
" Kamu telah membunuh adik kembarku dan juga sahabatku Ferdi jadi terimalah hukumanmu." Ucap Karen dengan kilatan penuh dendam dan amarah yang membara.
" Aku tidak melakukan itu." Ucap Celine sambil berusaha berdiri.
" Cih kamu jangan berbohong kami tahu dari Tio kalau kamu telah membunuh adik kembarku dan sahabat kami." Ucap Karen
Celine terkejut mendengarnya tapi dirinya langsung bisa merubah ekspresi nya.
" Aku tidak melakukan perbuatan itu." Ucap Celine berkelit.
plak
duag
Karen langsung menampar kembali dan dilanjutkan menendang tulang kering Celine membuatnya kembali terjatuh lagi. Darah segar keluar dari dua sudut bibir Celine.
" Akhhhh... si*l sakit." Ucap Celine berteriak kesakitan
" Ini tidak seberapa akibat ulahmu aku harus kehilangan orang yang aku sayangi." Ucap Karen dengan tatapan membunuh.
Celine berusaha bangun tapi langsung di tendang berkali - kali oleh Karen membuat Celine babak belur dan darah keluar dari tubuh Celine. Tanpa punya perasaan iba sedikitpun Karen memukul Celine terus menerus tanpa jeda karena kehilangan dua orang yang disayangi membuat Karen marah dan gelap mata melampiaskan seluruh amarahnya ke Celine.
Karen yang menguasai ilmu bela diri terus memukul hingga tubuh Celine benar - benar ambruk dan tidak ada tenaga untuk melawan hal itu membuat beberapa tulang Celine patah.
Sandra dan Clarissa sebenarnya tidak tega dan menarik tangan Karen agar berhenti memukul Celine tapi mengingat betapa jahatnya Celine membuat mereka berdua membiarkan Karen meluapkan emosinya.
Kehilangan adik kesayangannya dan sahabat baiknya membuat Karen, Sandra dan Clarissa menutup mata hatinya akan rasa kasihan. Karen menarik tubuh Celine agar berdiri yang sudah babak belur dan darah segar keluar tanpa henti.
" Aku sangat membencimu dan kamu pantas untuk mati." Ucap Karen dengan tatapan penuh amarah.
Karen mendorong tubuh Celine ke jalan raya bertepatan kedatangan truk dan menyambut kedatangan tubuh lemas Celine.
bruk
__ADS_1
" Akhhhhh." Jerit Celinne sambil tubuhnya terpental seperti terbang ke atas kemudian jatuh ke jalan aspal dengan keras hingga membuat tubuh dan kepala Celine nyaris hancur. Kematian Celine sungguh mengerikan di mata Karen, Sandra dan Clarissa tapi Karen tidak menyesal sedikitpun karena Celine pantas mendapatkannya.
Truk itupun melarikan diri sedangkan Karen berjalan dengan santai menuju ke dalam mobil. Sandra langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan jasad Celine.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Setelah kepergian kami, datang sebuah mobil dan melihat ada orang yang berbaring di jalan raya membuat Federick menghentikan mobilnya. Setelah itu Federick, Ronald dan Gavin turun dari mobil untuk melihat kondisi orang itu kemudian Ronald menghubungi seseorang untuk mengurus mayat tersebut." Ucap Karen
" Ternyata apa yang Federick, Gavin dan Ronald lakukan terhadap Celine tanpa kalian bertiga sadari ternyata tuan Alex melihat dan menyangka kalian bertiga membunuh Celine." ucap mommy Karen dan tanpa sadar air matanya keluar karena tiba - tiba dirinya teringat adik kesayangannya yang meninggal akibat ulah Celine yang sangat jahat.
Daddy David menghapus air mata mommy Karen dengan menggunakan ke dua ibu jarinya dan memeluknya dari arah samping, perlakuan suaminya membuat mommy Karen membalas pelukan suaminya.
" Oh iya daddy baru ingat kata - kata mommy
Memang aku sudah mati tapi rohku masuk ke tubuh gadis culun. Satu putrimu yang bernama Celine aku yang membunuhnya karena membunuh saudara kembarku selain itu juga sahabatku bernama Ferdi telah dibunuh atas perintah Celine." ucap daddy David mengulangi perkataan mommy Karen.
" Memang benar aku yang mengatakannya." Ucap mommy Karen
" Memang benar tuan Ferguson yang menembak daddy dan aku yang menyumbangkan ke dua mata, ke dua ginjal dan jantungku dan tanpa di sangka rohku masuk ke tubuh gadis culun." Ucap mommy Karen
" Tapi kenapa tuan Alex bisa kenal dengan tuan Ferguson? Ada hubungan apa?" tanya daddy David
" Mereka rekan bisnisnya dan juga mempunyai dendam pribadi dengan daddy karena putrinya terbunuh sehingga memanfaatkannya untuk membunuh daddy." Ucap Karen menjelaskan.
" Tuan Alex mengetahui kalau rekan bisnisnya terbunuh dan juga mengetahui kalau daddy tertembak dan aku menyumbangkan organ tubuhku karena itulah dirinya sangat terkejut ketika melihatku ternyata masih hidup." Sambung mommy Karen.
" Apakah sekarang cerita Celine sudah jelas?" Tanya mommy Karen
" Sudah sangat jelas." Ucap mereka kompak kecuali mommy Clarissa karena dirinya sudah tahu.
" Sekarang tentang Valen adiknya Celine." Ucap mommy Karen melanjutkan ceritanya.
" Sandra mempunyai adik kembar bernama Sandri dan mempunyai kekasih tapi ternyata Valen juga menyukai kekasih Sandri hingga Valen membunuh Sandri dengan cara menabraknya waktu Sandri menyebrang jalan menuju rumah pulang dari kuliah." Ucap mommy Karen memulai ceritanya.
__ADS_1
" Setelah menabrak Sandri, Valen melarikan mobilnya dan kebetulan aku berada di lokasi kejadian. Aku yang berada di dalam mobil langsung turun dari mobil dan meminta bantuan warga untuk menggotong tubuh Sandri ke dalam mobil dan langsung di bawa ke rumah sakit." Sambung Clarissa.
" Sampai di rumah sakit Sandri langsung di bawa ke ruang UGD dan aku menunggu di ruang UGD sambil menunggu aku menghubungi Sandra kakaknya Sandri sekaligus sahabatku dan aku juga menghubungi Karen untuk datang ke rumah sakit." Sambung Clarissa lagi.
" Setengah jam kemudian Karen dan Sandra datang bertepatan pintu ugd terbuka. Kami bertiga langsung mendekati dokter tersebut." Ucap Clarissa sambil mengenang masa lalu.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
" Dokter bagaimana keadaan adikku?" Tanya Sandra dengan nada kuatir.
" Maaf kami sudah berusaha tapi Tuhan sangat sayang dengan adik nona." ucap dokter tersebut dengan wajah lesu karena tidak bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.
" Maksud dokter?" tanya Sandra
" Adik nona sudah meninggal dunia." Ucap dokter menjelaskan.
bruk
Tubuh Sandra langsung lemas dan ingin ambruk tapi Karen dan Clarissa menahan tubuh Sandra agar tidak jatuh ke lantai. Tidak berapa lama Sandra menangis membuat Karen dan Clarissa memeluk tubuh Sandra agar Sandra kuat sama seperti Karen waktu Karen kehilangan adik kesayangannya.
" Maaf saya permisi dulu mau mengecek pasien lainnya." Pamit dokter tersebut.
" Terima kasih dok." Jawab Karen dan Clarissa bersamaan.
Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Sandra dengan nada dingin setelah bisa mengontrol emosinya.
" Kita duduk dulu." Ucap Clarissa.
Mereka bertiga duduk, Karen duduk di sebelah kanan, Sandra duduk di tengah sedangkan Clarissa duduk di sebelah kiri.
" Waktu aku lagi dalam perjalanan pulang aku melihat mobil Valen menabrak adikmu Sandri ketika menyebrang jalan dan aku langsung buru - buru turun dari mobil dan membawanya ke rumah sakit." Ucap Clarissa menjelaskan.
__ADS_1