
Perawat itupun pergi meninggalkan Karen sendirian setelah agak lama menunggu perawat itupun masuk ke dalam ruang perawatan Karen.
" Nona Karen, nyonya Clarissa bersedia menemui nona Karen." ucap perawat itu dengan nada sopan sambil membawa kursi roda kemudian membantu Karen untuk duduk di kursi roda.
" Terima kasih." Jawab Karen sambil berusaha bangun kemudian turun dari ranjang sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya bekas tembakan penjahat.
" Sama - sama nona." Jawab perawat itu sambil mendorong kursi roda Karen keluar dari ruang perawatan menuju ke ruang perawatan mommy Clarissa.
Di depan pintu ruang perawatan suster itu berhenti karena dua orang bodyguard yang ditugaskan daddy Gavin untuk menjaga istrinya sedang berjaga-jaga di depan pintu dan dua bodyguard lagi duduk di ruang tunggu, dua lagi memantau dari kejauhan totalnya enam orang bodyguard yang menjaga mommy Clarissa.
" Maaf tuan, nona Karen ingin bertemu dengan sahabatnya dan sahabatnya sudah setuju untuk di temui." ucap suster dengan nada sopan.
" Tunggu sebentar saya akan tanya nyonya Gavin apakah bersedia bertemu atau tidak." jawab salah satu bodyguard yang berjaga.
Salah satu bodyguard mengetuk pintu ruang perawatan VVIP.
tok
tok
tok
ceklek
Seorang bodyguard berjenis kelamin perempuan membuka pintu dan menatap temannya sekilas kemudian menatap perawat dan gadis culun secara bergantian.
" Nona Karen ingin bertemu dengan nyonya Gavin, apakah diijinkan?" tanya bodyguard dengan nada sopan.
" Silahkan." jawab bodyguard itu dengan nada sopan.
" Suster silahkan masuk." ucap bodyguard wanita itu.
" Terima kasih nona." Jawab suster tersebut.
Bodyguard itupun membalikkan badannya dan berjalan menuju ke mommy Clarissa dan di belakangnya suster itu mengikuti bodyguard dari arah belakang.
" Maaf nyonya Gavin ada nona Karen ingin bertemu dengan nyonya." Ucap bodyguard dengan nada sopan.
" Karen." mengulangi perkataan bodyguard itu sambil memperhatikan gadis culun yang sedang menatapnya.
" Kamu Dokter Clarisa Atmaja kan?" tanya Karen memastikan.
Bodyguard wanita itu membalikkan badannya dan berjalan ke arah sofa untuk duduk di sofa sambil memperhatikan Karen sedangkan perawat pergi meninggalkan mereka.
" Ya benar, tapi setahuku aku mempunyai sahabat namanya Karen Triatmaja tapi..." ucap mommy Clarissa menggantungkan kalimatnya sambil berusaha duduk di ranjang.
" Ya aku Karen Triatmaja kita bertiga bersahabat dan satunya lagi bernama Dokter Sandra William. Aku menikah dengan David Aliandro sedangkan Sandra menikah dengan Federick Alionso. Asisten suamiku bernama Ronald Janson." ucap Karen menjelaskan karena sahabatnya masih bingung.
__ADS_1
" Jangan sebut nama laki - laki itu." ucap mommy Clarissa dengan nada dingin.
" Yang mana? suamiku atau suaminya sahabat kita Sandra atau Ronald?" tanya Karen dengan nada bingung.
" Yang terakhir." jawab mommy Clarissa
Karen yang mengerti ada sesuatu membuat Karen menanyakan hal lain.
" Kamu masih ingat denganku kan?" tanya Karen
" Tapi setahuku sahabatku..." ucap mommy Clarissa menggantungkan kalimatnya kembali.
" Aku tahu kamu pasti bingung, aku akan menceritakan semua yang terjadi." ucap Karen menjelaskan.
Karen pun menceritakan semuanya dan tidak ada yang ditutupinya dan mommy Clarissa hanya setia mendengarkan ucapan Karen.
( Cerita tentang Karen waktu di sandera sampai menyerahkan ke dua mata, ke dua ginjal dan jantung hingga rohnya pindah ke gadis culun ada di sesion pertama Perjalanan Cinta 3 Pria Psycopath ).
" Itulah ceritaku Cla, memang tidak masuk di akal tapi itulah yang terjadi." ucap Karen menjelaskan.
" Oh iya ceritakan apa yang terjadi setelah kamu memberikan ke dua mata, ke dua ginjal dan jantung?" tanya mommy Clarissa penasaran.
" Yang aku ingat, aku tersadar tapi tubuh dan mulutku tidak bisa digerakkan dan kata dokter karena aku koma selama satu tahun otot - ototku menjadi kaku. Enam bulan aku menjalani terapi karena orang tua pemilik tubuh ini dipindahkan ke negara S maka otomatis aku pindah terapi di negara S selama enam bulan lebih menjalani terapi di sini tubuhku bisa digerakkan kembali." Ucap Karen menjelaskan.
" Kenapa lama sekali terapinya?" tanya mommy Clarissa penasaran.
" Karena ibu pemilik tubuh ini berhenti bekerja otomatis pengeluaran untuk terapi ku yang sangat besar sempat berhenti. Ya ampun aku baru ingat aku belum mengabari orang tua pemilik tubuh ini." ucap Karen baru tersadar.
" Maunya begitu tapi ponselku terjatuh waktu kita di serang." ucap Karen
" Pakai ponselku saja." ucap mommy Clarissa sambil memberikan ponselnya.
" Baik, terima kasih banyak." Jawab Karen sambil menerima ponselnya.
Karen pun menghubungi orang tua pemilik tubuhnya setelah agak lama Karen pun memutuskan sambungan komunikasi dan ponselnya diberikan oleh mommy Clarissa.
" Ini ponselnya, terimakasih atas pinjaman nya." ucap Karen sambil memberikan ponsel milik mommy Clarissa.
" Sama - sama. Oh ya setelah itu apa yang terjadi?" tanya mommy Clarissa penasaran sambil menerima ponselnya kembali dan menaruhnya di meja dekat ranjang.
" Setelah aku bisa jalan aku bekerja di restoran dan ketika pulang aku pulang melihatmu di keroyok selanjutnya kamu tahu sendiri bukan." ucap Karen.
" Sungguh aku tidak percaya sahabatku sekarang menjadi gadis culun." ucap mommy Clarissa sambil menahan senyuman.
" Aish menyebalkan, di antara kita bertiga hanya kamu yang bikin nyebelin." ucap Karen sambil memajukan bibir bawahnya.
" Memang benar selain aku menyebalkan juga aku kadang tidak bisa menahan erosi." ucap mommy Clarissa.
__ADS_1
" Emosi kali." ucap Karen
" Sejak kapan diganti?" tanya mommy Clarissa pura - pura polos.
pletak
" Aduh sakit." ucap mommy Clarissa sambil mengelus kepalanya karena kepalanya di jitak oleh Karen.
" Hei nona, jangan memukul nyonya kami!!" bentak bodyguard sambil berdiri.
" Tidak apa-apa kami hanya bercanda." ucap mommy Clarissa menenangkan bodyguardnya.
Bodyguard itupun duduk kembali sambil mengawasi Karen dengan tajam.
" Oh iya ceritakan tentang dirimu karena setahuku kamu naik pesawat dan mengalami kecelakaan." pinta Karen.
Clarissa pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi termasuk dengan Ronald hingga air matanya keluar. Bukannya masih mencintai Ronald tapi hatinya sangat sakit mendengar ucapan Ronald. Karen yang mendengarnya langsung memeluk sahabatnya. Mommy Clarissa yang mendapatkan pelukan sahabatnya ikut membalas pelukan Karen.
" Sudahlah yang penting sekarang kamu hidup bahagia. Aku lihat suamimu sangat mencintaimu setulus hatinya karena aku melihat banyak pengawal yang menjagamu." ucap Karen.
" Iya benar karena suamiku begitu tulus mencintaiku membuatku mencintai suamiku." ucap mommy Clarissa sambil tersenyum bahagia.
" Aku ikut senang melihat ke dua sahabatku bahagia." ucap Karen sambil tersenyum.
" Bagaimana kabar Sandra?" tanya mommy Clarissa.
" Terakhir ketemu dia juga hamil anak kembar waktu aku melahirkan." ucap Karen dengan mata memerah.
" Syukurlah aku ikut senang dan aku harap kamu juga memperoleh kebahagiaan bisa bertemu dengan David dan anak kalian." ucap mommy Clarissa dengan tulus.
" Amin." Jawab Karen
" Oh iya nanti kamu kerja di perusahaan suamiku saja." tawar mommy Clarissa
" Boleh juga tuh, sudah lama aku ingin kerja di kantoran." ucap Karen
" Oh iya Cla, bolehkah aku pinjam duit." bisik Karen
" Buat apa?" tanya mommy Clarissa sambil ikut berbisik
" Aku tidak ada uang buat bayar rumah sakit ini, aku tidak enak dengan orang tua pemilik tubuh ini, nanti kalau sudah ada uang aku ganti deh." janji Karen
" Pffftttt hahahaha..." tawa mommy Clarissa
" Ketawa lagi aku balik deh." ucap Karen sambil memajukan bibir bawahnya.
" Iya ... iya maaf." ucap dokter Clarissa
__ADS_1
Karen tertawa kemudian di susul oleh sahabatnya mommy Clarissa.
ceklek.