Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Serena Evangelista Reagen


__ADS_3

Perlahan - lahan Ronald membuka matanya dan melihat tuan besar David dan sahabatnya Federick.


" Di mana aku?" tanya Ronald lirih


" Kamu di rumah sakit." Jawab daddy David


" Bagaimana keadaan istriku?" tanya Ronald


Ke duanya diam tidak ada satupun yang berbicara.


" Tuan besar, Federick bagaimana keadaan istriku? apakah dia baik - baik saja?" tanya Ronald


" Istrimu meninggal waktu di bawa ke rumah sakit." Jawab daddy David


Ronald hanya menghembuskan nafasnya dengan berat. Padahal Ronald sedang berusaha membuka hatinya untuk istrinya tapi takdir berkata lain istrinya meninggal.


" Seandainya saja istriku tidak memelukku istriku pasti masih hidup. Dia mengorbankan nyawanya demi diriku." Ucap Ronald dengan nada lirih.


" Aku tahu bagaimana perasaanmu karena aku juga pernah merasakannya." Ucap daddy David


Ronald hanya diam tidak berbicara lagi pikirannya melayang jauh mengingat kebersamaan dengan istrinya. Tidak berapa lama pintunya di ketuk daddy Federick langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu.


" Selamat sore tuan." sapa seorang polisi.


" Sore, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya daddy Federick


" Saya dari pihak kepolisian ingin bertemu dengan tuan Ronald. Apakah boleh saya bertemu dengan tuan Ronald?" tanya polisi.


" Silahkan saja pak." Jawab daddy Federick


Polisi itupun menundukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah Ronald dan berdiri di samping Ronald.


" Maaf dengan tuan Ronald?" tanya polisi


" Iya saya sendiri, ada apa pak?" tanya Ronald


" Maaf pak saya mau infokan bahwa mobil milik tuan remnya blong sedangkan truk yang menabrak mobil tuan kabur dari lokasi kejadian." lapor polisi


" Terus terang saya juga kaget pak soalnya waktu saya hendak mengerem mobil tapi tidak berfungsi biasanya saya selalu rajin untuk memeriksa kondisi mobil." Jawab Ronald


" Berarti ada orang yang sengaja ingin membuatmu celaka." ucap daddy Federick


" Bisa jadi tuan, apakah tuan Ronald mempunyai musuh?" tanya polisi


" Seingatku aku tidak mempunyai musuh." Jawab Ronald berbohong.


Daddy David dan daddy Federick tahu kalau Ronald berbohong tapi mereka berdua diam saja. Mereka hanya menunggu sampai polisi itu pergi. Setelah agak lama akhirnya polisi itupun pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Siapa musuhmu Ronald?" tanya daddy David tanpa basa basi


" Terakhir orang yang aku bunuh adalah teman kuliahku dulu." Ucap Ronald


" Kemungkinan keluarganya ada yang membalas dendam." Ucap daddy Federick


" Bisa jadi, aku akan coba mengecek cctv perusahaan ku dulu." ucap daddy David sambil membuka laptopnya untuk mengecek rekaman cctv.


Satu jam lebih daddy David mengecek rekaman cctv tapi tidak ada petunjuk sama sekali.


" Tidak ada petunjuk." Ucap Daddy David


" Apa kita tangkap keluarganya dan kemudian kita bunuh." usul daddy Federick


" Iya kalau benar kalau bukan? yang ada kita berdosa karena membunuh orang yang tidak bersalah." ucap daddy David


" Tumben kamu membunuh merasa dosa." sindir daddy Federick


" Setelah kematian istriku, istriku mengirim rekaman yang berisi jika ada orang yang belum terbukti bersalah jangan membunuhnya tapi jika kesalahannya sangat fatal dan merugikan orang lain boleh dilakukan." ucap Daddy David


Daddy Federick hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Terus apa yang kita lakukan sekarang?" tanya daddy Federick


"Untuk saat ini kita biarkan saja tapi aku akan memberikan keamanan untuk Ronald untuk berjaga-jaga jika musuhnya datang." ucap Daddy David


" Baiklah kalau begitu, aku juga akan memberikan keamanan untuk Ronald." Jawab daddy Federick.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda seorang pria paruh baya sedang memarahi anak buah kepercayaannya.


" Seharusnya truk itu menabrak mobil itu lagi agar jatuh ke dalam jurang supaya tuan Ronald dan istrinya mati mengenaskan." omel pria paruh baya


" Maafkan saya tuan saya akan menembusnya." ucap anak buah kepercayaannya.


" Bagaimana menembusnya hah!!"bentak pria paruh baya itu


" Saya mendapatkan info kalau tuan Ronald tidak bisa melupakan mantan kekasihnya jadi aku punya ide tuan." ucap anak buah kepercayaannya.


" Baiklah apa idemu?" tanya pria paruh baya.


Anak buah kepercayaan itupun membisikkan sesuatu membuat pria paruh baya tersenyum dan menyetujui idenya.


" Bagus juga idemu, sekarang kamu harus cari seseorang yang mirip dengannya atau cari wanita yang tinggi dan bentuk tubuhnya hampir sama kemudian lakukan operasi plastik agar mirip dengan wanita itu, berapapun harganya aku tidak memperdulikan." ucap pria paruh baya.


" Baik tuan saya akan laksanakan." Ucap anak buah kepercayaannya.

__ADS_1


" Bagus, aku akan transfer 2 milyar ke rekeningmu nanti kalau kurang kabarin aku." ucap pria paruh baya itu.


" Baik tuan, kalau begitu saya pamit untuk melaksanakan perintah tuan." Jawab anak buah kepercayaannya.


Anak buah kepercayaannya pergi meninggalkan pria paruh baya.


" Bagaimanapun kamu harus mati tuan Ronald karena ulahmu putri kesayanganku meninggal." ucap pria paruh baya dengan penuh amarah dan dendam.


xxxxxxx


Delapan Bulan Kemudian


" Selamat malam tuan, maaf tuan terlalu lama karena sangat sulit mencari orang yang mirip dengan wanita itu jadi terpaksa saya mencari orang yang tingginya sama dan bentuk tubuhnya hampir mirip." ucap orang kepercayaannya


" Kamu sudah mendapatkan wanita itu?" tanya pria paruh baya


" Sudah tuan dan wanita itu juga mau di operasi wajahnya." ucap orang kepercayaannya.


" Bagus, mana orangnya?" tanya pria paruh baya itu.


" Serena Evangelista Reagen." Panggil orang kepercayaannya.


Serena Evangelista Reagen yang merasa dipanggil langsung berjalan ke arah orang kepercayaan pria paruh baya itu.


" Saya tuan." Jawab Serena


" Tuan ini namanya Serena Evangelista Reagen dan supaya tidak diketahui identitasnya oleh Ronald maupun ke dua sahabatnya maka saya mengganti namanya menjadi Tamara Adrel." Ucap orang kepercayaannya.


" Cantik sekali, apakah dia masih gadis?" tanya pria paruh baya dengan wajah mesumnya.


" Tentu saja tuan." Jawab orang kepercayaannya


" Bagus kalau begitu sebelum diberikan ke Ronald aku ingin orang pertama yang merasakannya." Ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum menyeringai.


Serena dan orang kepercayaannya saling menatap dan memberikan kode kalau Serena tidak setuju.


" Maaf tuan, kalau tuan mencobanya maka balas dendam tuan terhadap tuan Ronald tidak bisa terpenuhi." tolak orang kepercayaannya.


" Apa hubungannya?" tanya pria paruh baya sambil menatap tajam ke arah orang kepercayaannya.


" Ada tuan, jika tuan Ronald yang pertama kali melakukannya maka Serena bisa menuntut untuk dinikahi dan setelah mereka menikah Serena bisa membunuh tuan Ronald ketika Ronald lengah." Ucap orang kepercayaannya.


Pria paruh baya itupun menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Baiklah, sekarang kamu cari gadis lain yang cantik buat menemaniku malam ini." ucap pria paruh baya itu


" Baik tuan." Jawab orang kepercayaannya.

__ADS_1


Orang kepercayaan dan Serena pergi meninggalkan pria paruh baya itu sendiri. Orang kepercayaan itu mengantar Serena ke apartemen yang baru dibelinya atas nama Tamara Adrel.


" Ini kunci apartemen dan kunci mobil atas nama Tamara Adrel. Ingat namamu sekarang Tamara bukan Serena." ucap orang kepercayaan pria paruh baya.


__ADS_2