
Seorang pemuda tampan membuka pintu siapa lagi kalau bukan daddy Gavin.
" Hallo daddy." panggil mommy Clarissa.
Karen menengok ke belakang kemudian berjalan mundur untuk memberikan ruang suami sahabatnya.
" Apakah ada yang sakit mommy?" tanya daddy Gavin dengan nada kuatir sambil mendekati istrinya.
" Tidak ada dad, oh iya daddy kenalkan ini sahabatku Karen." ucap mommy Clarissa memperkenalkan sahabatnya.
Daddy Gavin hanya melirik sekilas kemudian menatap istrinya sambil tersenyum.
" Daddy, adakah lowongan untuk sahabatku?" tanya Mommy Clarissa dengan nada lembut.
" Sahabatmu bisa apa?" tanya daddy Gavin.
" Bisa bekerja sebagai sekretaris atau program IT." ucap mommy Clarissa.
Daddy Gavin melirik kembali melihat penampilan Karen culun dan pakaiannya yang ketinggalan jaman. Karen dan mommy Clarissa tahu arti lirikan suaminya terlebih mommy Clarissa tahu perusahaan milik suaminya sangat besar dan semua pakaian anak buahnya bagus - bagus dan tidak ada yang seperti Karen.
" Daddy, kita pinjamin uang untuk membeli pakaian nanti daddy bisa memotong gajinya Karen." ucap mommy Clarissa.
" Terserah mommy saja." ucap daddy Gavin pasrah yang tidak bisa menolak keinginan istrinya.
" Kapan Karen bisa bekerja dad?" tanya mommy Clarissa
" Lusa atau tiga hari lagi saja datang dan ini alamat kantorku." ucap daddy Gavin memberikan kartu nama ke Karen
" Terima kasih tuan." Jawab Karen sambil tersenyum dan menerima kartu nama daddy Gavin.
" Panggil aku tuan jika berada di kantor tapi di luar panggil lah namaku saja." ucap daddy Gavin dengan nada yang masih dingin berbeda berbicara dengan istrinya penuh lembut dan senyum.
" Baik Gavin." Ucap Karen.
" Kalau begitu aku ingin kembali ke ruanganku." ucap Karen
" Tunggu dulu, nanti kalau keluar dari rumah sakit, kamu ke rumahku ya? sekalian aku akan memanggil butik dan memesan alat - alat kecantikan." ucap mommy Clarissa.
" Baik. Terima kasih banyak." Jawab Karen sambil memegang kursi roda.
" Sama - sama Karen, kita kan bersahabat dan sesama sahabat harus saling membantu." ucap mommy Clarissa sambil tersenyum dan Karen membalas senyuman Karen.
__ADS_1
" Pengawal tolong bantu temanku untuk di antar ke ruangannya." pinta mommy Clarissa.
" Baik nyonya." Jawab bodyguard gadis itu dengan nada sopan dan penuh hormat.
Bodyguard itupun mendorong kursi roda milik Karen menuju ke kamarnya meninggalkan pasangan suami istri.
" Mommy sayang, kamu hamil lagi?" tanya daddy Gavin meyakinkan kembali.
" Iya daddy, mommy hamil lagi. Apakah daddy suka?" tanya mommy Clarissa sambil menatap mata suaminya.
" Tentu saja suka mommy, daddy sangat suka dan sangat bahagia karena daddy tidak menyangka kalau tugas keras daddy selama ini tidak sia - sia." ucap daddy Gavin tersenyum bahagia.
" Aku tidak menyangka mempunyai suami yang sangat mesum." ucap mommy Clarissa sambil menutup wajahnya dengan ke dua tangannya.
" Sangat mesum dengan istri sendiri tidak apa-apa. Habis enak banget mommy... sudahlah jangan bicarakan lagi nanti daddy jadi ingin lagi." ucap daddy Gavin sambil menjeda kalimatnya sambil membuka ke dua tangan mommy Clarissa.
Mommy Clarissa menatap adik kecil suaminya yang masih ditutupi celana panjang sampai tidak berkedip. Suaminya mengikuti tatapan mata istrinya ke arah adik kecilnya membuatnya tersenyum geli.
ctak
" Aduh daddy.. sakit." ucap mommy Clarissa sambil mengusap keningnya.
" Fiuhhhh... makanya mata mommy jangan nakal." ucap daddy Gavin sambil meniup kening mommy Clarissa dan membelai kening istrinya dengan lembut.
" Pffftttt hahahaha... mommy lucu... sejak kapan istriku yang cantik ini jadi mesum?" tanya daddy Gavin.
" Sejak kenal dengan suamiku yang sangat tampan dan baik hati." ucap mommy Clarissa memuji suaminya.
grep
" Mommy, terima kasih kehadiran mommy sangat berarti buat daddy." ucap daddy Gavin sambil memeluk istrinya.
" Mommy juga berterima kasih sama daddy karena berkat daddy hidup mommy lebih bahagia. Mommy sangat mencintai daddy, sangat." ucap mommy Clarissa sambil membelai rambut daddy Gavin dengan lembut.
" Daddy juga sangat... sangat... sangat.... dan sangat mencintai mommy. Hidup daddy sekarang lebih berwarna." ucap daddy Gavin tulus.
" Daddy mana pesanan mommy?" tanya mommy Clarissa
" Oh iya sebentar mau daddy pindahkan ke piring." ucap daddy Gavin sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan mommy Clarissa.
Daddy Gavin berjalan keluar untuk mengambil piring. Daddy Gavin tidak pernah menyuruh bodyguard ataupun pelayan ketika istrinya meminta sesuatu ke dirinya karena dirinya terlalu mencintai mommy Clarissa dan akan melakukan apapun demi istrinya walau meminta nyawanya sekalipun daddy Gavin akan memberikannya.
__ADS_1
Singkat cerita Daddy Gavin sudah membawa piring dan meletakkan makanan escargot ke dalam piring.
" Ini mommy makanan escargot pesanan mommy." ucap daddy Gavin berusaha menahan jijik melihat bekicot.
" Hmm... daddy, mommy ingin..." ucap mommy Clarissa menggantungkan kalimatnya sambil menatap suaminya dengan tatapan puppy eyes.
" Perasaan daddy kok tidak enak ya?" gumam daddy Gavin tapi mommy Clarissa dapat mendengarnya.
Mommy Clarissa hanya diam dan mengeluarkan air matanya sambil menatap mata suaminya. Daddy Gavin langsung menghapus air mata istrinya dengan ke dua tangannya.
" Kenapa mommy menangis? mommy ingin apa?" tanya daddy Gavin dengan nada lembut.
" Mommy ingin daddy makan makanan escargot." ucap mommy Clarissa sambil menangis kembali.
Daddy Gavin hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menghapus air mata istrinya.
" Baiklah daddy akan makan makanan escargot." ucap daddy Gavin pasrah.
Daddy Gavin pun duduk di sofa dan mulai memakan satu persatu bekicot tersebut dengan bersusah payah dan berusaha membayangkan kalau itu makanan kesukaannya.
( " Untung cinta banget sama istriku." ucap daddy Gavin dalam hati ).
Tidak berapa lama akhirnya Gavin bisa menghabiskan makanan escargot kemudian langsung meminumnya. Entah kenapa perutnya terasa sangat mual karena tidak tahan daddy Gavin berlari ke arah kamar mandi.
hoek
hoek
hoek
Makanan escargot yang baru dimakannya akhirnya dimuntahkan kembali. Setelah berapa lama Daddy Gavin keluar dari kamar mandi dengan tubuh lemas. Daddy Gavin mendekati ranjang istrinya kemudian duduk di samping ranjang istrinya.
" Maaf daddy gara - gara mommy, daddy jadi muntah." ucap mommy Clarissa dengan mata berkaca-kaca.
" Tidak apa-apa mommy, mommy ingin makan apa?" tanya daddy Gavin sambil membelai perut istrinya yang masih rata.
" Mommy ingin tidur di peluk daddy, bolehkah?" tanya mommy Clarissa sambil menatap mata suaminya dengan sendu.
" Boleh sayang." ucap daddy Gavin sambil melepaskan sepatu, dasi dan jasnya kemudian diletakkan di sofa setelah selesai daddy Gavin berbaring di samping istrinya sambil memeluknya dengan saling berhadap-hadapan.
" Mommy tidur ya? Daddy juga mau tidur." ucap daddy Gavin.
__ADS_1
" Iya dad." Jawab mommy Clarissa sambil membalas pelukan suaminya.
Tidak berapa lama mereka pun tidur pulas sambil berpelukan seperti tidak ingin pisah satu dengan lainnya.