
" Kak Ronald kenapa menciumku? itukan ciuman pertamaku." ucap Tamara dengan wajah memerah menahan malu.
" Memang selama pacaran kalian tidak pernah berciuman?" goda Ronald
" Tidak hanya berpegangan tangan saja." Ucap Tamara
Entah kenapa Ronald sangat senang mendengarnya jika dirinya adalah pria pertama yang mencium dirinya.
" Aku ingin membuatkan kopi." ucap Tamara
" Ok." Jawab Ronald sambil melepaskan pelukannya.
Tamara yang gugup mendapatkan serangan mendadak membuat jantung Tamara tidak berhenti kencang membuat Tamara langsung keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan diikuti oleh Ronald.
Tamara berjalan ke arah dapur untuk membuatkan kopi. Selesai membuatkan kopi Tamara berjalan ke arah ruang tamu karena tadi Ronald menunggunya.
" Silahkan di minum kopinya." Ucap Tamara sambil meletakkan cangkir ke atas meja kemudian duduk di samping Ronald.
" Terima kasih." Jawab Ronald.
Ronald meminum kopi buatan Tamara kemudian meletakkan cangkir tersebut.
" Suasana rumahmu sangat nyaman." Ucap Ronald sambil berdiri dan melihat - lihat ruangan Tamara.
" Terima kasih atas pujiannya." Ucap Tamara ikut berdiri dan menemani Ronald mengelilingi apartemen miliknya.
Ronald hanya tersenyum dan membalikkan badannya agar berhadapan dengan Tamara. Ronald menatap wajah cantik Tamara yang sangat mirip dengan Clarissa.
" Apakah kamu mempunyai saudara kembar?" tanya Ronald
" Aku tidak tahu karena yang aku tahu aku tinggal di panti asuhan sejak aku masih bayi dan di angkat anak oleh sepasang suami istri." Ucap Tamara.
" Bolehkah aku memelukmu lagi?" tanya Ronald
" Peluk sajakan?" tanya Tamara
" Tentu saja." Jawab Ronald.
" Baiklah silahkan." Jawab Tamara
grep
Ronald memeluk Tamara, bau parfum Tamara sama persis seperti parfum Clarissa wanita yang sangat dicintainya. Ke dua jantung mereka berdetak sangat kencang.
Ronald menatap wajah cantik Tamara kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Tamara membuat Tamara memejamkan matanya.
__ADS_1
cup
Ronald mencium kembali bibir Tamara dengan singkat karena tidak ada penolakan Ronald mencium kembali kini lebih lama, Ronald ******* bibir manis Tamara kemudian menggigit bibir Tamara agar terbuka setelah terbuka barulah lidah Ronald dimasukkan ke mulut Tamara.
Awalnya Tamara diam menjadi terhanyut dan membalas pelukan Ronald dan juga membalas ciuman Ronald. Ronald mendorong perlahan tubuh Tamara ke arah sofa kemudian menindihnya tanpa melepaskan ciumannya.
Tangan Ronald mulai masuk ke dalam dress kemudian memainkan salah satu gunung kembar milik Tamara membuat Tamara mendesah membuat Ronald menjadi semangat .
Tamara yang baru pertama kali merasakan tubuhnya di sentuh oleh pria seperti terkena sengatan listrik dan membiarkan tubuhnya di sentuh oleh Ronald. Ronald yang sudah mengetahui titik sensitif wanita membuatnya mudah menaklukkan Tamara dan beberapa kali Tamara mendesah.
Ronald menurunkan mulutnya ke leher Tamara sambil membuka resleting dress Tamara dan menariknya hingga terlihat pakaian dala**n milik Tamara. Ronald dan Tamara sudah terselimuti gabut gairah. Kini tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun membuat Ronald tidak dapat menahan hasratnya lagi kemudian menyatukan miliknya ke tubuh Tamara. Hentakkan pertama gagal namun hentakan ke dua barulah berhasil.
jleb
" Sa...kit..." rintih Tamara sambil menancapkan kuku - kukunya ke tubuh Ronald hingga berdarah.
" Sebentar lagi enak sayang." Bisik Ronald.
Ronald merasakan enak luar biasa sedangkan Tamara merasakan sakit luar biasa di bagian privasinya. Setelah agak lama barulah Ronald menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang sedangkan Tamara yang awalnya merasakan perih di bagian privasinya kini merasakan enak dan beberapa kali Tamara orgas*e.
Setelah agak lama barulah Ronald mengeluarkan laharnya di rahim Tamara kemudian menarik adik kecilnya dan memindahkan tubuhnya ke arah samping lalu memeluk Tamara.
"Terima kasih, aku akan bertanggung jawab." Ucap Ronald karena melihat adik kecilnya ada noda darah tanda kehormatan Tamara yang sangat berharga sudah direnggut oleh Ronald.
xxxxxxx
Malam berganti pagi suara burung - burung saling bersahutan membuat Tamara membuka matanya kemudian menatap wajah tampan Ronald.
( " Dasar bodoh kamu Tamara kenapa kamu tidak menolaknya? kamu malah menikmatinya." umpat Tamara dalam hati ).
Tamara memindahkan tangan Ronald membuat Ronald membuka matanya.
cup
" Selamat pagi sayang." ucap Ronald sambil mengecup bibir Tamara sekilas
" Sayang?" tanya Tamara mengulangi perkataan Ronald
" Iya mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang dan aku akan memanggilku dengan sebutan honey." ucap Ronald sambil memeluk Tamara.
" Apakah kita akan menikah?" tanya Tamar
" Tentu saja kita akan menikah secepatnya." Ucap Ronald sambil mengecup bibir Tamara.
" Kita baru kenal secepat itukah? apakah kak Ronald mencintaiku atau karena aku mirip Clarissa yang kemarin kak Ronald cerita?" tanya Tamara sambil menatap mata Ronald.
__ADS_1
" Memang kita baru kenal tapi aku sudah mengambil kehormatan mu yang paling berharga dan aku sebagai pria tentu saja akan bertanggung jawab. Aku mulai menyukaimu sejak awal kita bertemu kamu sangat baik terhadap putriku. Maaf aku tidak bisa mengendalikan hasratku." ucap Ronald sambil menindih tubuh Tamara.
" Kak Ronald apa yang kak Ronald lakukan!" pekik Tamara
" Sekali lagi, adik kecilku tegang lagi." bisik Ronald yang sudah mulai kecanduan tubuh Tamara.
jleb
ahhh
Ronald kembali menyatukan tubuhnya ke tubuh Tamara dan menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga terdengar suara teriakan Clarissa kecil.
" Ayah... unda..." teriak Clarissa
" Kak Ronald ahhhh... Clarissa mencari kita... ahhh.." ucap Tamara sambil mendesah
" Sebentar lagi sayang tanggung." bisik Ronald sambil menggoyangkan pinggulnya secara cepat.
" Sebentar sayang." Panggil Ronald dan Tamara bersamaan
Tidak berapa lama Ronald mengeluarkan laharnya ke dalam rahim Tamara kemudian menarik adik kecilnya. Ronald langsung berdiri dan langsung menggendong Tamara ke arah kamar mandi bawah untuk membersihkan dirinya.
" Clarissa sebentar ya ayah dan bunda mau mandi dulu." teriak Ronald sambil masuk ke dalam kamar mandi kemudian menyalakan air shower.
" Aik Ayah." Jawab Clarissa
jleb
akhh
Ronald kembali menyatukan tubuhnya ke tubuh Tamara dan mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
" Sayang... punyamu enak sekali." Ucap Ronald sambil memainkan gunung kembar milik Tamara dengan menggunakan ke dua tangannya.
Entah kenapa ketika merasakan tubuh Tamara membuat Ronald kecanduan dan ingin secepatnya menikah agar setiap hari bisa melakukan hubungan suami istri terlebih setiap malam dirinya ada yang menemani dirinya untuk tidur.
Setelah agak lama barulah keluar lahar milik Ronald. Ronald memandikan Tamara dengan lembut, Tamara hanya diam pikirannya entah kemana hanya Tamara dan author yang tahu.
Kini mereka telah selesai mandi dan memakai handuk. Mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk. Ronald menaiki anak tangga sedangkan Tamara mengambil pakaian miliknya dan juga milik Ronald kemudian menyusul Ronald ke atas.
ceklek
Tamara melihat Ronald sedang memangku Clarissa yang sedang menangis.
" Clarissa kenapa?" tanya Tamara dengan nada lembut.
__ADS_1