Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Pertemuan Pertama Ronald


__ADS_3

Tiba - tiba ponsel milik Federick berdering membuat daddy Federick mengambil ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.


Daddy Federick menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya dan mendengarkan laporan anak buahnya. Daddy Federick sangat marah setelah mengetahui siapa dalang di balik penculikan anaknya.


" Bagaimana caranya tangkap putranya dan bawa ke markas kalau sudah berhasil beritahukan aku." perintah daddy Federick


Tut tut tut tut tut


Daddy Federick mematikan ponselnya secara sepihak kemudian menghubungi Ronald. Panggilan pertama langsung di angkat oleh Ronald.


" Hallo." Panggil Ronald


" Ronald aku sudah tahu siapa yang menculik putraku." Ucap daddy Federick


" Siapa?" tanya Ronald penasaran


" Gavin Bautista Aliando." Ucap daddy Federick


" Apa Gavin Bautista Aliando?" tanya Ronald ulang


" Iya benar, apa kamu mengenalnya?" tanya daddy Federick


" Kenal dia saudara kembarku tapi tidak identik, waktu itu kami akan melakukan kerja sama dengan perusahaan miliknya tapi tidak tahu kenapa ketika kami bertemu tiba - tiba membatalkan tanpa penjelasan kemungkinan besar karena dendam lamanya pada kita." Ucap Ronald.


" Lalu apa yang terjadi?" tanya daddy Federick


" David terpaksa menahan amarahnya karena tiba - tiba putra semata wayangnya hilang. Jadi kami langsung mencarinya dan kami bersyukur Daka baik - baik saja." ucap Ronald


" Tapi kenapa nama belakangmu dengan saudara kembarmu tidak sama?" tanya daddy Federick


" Ceritanya panjang yang pasti saudaraku di rawat oleh orang tua angkatnya karena itu nama belakangnya mengikuti nama ayah angkatnya itu. Aku juga baru tahu dari kakekku beberapa minggu yang lalu." Ucap Ronald menjelaskan.


" Kalau begitu bisakah aku meminta bantuanmu untuk menculik putranya karena aku ingin menukar putranya dengan putraku?" tanya daddy Federick


" Baik aku akan bantu, sekarang di mana putranya?" tanya Ronald.


Ronald mau membantu karena dirinya yakin kalau sahabatnya Federick tidak mungkin melukai ponakannya. Ronald sebenarnya juga enggan bertemu dengan Gavin musuh lamanya waktu dirinya SMA. Sebenarnya Ronald, daddy Federick dan daddy Gavin bersahabat tapi karena masalah percintaan persahabatan mereka menjadi putus dan berakhir menjadi musuh.


Dirinya juga baru tahu kalau dirinya dan daddy Gavin ternyata adalah saudara kembar tapi tidak sama wajahnya itu juga dirinya baru tahu dari kakeknya.


" Dia bersama ibunya dan baby sister tangkap anak yang paling besar karena aku mendapat laporan anaknya ada lima jadi culiklah yang paling besar. Mereka ada di mall xxxxxxx." Ucap daddy Federick

__ADS_1


" Baiklah aku akan menculiknya." Ucap Ronald.


" Ok. Terima kasih." ucap daddy Federick


" Ya." Jawab Ronald


Tut Tut Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus. Ronald memerintahkan bodyguardnya untuk memutar arah menuju ke mall yang dikatakan oleh daddy Federick.


" Kenapa jantungku berdebar-debar ya?" tanya Ronald


" Mungkin tuan akan bertemu dengan mantan kekasih tuan." Jawab salah satu bodyguard


" Mantanku siapa? Clarissa... tidak aku sudah lama tidak memikirkan dirinya lagi." Ucap Ronald


Ke empat bodyguard hanya diam karena dirinya juga tidak tahu jawaban untuk pertanyaan Ronald. Tidak berapa lama mereka sudah sampai di sebuah mall yang di tunjuk oleh daddy Federick. Mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam mall untuk mencari keberadaan anak - anak Gavin Bautista Aliando.


Setelah berputar - putar Ronald melihat seorang pemuda yang masih sangat belia sedang berjalan ke arah kamar mandi dan wajahnya sangat mirip dengan Gavin Bautista Aliando. Pertemuan pertama Ronald dengan mengikuti pemuda yang masih sangat belia agar sejajar dengan dirinya.


" Apakah anda putra dari Gavin Bautista Aliando?" Tanya Ronald


" Ya benar saya Cavin Bautista Aliando, paman siapa?" tanya Cavin


" Saya pamanmu, kenalkan namaku Ronald paman di suruh daddy untuk mengajakmu di perusahaan." ucap Ronald berusaha menepis perasaannya.


" Tapi bagaimana dengan mommy dan ke empat adikku?" tanya Cavin


" Mommy dan ke empat adikmu sudah di jemput." Ucap Ronald.


" Baik paman." Jawab Cavin tanpa curiga


Entah kenapa Cavin yang biasanya tidak begitu percaya dengan orang lain tapi kali ini dirinya sangat percaya dengan Ronald. Mereka pergi meninggalkan mall tersebut tapi sebelumnya Ronald mengirim pesan ke para bodyguard nya kalau target sudah di dapatkan.


" Paman kenapa banyak orang?" tanya Cavin


" Daddy tidak mau terjadi sesuatu dengan mu karena itulah ada banyak orang di dalam mobil." ucap Ronald berbohong.


" Jalan." Perintah Ronald


Cavin hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan sopir yang merangkap bodyguard melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Tiba - tiba ponselnya berdering Ronald langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.

__ADS_1


" Hallo." Panggil Ronald.


" Sudah mendapatkannya?" tanya daddy Federick


" Sudah." Jawab Ronald dengan nada singkat


" Bawa ke tempat di mana putraku di sekap." ucap daddy Federick.


" Baik." Jawab Ronald


tut tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Ronald menyimpan kembali ponselnya dan melirik sekilas ke arah Cavin. Cavin sangat mirip dengan kakaknya yang bernama Gavin.


" Paman tadi aku mendengar Bawa ke tempat di mana putraku di sekap maksudnya apa paman?" tanya Cavin


Ronald terdiam dan bingung mau menjawab apa membuat Ronald hanya menatap wajah Cavin.


" Kamu salah mendengar yang benar itu bawa ke tempat di mana putraku berada." ucap Ronald berbohong


" Maaf paman mungkin telingaku salah mendengar." Ucap Cavin


" Tidak apa - apa Cavin." Jawab Ronald sambil membelai rambut Cavin


( " Wajah anak itu sangat mirip dengan Gavin kakakku dan juga musuh lamaku tapi kenapa aku memiliki ikatan antara ayah dan anak?" tanya Ronald dalam hati ).


( " Kenapa perasaanku dengan paman Ronald seperti hubungan antara ayah dengan anak tapi kan ayahku bernama Gavin apalagi wajah kami sama jadi tidak mungkin kalau paman Ronald adalah ayahku." Ucap Cavin dalam hati ).


xxxxxxx


Di Tempat Yang Berbeda mommy Clarissa menunggu putra sulungnya dari toilet tapi sudah lama tidak datang membuat dirinya kuatir.


" Tolong titip ke empat anakku, aku mau menyusul putraku." Ucap mommy Clarissa


" Baik nyonya." Jawab baby sister.


Mommy Clarissa melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah toilet. Sampai di toilet mommy Clarissa meminta seorang pemuda untuk mencari putranya di dalam toilet pria dengan menunjukkan foto putranya.


Pemuda itu setuju dan masuk ke dalam toilet untuk mencari putra mommy Clarissa setelah agak lama pemuda itu keluar kembali dan menemui mommy Clarissa.


" Maaf nyonya putra anda tidak berada di dalam toilet." ucap pemuda itu

__ADS_1


" Apakah tuan yakin?" tanya mommy Clarissa dengan wajah cemasnya.


__ADS_2