
" Tiga hari ini aku ambil cuti." Ucap Ronald
" Kenapa?" tanya istrinya dengan nada bingung karena tidak seperti biasanya Ronald cuti.
" Sebentar lagi kamu akan melahirkan jadi aku ambil cuti." ucap Ronald
" Terima kasih kak." Jawab istrinya sambil memeluk suaminya dari arah samping.
Ronald membalas pelukan istrinya, entah kenapa hatinya tidak berdetak kencang dan hasratnya tidak ada sama sekali padahal istrinya selalu memancing hasrat Ronald dengan cara membelai adik kecil Ronald ketika Ronald hendak tidur atau pura - pura menyentuh adik kecilnya ketika istrinya berjalan melewati dirinya.
Pagi harinya perut istrinya mengalami kontraksi dan Ronald langsung menggendong istrinya ke garasi mobil untuk di bawa ke rumah sakit karena waktunya melahirkan.
Singkat cerita kini istrinya sudah melahirkan bayi mungil anak mereka berdua.
" Kak Ronald siapa nama kita?" tanya istrinya
" Clarissa Janson." Ucap Ronald
" Namanya cantik." Ucap istrinya.
" Ya benar secantik putri kita." Ucap Ronald
( " ***Secantik Clarissa orang yang sangat ku cintai, seandainya kamu masih hidup betapa bahagianya hatiku." Ucap Ronald dalam hati ).
( " Tahukah kamu kak Ronald hatiku sangat sakit karena aku tahu nama Clarissa adalah nama mantanmu dan aku tahu kak Ronald tidak bisa melupakan Clarissa mantanmu." Ucap istrinya dalam hati*** ).
Mereka terdiam tanpa ada yang bicara, istrinya menyusui putri kecilnya sambil tersenyum sedangkan Ronald hanya menatap putrinya tanpa menatap istrinya.
Sebelas Bulan Kemudian
Tidak terasa usia pernikahan Ronald dengan istrinya sudah memasuki hampir dua tahun. Hubungan Ronald dan istrinya sama seperti sebelumnya tidak ada yang berubah hanya saja istrinya sekarang lebih sibuk mengurus putri kecilnya dari pada mengurus suaminya sedangkan suaminya tidak pernah mempermasalahkan hal itu.
Hubungan mereka terasa sangat hambar, hingga suatu ketika Ronald pergi ke pesta acara pernikahan teman kuliahnya dan salah satu teman kuliahnya menghampiri Ronald.
" Hallo pa kabar Ronald?" tanya gadis salah satu gadis teman Ronald.
__ADS_1
" Hallo baik, gimana kabarmu?" tanya balik Ronald
" Seperti yang kamu lihat, ini minuman untukmu." ucap salah satu gadis teman Ronald sambil memberikan minuman ke Ronald.
" Terima kasih, kamu tambah cantik saja." Ucap Ronald samb menerima minuman.
" Terima kasih atas pujiannya." Ucap gadis itu sambil tersenyum.
Tanpa curiga Ronald meminum pemberian salah satu temannya. Mereka berdua mengobrol hingga Ronald merasakan keanehan pada tubuhnya.
( " ***Si*l temanku sengaja memberikan minuman yang mengandung obat perang***g, aku harus pergi dari sini." ucap Ronald dalam hati ).
( " Sebentar lagi obatnya bekerja dan aku dan Ronald akan melakukan hubungan suami istri setelah itu kami akan menikah hahahaha... betapa pintarnya diriku." Ucap gadis itu sambil tertawa dalam hati*** ).
Ronald memperhatikan gadis itu tersenyum menyeringai membuat Ronald menahan kesal.
" Maaf, aku harus pulang karena istri dan anakku sedang menungguku." Ucap Ronald berbohong sambil menahan gairahnya.
" Kenapa terburu - buru? aku masih ingin mengobrol dengan mu." ucap gadis itu dengan nada sensual untuk menggoda Ronald.
" Tapi aku ingin mengobrol denganmu." ucap gadis itu berusaha menahan Ronald
" Maaf aku tidak bisa karena aku sudah janji dengan istriku untuk pulang cepat, besok saja kita bertemu." Ucap Ronald berbohong sambil membalikkan badannya meninggalkan gadis itu dan tidak memperdulikan panggilannya.
Ronald berpamitan dengan pengantinnya kemudian langsung berjalan dengan cepat menuju parkiran mobil. Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena Ronald sangat tersiksa dan butuh pelampiasan.
Ronald memarkirkan mobilnya dengan asal dan langsung menekan pin apartemen dan langsung buru - buru masuk ke dalam apartemen kemudian menguncinya.
" Lina!!" panggil Ronald memanggil nama istrinya
Lina yang baru saja menidurkan putrinya langsung buru - buru menutup pintunya agar putrinya tidak terbangun. Lina dengan terburu - buru menuruni anak tangga dan melihat suaminya sedang melepaskan celana panjangnya. Jas, dasi dan kemeja sudah tergeletak di lantai membuat Lina membulatkan matanya dengan sempurna karena tidak biasanya suaminya seperti itu.
" Ada apa kak?" tanya Lina sambil mendekati suaminya.
" Tolong aku Lin, temanku memberikan aku obat peran****g." Mohon Ronald sambil membuang celana panjangnya secara asal.
__ADS_1
Ronald menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mereka kemudian membaringkan istrinya di ranjang.
Merekapun melakukan kegiatan olahraga panasnya di ranjang. Istrinya sangat bahagia karena suaminya melakukan nya secara berulang kali maklum dirinya sudah sangat lama tidak di sentuh oleh suaminya.
Selesai melakukan kegiatan olahraga panasnya Ronald memeluk istrinya begitu pula istrinya membalas pelukan suaminya.
" Terima kasih." Ucap Ronald sambil mengecup kening istrinya.
Lina hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya Ronald.
" Maafkan aku, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu." Ucap Ronald
" Terima kasih kak Ronald." Jawab Lina sambil tersenyum bahagia.
Karena lelah merekapun tertidur pulas hingga pagi menjelang. Seperti biasa Lina bangun pagi sambil menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum karena dirinya mengingat kegiatan panasnya di malam hari. Lina melepaskan tangan suaminya kemudian turun dari ranjang untuk membersihkan dirinya setelah selesai Lina membuat sarapan pagi untuk suaminya.
Selesai melakukan kegiatan memasak Lina menaiki anak tangga untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya kemudian dilanjutkan menyiapkan pakaian kerja suaminya. Lina duduk di samping ranjang dan membangunkan suaminya.
" Kak Ronald, sudah siang mandi ya?" pinta istrinya sambil membelai dada bidang Ronald.
Ronald menggeliat badannya sebentar kemudian membuka matanya sambil tersenyum. Ronald duduk di kepala ranjang dan mengecup kening istrinya dengan singkat kemudian berjalan ke arah kamar mandi sebelum melangkah masuk ke dalam kamar mandi Ronald menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
" Siapkan pakaian serba hitam tanpa jas." ucap Ronald lalu melanjutkan melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam kamar mandi.
" Apa ini? suamiku mengecup keningku, apakah suamiku sudah mulai mencintaiku?" tanya Lina sambil memegang keningnya.
" Oh iya aku harus ganti pakaian kak Ronald." Ucap Lina dengan penuh semangat dan tentu saja dengan hati yang di penuhi rasa bahagia karena melihat perubahan suaminya.
Lina tanpa membantah langsung mengambil kembali pakaian milik Ronald yang berada di sofa dan dimasukkan kembali ke dalam lemari kemudian mengambil kemeja dan celana panjang yang berwarna hitam hanya celana boxernya yang berbeda.
Tidak berapa lama Ronald keluar dari kamar mandi dan tanpa bicara langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya tanpa masuk ke kamar mandi. Biasanya Ronald memakai pakaian di kamar mandi tapi kini entah kenapa Ronald memakainya di depan istrinya.
Lina yang melihat adik kecil milik Ronald hanya tersenyum dan mengingat kegiatan panasnya semalam. Ronald melirik sekilas ke istrinya hanya tersenyum saja.
" Kenapa ingin lagi? nanti ya aku ada urusan dulu dengan seseorang." goda Ronald sambil mendekati istrinya dan mengecup keningnya.
__ADS_1