
Karen perlahan-lahan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya.
" Honey." Panggil Karen sambil memijat kepalanya yang masih terasa pusing.
" Tidurlah." ucap David
" Aku ingin pulang ke mansion mu." pinta Karen
" Boleh aku bertanya padamu?" tanya David tanpa menjawab permintaan Karen.
" Apa itu?" tanya Karen
" Waktu aku mengambil mahkota berharga mu kenapa kamu tidak marah?kenapa tidak memintaku untuk bertanggung jawab?" tanya David penasaran
" Karena aku sangat mencintaimu dengan tulus, jika aku mencintai honey tapi honey tidak bahagia maka aku akan melepaskan honey dari pada kita menikah tapi honey tidak bahagia menikah denganku karena itulah aku tidak memaksa honey untuk bertanggung jawab." Jawab Karen
" Kamu tidak takut denganku?" tanya David sambil menatap mata Karen.
" Tidak." Jawab Karen singkat
" Kamu sudah tahu kalau aku adalah seorang psycopath dan tentu kamu paham jika seorang psycophath sangat menyukai apa itu menyiksa dan membunuh. Apakah kamu tidak takut jika suatu saat aku menyiksamu?" tanya David sambil menatap mata indah istrinya.
Karen hanya menatap wajah tampan suaminya dengan sendu.
" Kamu tidak akan bisa lari dariku karena kita sudah menikah jadi nikmati nerakamu." bisik David kemudian menatap mata Karen untuk melihat reaksinya.
" Lakukanlah honey jika itu bisa membuatmu bahagia hanya saja aku pinta akulah wanita terakhir yang honey siksa." Ucap Karen sambil membelai wajah tampan suaminya dengan lembut.
" Kamu tidak takut jika kulit mulusmu aku jadikan koleksiku?" tanya David penasaran sambil menaikkan salah satu alis matanya.
" Lakukanlah sesuka hatimu hanya saja jangan di depan anak kita karena aku tidak ingin Daka seperti dirimu. Aku ingin Daka menjadi orang yang penuh kasih sayang terhadap sesama manusia." ucap Karen dengan nada lembut sambil tersenyum.
David terdiam dan tidak berkata - kata lagi, dirinya mulai merasakan jika roh Karen memang berada di tubuh wanita yang baru saja dinikahi.
ceklek
Ibunya Elisabeth membuka pintu sambil mendekati mereka berdua.
" Ibu biar aku saja yang menyuapkan bubur untuk istriku. Ibu istirahat saja atau ikut mengantar jenasah ayah mertua di kuburan?" tanya David
" Maksud nak David suamiku akan di kubur sekarang?" tanya ibunya Elisabeth
" Ya benar, bukankah setelah kami menikah jenasah ayah langsung di kubur?" tanya David
" Ya benar." Jawab ibunya Elisabeth
" Aku sudah menyuruh orang - orang ku membangun mengubur jenasah ayah." ucap David
" Terima kasih nak David kalau begitu ibu akan menemani jenasah ayah." ucap ibunya Elisabeth.
" Sayang kamu sama suamimu dan turuti apapun keinginan suamimu, jangan mengecewakan suamimu." pesan ibunya Elisabeth
__ADS_1
" Baik Bu." Jawab Karen sambil tersenyum
" Maaf Bu, nanti setelah selesai makan kami akan langsung pulang ke mansion." ucap David
" Baiklah, titip anak ibu." ucap ibunya Elisabeth
" Baik Bu." Jawab David
Ibunya Elisabeth keluar dari kamar Elisabeth untuk melihat prosesi pemakaman suaminya untuk terakhir kalinya.
" Honey makan bubur juga ya?" pinta Karen
" Tidak, dari kemarin kamu belum makan." Tolak David
" Sekarang buka mulutmu?" perintah David
David dengan sabar menyuapi sesendok demi sesendok ke mulut Karen hingga tidak terasa makan di dalam mangkok habis tidak bersisa. David memberikan gelas yang berisi air mineral dan Karen meminumnya hanya menyisakan setengah gelas.
" Bagaimana kepalamu masih pusing?" tanya David.
" Sudah mendingan, Daka kemana?" tanya Karen
" Dia bersama sahabat kita Federick dan Sandra." ucap David menjelaskan
" Aku tadi bicaranya hanya sebentar." ucap Karen
" Masih banyak waktu mengobrol dengan sahabatmu, mereka mempunyai anak kembar." Ucap David
" Clarissa?" tanya ulang David
" Iya kami bertiga bersahabat Sandra dan Cla.." ucap Karen menggantungkan kalimatnya karena dirinya baru tersadar dengan perkataannya.
" Ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya David dengan nada curiga.
" Tidak ada." Jawab Karen
" Apakah Clarissa masih hidup?" tanya David
Karen hanya menganggukkan kepalanya karena dirinya tidak bisa membohongi suaminya.
" Apakah dia sudah mempunyai anak?" tanya David
" Sudah." Jawab Karen
" Berapa umurnya?" tanya David
" Yang pertama dua tahun anaknya laki - laki dan yang ke dua anaknya kembar laki-laki juga umur satu tahun dan sekarang hamil lagi katanya kembar lagi." Jawab Karen menjelaskan
" Berarti Clarissa sudah menikah?" tanya David
" Sudah mereka hidup sangat bahagia saling mencintai." ucap Karen
__ADS_1
" Oh ya bagaimana dengan Ronald?" tanya Karen penasaran
" Ronald sempat menikah hanya saja setelah anaknya berumur satu tahun istrinya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat dan sejak saat ini Ronald tidak menikah lagi hanya mengurus anak semata wayangnya. Anaknya berjenis kelamin perempuan, anaknya di asuh sama baby sister." ucap David menjelaskan.
Karen hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
( " Semoga saja anak mereka tidak saling jatuh cinta karena ayahnya sama." ucap Karen dalam hati ).
" Ada apa?" tanya David
" Tidak ada hanya saja sepertinya enak kalau punya anak kembar." Jawab Karen memberikan alasan karena dirinya tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya.
( " Maafkan aku suamiku saat ini aku belum bisa mengatakan yang sebenarnya karena aku sudah terlanjur janji dengan sahabatku Clarissa." ucap Karen dalam hati ).
" Baiklah." Jawab David sambil menggendong Karen.
" Kenapa aku di gendong?" protes Karen sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher David.
" Kumpulkan tenagamu sayang buat nanti malam, kita berdua akan bekerja keras agar bisa mempunyai anak kembar." Bisik David sambil tersenyum mesum.
Karen tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya ke dada David membuat David tersenyum.
( " Sikapmu sangat mirip dengan istriku, walau berulang kali aku melukai hatimu tapi kamu selalu melupakannya. Aku semakin yakin kalau rohmu memang pindah ke tubuh wanita yang aku gendong ini. Aku berjanji untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dulu pernah aku perbuat padamu." Ucap David dalam hati ).
" Oh iya orang tuaku sekarang tinggal di mana?" tanya Karen
" Sepeninggal dirimu, orang tuamu tinggal di desa menghabiskan masa tuanya di sana." Jawab David sambil menurunkan istrinya di dalam mobil.
Mobil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik David.
" Mansion honey sudah pindah?" tanya Karen
" Iya sudah lama kami pindah." ucap David sambil mengerem mobil karena mereka sudah sampai di garasi mobil.
" Kami?" ucap Karen mengulangi perkataan suaminya dengan raut wajah Karen berubah.
ctak
" Aduh sakit." ucap Karen sambil mengelus keningnya akibat di sentil oleh suaminya.
David hanya meniup kening Karen sambil mengusap-usap keningnya.
" Apakah kamu pikir setelah kamu meninggal aku menikah lagi?" tanya David
" Mungkin saja kan sudah dua tahun aku pergi dan aku juga tahu hasrat honey sangat tinggi. Jadi kemungkinan besar honey mencari pengganti ku." ucap Karen
ctak
" Aduh sakit." ucap Karen dengan nada kesal sambil mengelus keningnya akibat di sentil lagi oleh suaminya.
David hanya meniup kening Karen sambil mengusap-usap keningnya.
__ADS_1
" Makanya kalau bicara itu jangan asal bicara." omel David