Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Celine Menerima Hukuman


__ADS_3

" Apa maksudmu?" Tanya Tio sambil memakai boxernya sedangkan wanita itu langsung memunguti pakaiannya kemudian berlari ke arah kamar mandi.


plak


plak


plak


Karen, Sandra dan Clarissa langsung menampar pipi Tio dengan sekuat tenaga tanpa menjawab ucapan Tio membuat wajah Tio langsung menengok ke arah samping dan dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


" Brengs*k." Ucap Tio sambil mengusap ke dua pipinya yang terasa perih.


Tio menyerang Karen tapi Sandra dan Clarissa menendang punggung dan kaki. Karen, Sandra dan Clarissa tanpa memberi jeda mengeroyok Tio hingga Tio babak belur dan tidak berdaya.


" Siapa yang membayarmu untuk membunuh adikku Karin dan juga Ferdi?" tanya Karen sambil kaki kanannya menginjak pipi Tio.


" Aku tidak kenal siapa Karin dan Ferdi." bantah Tio


Karen menekan kaki kanannya dengan sekuat tenaganya.


" Katakan atau adik kecilmu kami potong." Ancam Karen


" Kalian tidak mungkin berani melakukannya." Ucap Tio merendahkan ke tiga gadis itu.


" Oh iya, San cari pisau kita potong adik kecilnya agar pria sial*n ini tidak dapat melakukan hubungan suami istri." perintah Karen


" Ok." Jawab Sandra singkat sambil berjalan ke arah dapur untuk mencari pisau.


Tio yang mendengar ucapan Karen membuatnya bergedik ngeri tapi berusaha menahan rasa takut karena tidak mungkin ke tiga gadis ini melakukannya.


Tidak berapa lama Sandra datang sambil membawa kapak dan di letakkan di bahunya.


" Adanya kapak sepertinya laki - laki ini tidak pernah masak." Ucap Sandra dengan nada santai.


" Ya sudah tidak masalah kebetulan aku bawa gunting, Cla kamu gunting boxernya biar Sandra akan memotong adik kecilnya." ucap Karen


Sebenarnya ke tiga gadis ini merasa jijik melakukan itu tapi mereka terpaksa melakukannya karena ingin mengetahui siapa dalang yang membuat adiknya dan sahabatnya yang bernama Ferdi meninggal dengan pura - pura mengancamnya seperti itu.


" Ok." Jawab Clarissa santai sambil tersenyum menyeringai dan memainkan gunting di wajah Tio.


Tio yang melihat senyuman Clarissa membuatnya merinding ketakutan terlebih ketika Clarissa memainkan gunting membuatnya pucat dan panas dingin hingga keluar keringat dari keningnya.

__ADS_1


" Bagaimana masih tidak mau mengaku?" tanya Clarissa sambil memainkan guntingnya.


Tio berusaha menggerakkan badannya tapi Sandra tanpa punya perasaan menendang tubuh Tio yang sudah lemas.


" Aku bilang kalau aku tidak ada yang menyuruhnya." Ucap Tio bersikeras.


" Baiklah." Jawab mereka serempak membuat Tio bahagia karena dirinya selamat.


" Karena dirinya tidak ada yang menyuruh berarti pria ini yang menerima hukumannya." Ucap Clarissa sambil tersenyum menyeringai.


Clarissa mendekatkan guntingnya ke arah pinggang Tio dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang ujung boxer Tio untuk menggunting celana boxernya.


Clarissa dengan santai menggunting ujung boxer sebelah kanan walau sebenarnya jantungnya berdebar kencang karena ini adalah pertama kalinya.


( " Haruskah mata suciku ini ternoda untuk ke dua kalinya melihat sesuatu yang tidak pantas untuk aku lihat? Yang pertama ketika pria brengsek ini melakukan hubungan suami istri dan ke dua haruskah ternoda lagi? Demi kamu Ferdi dan juga Karin terpaksa aku melakukan hal yang sangat memalukan." ucap Clarissa dalam hati ).


Tio sampai menahan nafas dan keringat sekarang memenuhi wajahnya tapi berusaha untuk tidak mengatakannya. Karen yang melihat itu menjadi geram dan memberikan kode ke arah Sandra.


Sandra yang mengerti kode Karen mendekati Tio dan mengangkat kapaknya ke atas seakan bersiap memotong adik kecil milik Tio.


" Cepat Cla aku tidak sabar memotong adik kecilnya." ucap Sandra sambil tersenyum menyeringai.


" Ok." Ucap Clarissa singkat


" Celine yang memintaku untuk membunuh Ferdi dan Karin." Ucap Tio akhirnya mengaku dari pada adik kecilnya akan di potong oleh Sandra dengan menggunakan kampak karena dirinya masih menginginkan indahnya surgawi para wanita.


" Bagus akhirnya mengaku juga." Ucap Karen, Sandra dan Clarissa sambil bernafas lega.


Karen, Sandra dan Clarissa bersyukur dan bernafas dengan lega karena cukup sekali mata suci ternoda ketika melihat Tio dan kekasihnya melakukan hubungan suami istri.


Sandra membuang kampaknya sembarangan kemudian berjalan keluar diikuti oleh Karen dan Clarissa. Tio yang merasa kesal dan dendam terhadap ke tiga gadis itu berusaha menarik badannya untuk mengambil kampak.


Kekasihnya Tio yang sudah selesai memakai pakaian di kamar mandi mengambil pisau lipat yang selalu dibawanya dan bersembunyi untuk mencari waktu yang tepat untuk membalas ke tiga gadis itu karena telah mengganggu kesenangannya. Ketika ke tiga gadis itu meninggalkan Tio sendirian kekasihnya Tio berjalan perlahan dan tangan kanannya di arahkan ke depan untuk menusuk salah satu dari ketiga gadis itu.


Setelah berhasil Tio berusaha berdiri dan mengangkat kampak bertepatan kedatangan kekasihnya.


jlep


Akhhhhh


bruk

__ADS_1


Crash


Akhhhhh


bruk


Tio menabrak tubuh kekasihnya hingga pisau yang di pegang kekasihnya tertusuk di dada Tio dan tepat mengenai jantungnya sedangkan Tio yang membawa Kampak mengenai tubuh kekasihnya. Tio menjerit kesakitan kemudian tidak berapa lama tubuhnya menggelepar dan langsung mati seketika dengan darah segar keluar dari dadanya sedangkan kekasihnya menggelepar dan tidak sadarkan diri dengan darah segar keluar dari tubuhnya.


Karen, Sandra dan Clarissa sangat terkejut mendengar dua suara teriakan kemudian membalikkan badannya. Tiga pasang mata indah mereka membulat dengan penuh melihat pemandangan yang mengerikan.


" Sudahlah tinggalkan saja sekarang kita harus memberi pelajaran buat Celine." Ucap Karen dengan nada dingin.


" Ok." Jawab Sandra dan Clarissa singkat.


Mereka bertiga langsung naik ke dalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut dan membiarkan kekasih Tio yang tidak sadarkan diri dan bisa mati kehabisan darah jika tidak segera ditangani.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di sebrang mansion depan Celine dan menunggu Celine keluar dari mansion tersebut. Setelah setengah jam menunggu dengan rasa bosan akhirnya Celine keluar dari mansionnya dengan menggunakan mobil.


Celine mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sedangkan Sandra yang melihat Celine sudah keluar dari mansion langsung memutar arah dan mengikuti mobil Celine.


" Di tempat yang sepi kita dahului mobilnya sampai depan lalu kita hadang mobilnya." Ucap Karen


" Ok." Jawab Sandra singkat


Di tempat yang sepi Sandra mempercepat mobilnya untuk mendahului mobil Celine kemudian menghentikan mobilnya secara tiba - tiba membuat Celine terpaksa menghentikan mobilnya.


cittttt


" Breng**k." Umpat Celine


Karen keluar dari mobil dan berjalan ke arah mobil Celine. Celine yang melihat Karen ikut keluar dari mobil.


" Apa maksudmu menghentikan mobilnya sembarangan hahh!" bentak Celine


plak


akhhhhh


duak


" Akhhh sakit, dasar breng**k." umpat Celine

__ADS_1


bruk


Karen tidak menjawab pertanyaan Celine karena Karen menampar kemudian menendang tubuh Celine hingga terjatuh. Sudah sepatutnya Celine menerima hukuman atas dosa - dosanya yang telah merenggut nyawa adiknya dan juga sahabatnya.


__ADS_2