mommy Karen tanpa basa basi
" Ada apa nyonya?" tanya Ronald yang kebetulan berada di sebelah tuan David.
" Aku di kantor polisi tolong bantu aku." ucap mommy Karen
" Baik, kami akan ke sana." ucap Ronald
Sambungan komunikasi langsung terputus, ada rasa lega di hati mommy Karen.
" Sebentar lagi kakakku datang jadi tolong jangan tahan aku." pinta mommy Karen.
" Tidak bisa culun ini harus di penjara." ucap mereka serempak
" Maaf nona, saya tidak bisa menolak permintaan mereka. Serahkan ponsel dan tasnya sekarang." pinta polisi dengan nada sopan.
Mommy Karen hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar dan memberikan ponsel dan tasnya kemudian mengikuti polisi untuk di masukkan ke dalam penjara.
" Semoga kamu cepat membusuk di penjara." ucap ke delapan paruh baya sebagai orang tua korban.
" Maaf tuan - tuan dan nyonya - nyonya serta adik - adik tinggalkan kantor polisi ini." ucap polisi dengan nada sopan.
" Baik kami akan pergi tapi ingat hukum mati gadis itu." perintah mer! serempak sambil meninggalkan kantor polisi.
xxxxxxx
Daddy David dan Ronald beserta para pemegang saham sedang mengadakan rapat tahunan dan ponsel milik daddy David tertinggal di ruang kerjanya. Semua tampak serius mengikuti rapat tersebut hampir tiga jam tapi rapat belum juga ada tanda - tanda selesai.
__ADS_1
" Silahkan makan snack kalian." ucap daddy David karena dirinya tahu mereka pasti lapar karena sebentar lagi akan masuk jam makan siang.
Tiba - tiba ponsel milik Ronald bergetar dan Ronald langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Maaf tuan, nyonya Karen." bisik Ronald.
" Angkat." Perintah daddy David dengan tegas
Ronald langsung menggeser tombol berwarna hijau setelah selesai bercakap-cakap Ronald memasukkan kembali ponselnya ke saku jasnya.
" Maaf tuan, nyonya Karen di kantor polisi dan meminta bantuan kita." bisik Ronald
" Kita berangkat sekarang." ucap daddy David sambil berdiri dan mengambil jas yang berada di kursi.
" Baik tuan." Jawab Ronald.
" Maaf untuk sementara rapat di tunda dulu, terima kasih." Jawab Ronald sambil berjalan mengikuti tuan David.
Daddy David dan Ronald langsung masuk ke dalam lift menuju ke lantai dasar tempat khusus parkiran mobil. Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor polisi.
" Kenapa istriku ada di penjara dan kenapa istriku tidak menghubungiku?" tanya daddy David
" Maaf tuan saya tidak tahu, kalau mengenai ponsel mungkin ponsel tuan ketinggalan di ruang kerja milik tuan." Jawab Ronald
Daddy David meraba sakunya dan memang benar ponselnya tidak berada di saku jasnya.
" Oh iya aku baru ingat tadi aku menerima telepon dari anakku Daka untuk makan siang bersama." Ucap daddy David.
Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tidak berapa lama merekapun sudah sampai di kantor polisi. David turun dari mobil dan berjalan dengan cepat dengan diikuti oleh Ronald.
tap
tap
tap
Suara sepatu pantofel terdengar di ruangan kantor polisi dan semua orang menghormati tuan David karena tuan David adalah orang nomer satu di negara tersebut yang mempunyai perusahaan di mana - mana. Kedatangan daddy David membuat para polisi sangat terkejut karena pasalnya tuan David tidak pernah berurusan dengan kantor polisi.
" Selamat datang tuan David, ada yang bisa kami bantu?" tanya polisi dengan ramah.
" Aku ingin bertemu dengan istriku." ucap daddy David tanpa basa basi.
" Maaf tuan, saya tidak mengerti." Ucap polisi dengan nada bingung
" Ronald." Panggil daddy David
Ronald langsung menunjukkan ponselnya dan ada foto mommy Karen.
__ADS_1
" Ini foto istri tuan David." ucap Ronald
" Maaf tuan m, istri tuan tidak ada di sini." ucap polisi tersebut.