
David hanya menatap tajam ke arah gadis tersebut tanpa ada niat untuk membantu sama sekali kemudian David meninggalkan gadis tersebut tanpa memperdulikan tangan kanan gadis tersebut mengarah ke dirinya untuk membantunya untuk berdiri.
David berjalan menuju ke meja makan kemudian menggendong anaknya Daka untuk menyuapi anaknya makan baru dirinya secara bergantian.
Sedangkan gadis tersebut yang ditinggalkan David sangat kesal karena bisanya orang akan senang hati membantunya tapi pria tampan itu sama sekali tidak berpengaruh malah menatapnya dengan tajam.
( " *Si*l bokongku sampai sakit gara - gara menabrak pria tampan itu. Walau aku sengaja menabrak aku pikir pria itu akan membantuku tapi ternyata di luar perkiraan ku. Semangat Celine kamu pasti bisa mendapatkan pria tampan itu. Semakin susah mendapatkan nya semakin semangat aku akan mengejarnya. Apalagi di lihat dari pakaian dan jam yang dipakainya sangat mahal pasti pria itu sangat kaya raya." ucap Celine dalam hati sambil berdiri dan menepuk dres nya yang kotor karena bokongnya sempat mencium lantai marmer* ).
Gadis itupun berjalan ke arah restoran sambil kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri hingga matanya tanpa sengaja menatap pria tampan yang tadi sengaja di tabraknya. Gadis itupun duduk berhadapan yang tidak begitu jauh dengan David dan memperhatikan David.
( " Itu seperti anaknya karena wajahnya sangat mirip tapi kemana istrinya? tapi aku tidak perduli mau sudah menikah atau belum pria itu harus menjadi milikku bagaimanapun caranya." ucap gadis itu sambil tersenyum menyeringai ).
Gadis itu memesan makanan dan minuman sambil menatap David tanpa berkedip setelah melihat pria incarannya sudah selesai makan dan minum gadis itupun langsung menghentikan makanannya walau makanan nya masih setengah lagi karena baginya pria itu lebih penting dari pada makanan yang disantapnya.
Gadis itupun membayar makanan dan minuman yang tadi dipesannya.
( " Aku akan mengikuti pria itu dan jika pria itu sudah menikah aku akan merebutnya dan anaknya akan aku buang karena aku tidak sudi mengurus anaknya." ucap gadis itu dalam hati ).
David, Ronald dan Daka beserta baby sister plus bodyguard. Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga dua jam lamanya akhirnya mereka sudah sampai dan berada di kota xxxx. Ronald menyewa tiga kamar hotel , kamar pertama untuk David tidur bersama putra kesayangannya, kamar ke dua untuk Ronald dan kamar ke tiga untuk baby sister. Mereka masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Gadis itu yang tadi mengikuti mobil milik David juga sudah sampai di kota xxxx dan menyewa di hotel yang sama dengan David. Ambisinya yang besar untuk memiliki David membuatnya nekat melakukan itu.
Sore harinya David bersama anaknya Daka keluar dari kamarnya bertepatan keluarnya Ronald dan Lina. Mereka berempat masuk ke dalam lift dan menekan tombol angka 1 karena mereka akan makan sore di lobby.
Ting
Pintu lift terbuka mereka keluar dari pintu lift dan duduk di kursi masing-masing. Seperti biasa Daka duduk dipangkuan daddynya dan bagi David tidak mempermasalahkan nya karena David sangat sayang dan memanjakan Daka.
" Daka duduk di kursi sebelah kakak." ucap Lina dengan nada lembut.
__ADS_1
" No, Ama daddy." ucap Daka menolak permintaan Lina
" Apa itu ama?" tanya David
" Ama itu sama tuan." Jawab Lina dengan nada lembut.
David hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian mengusap lembut kepala Daka.
" Biarkan saja Daka sama daddynya. Ronald pesankan makanannya." pinta David
" Baik tuan." Jawab Ronald dengan nada sopan.
Ronald pun melambaikan tangannya ke arah pelayan dan pelayan itupun datang ke arah Ronald. Ronald memesan makanan setelah selesai pelayan itupun mencatat pesanan Ronald kemudian pergi meninggalkan mereka.
" Aku melihat kalian itu cocok." goda David ke Ronald dan Lina.
Wajah Lina merona merah karena sejujurnya Lina menyukai Ronald hanya saja Ronald terkesan dingin dan cuek sedangkan Ronald bersikap biasa saja malah berpura - pura melihat ponselnya.
Ronald hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan tuan David. David tersenyum kemudian menatap ke arah Lina.
" Lina apakah kamu suka dengan Ronald?" tanya David
" Sa... ya.." ucap Lina menggantungkan kalimatnya dengan nada gugup.
David hanya tersenyum dan tahu kalau Lina menyukai asistennya yang bernama Ronald. Tidak berapa lama pesanan pun datang mereka makan dalam diam tidak ada suatu yang berbicara. Dari jarak agak jauh gadis itu masih menatap David dengan penuh damba. Tidak berapa lama merekapun selesai makan hanya saja mereka masih betah duduk di kursi makan.
" Maaf tuan nanti malam ada undangan pesta ulang tahun pernikahan dengan Tuan Arnold apakah tuan akan datang?" tanya Ronald.
" Aku malas datang pesta, apalagi kamu tahu sendiri sejak istriku meninggal dan mendonorkan ke dua ginjalnya membuatku tidak lagi bersentuhan dengan minuman alkohol." ucap David dengan mata mulai berkaca-kaca mengingat betapa pengorbanan istrinya tidak mudah untuk dilupakannya.
__ADS_1
" Saya tahu tuan karena pesan terakhir nyonya Karen pada emailku agar selalu mengingatkan tuan untuk menjaga kesehatan tuan, jangan terlambat makan dan juga untuk menghindari minuman alkohol." ucap Ronald.
Ronald mengingat dua hari setelah meninggalnya nyonya besar Karen dirinya menerima email dari nyonya besar Karen di mana isinya mengenai tiga permintaan untuk Ronald di mana permintaan pertama meminta tolong untuk menjaga suami dan juga anak mereka.
Permintaan yang ke dua nyonya Karen juga meminta ke Ronald agar suaminya jangan sampai terlambat makan dan makan harus banyak jangan memakan satu atau dua suap karena jika itu dilakukan oleh suaminya maka Karen di alam sana akan sedih dan terluka.
Permintaan yang ke tiga Nyonya Karen meminta agar suaminya menjauhkan minuman alkohol karena selama ini nyonya Karen menjauhkan minuman alkohol karena itulah ke dua ginjalnya selalu sehat. Nyonya Karen tidak mau ke dua ginjal yang telah diberikan menjadi rusak jika suaminya meminum minuman alkohol.
Bukan hanya Ronald yang mendapatkan email tersebut David dan juga dokter Sandra mendapatkan email juga dari Karen hanya beda di kata - katanya saja.
" Saya tahu Ronald, karena bukan kamu saja yang mendapatkan email itu aku juga dapat." ucap David sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Tuan, acara itu juga datang beberapa relasi bisnis kita, tidak enak jika tidak datang." ucap Ronald.
" Baiklah tapi kalian berdua juga ikut karena aku tidak mau datang sendiri." ucap David.
" Baik tuan." Jawab Ronald dan Lina bersamaan.
" Oh iya besok pagi kita akan pergi ke perusahaan cabang." ucap Ronald.
" Ok, oh iya Ronald temani Lina membeli pakaian untuk acara nanti malam." perintah David.
" Baik tuan." jawab Ronald yang tidak bisa menolak permintaan tuan besar David.
David berdiri sambil menggendong Daka dan berjalan ke arah pintu lift untuk bermain di kamarnya bersama anak semata wayangnya sedangkan Ronald dan Lina pergi meninggalkan hotel untuk pergi ke butik.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Ayo donk vote, like, hadiah dan komentarnya agar novel ini lulus kontrak karena kalau belum lulus kontrak author tidak memperoleh pendapatan sama sekali, author kan jadi sedih. Kalau lulus kontrak author janji sehari 2 sampai 3 bab akan update.
Terima kasih atas vote, like, hadiah dan komentarnya