Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Pertemuan Gavin Dengan David


__ADS_3

Tidak terasa mereka tidur selama 3 jam lebih daddy Gavin perlahan membuka matanya dan menatap wajah cantik istri yang sangat dicintainya. Perlahan mommy Clarissa membuka matanya membuat daddy Gavin menutup matanya.


Mommy Clarissa menatap wajah tampan suaminya kemudian tangan kanannya diarahkan ke wajah suaminya.


" Suamiku sangat tampan, aku bersyukur mempunyai suami yang sangat setia padaku. Semoga saja suamiku selalu setia dan tidak melukai hatiku. Entah apa jadinya diriku jika aku tidak bertemu dengan pria sebaik dirimu." ucap mommy Clarissa sambil mengusap kening, mata, pipi, hidung dan terakhir bibir.


Entah kenapa mommy Clarissa ingin merasakan bibir suaminya. Mommy Clarissa melepaskan tangan suaminya yang sedang memeluknya kemudian mendekati wajahnya ke wajah suaminya.


cup


" I Love you daddy Gavin." ucap mommy Clarissa sambil mengecup bibir suaminya.


Mommy Clarissa menarik wajahnya tapi di tahan oleh daddy Gavin dengan menekan tengkuk istrinya dan menyium kembali yang lebih lama setelah kehabisan oksigen barulah dilepaskan.


" Daddy." panggil mommy Clarissa sambil mengambil udara sebanyak-banyaknya.


Daddy Gavin hanya membuka matanya dan tersenyum.


" Mommy, daddy pergi dulu ada yang ingin daddy kerjakan." pamit daddy Gavin sambil turun dari ranjang.


" Daddy tidak mandi dulu?" tanya mommy Clarissa.


" Nanti saja daddy mandi." ucap daddy Gavin sambil memakai kaos kaki dan sepatu serta kemeja.


" Ok, hati - hati di jalan." ucap mommy Clarissa.


" Ok." Jawab daddy Gavin


Singkat cerita daddy Gavin dan asisten pribadinya yang bernama Raynald sudah sampai di markas.


tap


tap


tap


Suara sepatu pantofel berbenturan dengan lantai marmer. Daddy Gavin berjalan dengan diikuti asisten setianya dari belakang. Daddy Gavin melihat seorang wanita yang dulu sempat singgah dihatinya siapa lagi kalau bukan mantan kekasihnya yang bernama Valen. Valen mengangkat wajahnya karena ke dua tangan dan ke dua kakinya terikat dengan kencang.


" Honey, aku mohon lepaskan aku." mohon Valen


" Tidak akan aku melepaskanmu karena kamu telah berani mengusik wanita yang aku cintai." ucap daddy Gavin dengan nada dingin.


" Beri aku kesempatan ke dua, aku janji tidak akan mengusik istrimu lagi." mohon Valen


" Kesempatanmu sudah habis karena berulang kali kamu aku beri kesempatan tapi tidak kamu gunakan baik - baik malah berulang kali kamu melakukan kesalahan." ucap daddy Gavin dengan nada dingin.


" Apa maksudmu? Aku hanya sekali menyakiti istrimu, itu saja kesalahanku." ucap Valen

__ADS_1


" Oh ya?.. apa kamu tidak ingat pertama kali kita bertemu? kamu dulu bekerja sebagai sekretarisku sikapmu yang baik dan mulutmu yang manis membuatku menyukaimu hingga selama satu bulan masa perkenalan akhirnya aku mantap untuk menikah denganmu hingga terjadi di mana aku menjadi pria impoten kamu meninggalkan aku. Itu kesalahanmu pertama." ucap daddy Gavin sambil tersenyum sinis.


" Kesalahan ke dua adalah kamu berpacaran dengan musuh buyutku. Kesalahan ke tiga kamu dengan sengaja mengatakan ke orang-orang kalau diriku impoten dan membuat diriku semakin terpuruk hingga mempengaruhi perusahaannya dan nyaris perusahaan ku gulung tikar." sambung daddy Gavin.


" Kamu tahu akibat perbuatanmu hatiku benar - benar membeku, siapa saja yang bermain dengan diriku, aku tidak segan - segan membunuhnya hanya saja diriku tidak tega untuk menyakitimu walau kamu sering melukai hatiku. Diriku merelakan kamu menikah dengan musuhku dan tidak dendam pada kalian berdua." sambung Daddy Gavin lagi.


" Hingga diriku bertemu dengan Clarissa dan merubah hidupku menjadi berwarna tidak seperti dulu hanya mengenal hitam dan putih saja. Hidupku lebih berarti lagi di tambah istri yang aku cintai mempunyai anak kembar dan sekarang lagi mengandung anakku lagi. Hidupku lebih lengkap sekarang dari pada dulu yang penuh luka." ucap daddy Gavin dengan nada masih dingin.


"Tapi ternyata kesempatan yang aku berikan tidak kamu pergunakan sebaik - baiknya malah kamu melakukan kesalahan yang sangat fatal yaitu melukai istriku, jadi terimalah akibatnya." ucap daddy Gavin sambil mengeluarkan pistolnya dan di arahkan ke kening Valen.


dor


Valen pun langsung meregang nyawanya di tempat akibat tembakan daddy Gavin.


" Sebenarnya aku tidak tega membunuhmu tapi kamu sudah berani mengusik seorang yang sudah menjadi milikku.


xxxxxxx


Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya, Karen sudah mulai bekerja di kantor perusahaan milik Daddy Gavin dengan tampilan seperti Karen bukan gadis culun lagi karena pada dasarnya Karen bisa dandan karena itulah dirinya bisa merubah penampilannya.


Awalnya orang tua Elisabeth sempat terkejut dengan perubahan Karen tapi Karen menjelaskan dirinya ingin merubah agar orang tidak menghina dirinya lagi. Albert juga sudah tidak culun dan bekerja menggantikan ayahnya Elisabeth bekerja sambil kuliah sedangkan ke dua orang tua Elisabeth menikmati masa tuanya.


" Selamat pagi tuan Gavin, hari ini kita ada meating dengan perusahaan PT DAKA COOPERATION jam dua belas siang sekalian makan siang di restoran xxxx ." ucap Karen menjelaskan.


" Baik, kamu temani aku meating dan siapkan semua berkas - berkasnya." ucap daddy Gavin.


" Selama bekerja denganku tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan benar kata istriku kalau sahabatnya bisa dipercaya. Semoga saja penilaianku tidak salah." ucap daddy Gavin bicara sendiri.


" Dia tidak seperti sekretaris yang biasanya selalu menggodaku hingga beberapa kali aku pecat dan ada yang kubunuh karena mereka melakukan sesuatu yang menyakiti istri tercintaku." ucap daddy Gavin.


Daddy Gavin melanjutkan pekerjaan nya kembali begitu pula dengan Karen. Karen yang sangat cerdas cepat menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang sekretaris.


" Nona Karen, apakah dokumen dari perusahaan PT DAXA COOPERATION sudah selesai?" tanya asisten Raynald


" Sudah kak Ray, semua sudah selesai." ucap Karen sambil memberikan semua dokumen yang sudah diselesaikan.


" Coba aku cek dulu." ucap Raynald sambil menerima semua dokumen yang dikerjakan oleh Karen.


Raynald pun mengecek satu persatu dan semuanya tidak ada yang salah sedikitpun membuat Raynald tidak percaya karena Karen secepat itu mengerjakan tugas yang diberikan.


" Semua benar tidak ada sedikitpun yang salah, bagus aku suka dengan pekerjaanmu." ucap Raynald.


" Suka dengan pekerjaanku sajakan?" tanya Karen jahil.


" Ya benar aku suka dengan pekerjaanmu, apakah kamu berharap lebih?" tanya Raynald jahil mengikuti Karen.


" Tidak mungkin kak Raynald yang mengharapkan lebih." ucap Karen sambil menahan tawa karena wajah Raynald mulai memerah.

__ADS_1


" Apa yang lucu?" tanya Raynald dengan nada kesal.


" Wajah kak Raynald memerah, menahan malu ya? karena aku goda pffftttt hahahaha.." ucap Karen sambil tertawa.


" Kamu.." ucap Raynald tidak melanjutkan perkataannya dan langsung berjalan meninggalkan Karen.


( " *Si*l dekat dengan Karen selama beberapa hari ini membuat jantungku berdetak kencang, apakah aku jatuh cinta padanya?" tanya Raynald dalam hati sambil menetralkan jantung nya yang berdetak kencang* ).


Tidak terasa jam berjalan dengan cepatnya dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11.30 setengah jam lagi mereka ada pertemuan meating dengan perusahaan PT DAKA COOPERATION jam dua belas siang sekalian makan siang di restoran xxxx.


tok


tok


tok


" Masuk." ucap daddy Gavin


ceklek


" Maaf tuan, sudah waktunya kita berangkat ke restoran xxxx." ucap Karen dengan nada sopan.


" Baik." Jawab daddy Gavin singkat.


Singkat cerita mereka sudah sampai di restoran xxxx, Raynald tidak bisa ikut karena masih banyak kerjaan. Daddy Gavin dan Karen duduk di kursi restoran sambil menunggu CEO pemilik perusahaan PT DAKA COOPERATION


" Maaf tuan Gavin, saya ingin ke toilet dulu." ucap Karen berpamitan


Daddy Gavin hanya menganggukkan kepalanya, Karen yang sudah mendapatkan ijin langsung berdiri dan berjalan ke arah toilet. Tidak berapa lama CEO pemilik perusahaan PT DAKA COOPERATION datang.


" Selamat datang tuan David." ucap daddy Gavin sambil berdiri sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Terima kasih tuan Gavin, kenalkan ini asisten saya Ronald." ucap David memperkenalkan asistennya sambil membalas tangan daddy Gavin kemudian melepaskannya.


" Senang bertemu denganmu tuan Gavin." ucap Ronald sambil mengulurkan tangannya ke arah daddy Gavin.


" Terima kasih tuan Ronald." Jawab daddy Gavin membalas uluran tangan Ronald.


xxxxxxx


Bab selanjutnya pertemuan Ronald dengan Clarissa dan David dengan Karen.


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya


agar author selalu semangat menulisnya.


Terima kasih yang sudah memberikan vote, like, komentar dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2