
Clarissa sudah melahirkan anak kembar kebahagiaan mereka berlipat ganda terlebih Gavin dirinya sekarang merasa sempurna mempunyai istri yang mencintai dirinya terlebih ada anak yang sejak dulu diimpikan oleh Gavin. Gavin tidak pernah membedakan mana anak kandung dan mana anak tiri semuanya di sayang tanpa pilih kasih.
" Mommy, daddy sangat bahagia sekali sekarang kebahagiaan daddy sudah lengkap." ucap daddy Gavin.
" Mommy juga bahagia mempunyai suami yang baik seperti daddy." ucap mommy Clarissa.
" Daddy kenapa ke dua anak kita semuanya mirip denganmu? kenapa tidak ada satupun mirip denganku." ucap mommy Clarissa.
" Hehehehe itu karena mommy terlalu cinta mati dengan daddy makanya anak kita semua mirip daddy." ucap daddy Gavin dengan bangga.
cup
" Memang mommy akui kalau mommy cinta mati dengan daddy." ucap mommy Clarissa sambil mengecup pipi suaminya.
cup
" Daddy juga cinta mati dengan mommy." ucap Gavin sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Mommy mau minta hadiah apa dari daddy?" tanya daddy Gavin sambil menatap mata indah istrinya.
" Mommy hanya meminta agar daddy selalu setia dan sayang denganku juga anak - anak." ucap mommy Clarissa sambil membalad tatapan mata suaminya.
" Itu sudah pasti, maksud daddy apakah ada yang mommy inginkan?" tanya daddy Gavin.
" Tidak ada karena mommy hanya menginginkan itu saja dan tidak mau serakah dengan meminta lainnya." ucap mommy Clarissa
" Kamu memang wanita berbeda dari wanita di luaran sana dan daddy sangat beruntung mendapatkan mommy." ucap daddy Gavin sambil membelai wajah istrinya.
" Daddy juga pria berbeda dari pria di luaran sana dan mommy sangat beruntung bisa menikah dengan daddy dan mendapatkan cinta yang sangat tulus." ucap mommy Clarissa sambil memeluk suaminya.
Gavin membalas pelukan istrinya sambil tersenyum bahagia mendengar ucapan istrinya membuat dirinya akan selalu menjaga istrinya walau nyawa taruhannya dirinya tidak perduli.
" Sudah malam kita tidur." ucap Gavin sambil melepaskan pelukannya.
Gavin berbaring diranjang begitu pula dengan Clarissa. Mereka tidur sambil berpelukan dan kepala Clarissa bersandar di dada bidang suaminya. Tidak membutuhkan waktu lama Clarissa dan Gavin tertidur pulas.
xxxxxxx
Pagi harinya Clarissa seperti biasa mencuci wajahnya kemudian menyikat gigi setelah itu turun ke lantai satu untuk memasak. Selesai memasak Clarissa menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
ceklek
Clarissa membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya masih tertidur pulas. Clarissa berjalan ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya. Setelah selesai menyiapkan air hangat dan diberikan mewangian kesukaan suaminya Clarissa mengambil pakaian suaminya dan diletakkan di atas meja dekat sofa kemudian Clarissa mendekati suaminya yang masih tertidur pulas.
" Daddy sayang, bangun sudah siang." ucap Clarissa sambil membelai pipi kemudian rahang suaminya.
Perlahan suaminya membuka matanya dan melihat istrinya sedang menatapnya sambil tersenyum manis.
" Mommy sayang, satu ronde ya?" pinta Gavin
__ADS_1
Clarissa hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Merekapun melakukan kegiatan panasnya pada malam hari setelah selesai melakukannya mereka masuk ke dalam kamar mandi dan Gavin melakukannya kembali.
Setelah hampir satu jam lebih barulah mereka keluar dari kamar mandi. Kalau Gavin terasa segar dan semangat sedangkan Clarissa tubuhnya lemas karena suaminya tidak pernah puas kalau bermain hanya sekali.
" Daddy, mommy ngantuk." ucap Clarissa sambil berjalan ke arah ranjang.
bruk
Clarissa menjatuhkan dirinya ke ranjang dengan posisi tengkurap membuat Gavin tersenyum melihat istrinya yang sangat menggemaskan.
" Masa tidur tidak pakai apapun, memangnya mommy mau daddy terkam lagi?" goda Gavin
" Aish... Daddy, tega sama mommy kalau melakukan itu lagi, mommy sudah lemes nih dad." ucap Clarissa dengan nada manja sambil memejamkan matanya.
Gavin duduk di samping ranjang dan membelai rambut istrinya.
" Maafkan daddy kalau membuat mommy kelelahan." ucap Gavin
Clarissa membalikkan badannya dan memegang tangan suaminya.
" Tidak apa-apa daddy, mommy juga suka hanya saja sekarang mommy lelah sekali." ucap Clarissa.
" Terima kasih sayang, Daddy mau pakai baju dulu." ucap daddy Gavin
Daddy Gavin mengambil pakaian yang sudah disiapkan istrinya kemudian mengambil pakaian dala**n dan juga dress.
" Mommy sayang, Daddy pakaikan dala**n dan dres biar mommy tidak masuk angin." ucap daddy Gavin
" Tidak mommy sayang, biar daddy saja." tolak Daddy Gavin
Mommy Clarissa hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya memakaikan pakaiannya. Daddy Gavin berulangkali menelan saliva melihat tubuh mulus istrinya sungguh sangat tersiksa tapi dirinya tidak tega melihat istrinya yang sudah kelelahan akibat ulahnya.
" Fiuhhhh akhirnya selesai juga." ucap Daddy Gavin sambil menyeka keningnya yang berkeringat.
" Pffftttt hahaha.." tawa mommy Clarissa pecah.
" Kenapa mommy tertawa?" tanya daddy Gavin penasaran.
" Dari tadi daddy nahan ya?" goda mommy Clarissa sambil mengedipkan matanya.
" Mommy!!!" teriak Daddy Gavin kesal
" Hahahaha.." tawa mommy Clarissa tidak berhenti sambil memegangi perutnya.
" Mommy ngerjain daddy ya?" tanya daddy Gavin dengan nada masih kesal karena dirinya dipermainkan oleh istrinya.
Mommy hanya menganggukkan kepalanya karena masih tertawa. Daddy Gavin yang kesal dikerjain istrinya langsung menin**h istrinya.
" Karena mommy ngerjain Daddy sekarang daddy akan menghukum mommy." ucap Gavin sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
" Akhhhhh tidak daddy... mommy benar - benar lelah." ucap mommy Clarissa sambil menampilkan puppy eyes.
" Hanya dua ronde... itu akibat mommy menertawakan daddy." ucap daddy Gavin
Gavin berdiri kemudian melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian melepaskan seluruh pakaian istrinya hingga sama seperti dirinya tanpa sehelai benangpun.
Daddy Gavin memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup daddy Gavin mulai memasuki goa yang teramat gelap membuat mommy Clarissa mengeluarkan suara merdu di telinga daddy Gavin membuat daddy Gavin semakin semangat menggoyangkan pinggulnya hingga satu jam lamanya barulah keluar lahar miliknya.
Gavin tidak melepaskan adik kecilnya karena adiknya masih betah tinggal di dalam goa tersebut.
" Daddy kenapa tidak di tarik?" tanya mommy Clarissa
" Masih betah di dalam, kasihan kalau di usir." ucap daddy Gavin sambil membelai wajah istrinya.
" Aish.. daddy belajar dari mana kata - kata itu." ucap mommy Clarissa sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan suaminya.
" Dari anak buah daddy." ucap daddy Gavin jujur.
" Daddy.." panggil mommy Clarissa
" Hmmm..." jawab daddy Gavin berupa deheman.
" Lagi ya?" pinta Clarissa sambil membuka matanya dan menggoyangkan pinggulnya.
" Mommy belajar dari mana?" tanya daddy Gavin
" Dari daddy." jawab mommy Clarissa sambil mengedipkan matanya.
Daddy Gavin hanya tersenyum melihat istrinya yang sangat menggemaskan. Merekapun melakukan kegiatan panasnya hingga lahar keluar barulah mereka berhenti dan kembali lagi mandi untuk membersihkan dirinya.
Kini daddy Gavin dan mommy Clarissa sedang makan bersama anaknya Cavin. Cavin yang sudah berumur 2 tahun sudah bisa makan sendiri walau masih berantakan sedangkan ke dua anaknya bersama baby sister. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Mommy hari ini daddy ada di kantor nanti sebelum makan siang datang ke kantor ya? sekalian bawa makan siang." pinta daddy Gavin.
" Baik dad, nanti mommy antar makan siang buat daddy." ucap mommy Clarissa.
" Daddy berangkat dulu ya." ucap daddy Gavin.
cup
Daddy Gavin menngecup kening istrinya kemudian mengecup ke dua pipi gembul putranya Cavin dan terakhir ke dua anak kembarnya yang masih bayi.
Daddy Gavin masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang pengemudi sambil melambaikan tangannya ke istri dan anaknya Cavin.
xxxxxxx
Setelah ini menuju ke konflik.. apakah mereka saling percaya? tunggu di ban selanjutnya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya