Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Serena


__ADS_3

" Ronald." Panggil daddy Gavin dengan nada terkejut


" Hallo kak, tenang saja kak orang tua kita masih hidup dan tinggal di daerah yang tidak diketahui oleh ular berbisa ini. Aku tidak sudi memanggil dirinya tante karena aku sangat membencinya gara - gara ulahnya ibu kita dan aku menderita dan hampir terbunuh oleh dokter gadungan itu." Ucap Ronald sambil menatap Karin dengan kilatan amarahnya.


" Kau... tidak mungkin aku melihat kakakku mati dan di kubur dan bagaimana kamu bisa masuk?" tanya Karin dengan nada terkejut.


" Yang di kubur itu adalah peti kosong, ketika ibu kami mengalami kecelakaan langsung di bawa ke rumah sakit setelah seminggu kemudian di bawa ke luar negri agar kamu wanita ular tidak lagi menyentuh ibuku dan mengenai kenapa bisa masuk karena semua anak buahmu sudah kami tembak dengan tembakkan peredam suara karena itulah kamu tidak mendengarnya." ucap Ronald


" Pffftttt hahahaha... walau kalian bertiga kalian tidak akan selamat dari tempat ini karena aku sudah meletakkan bom di tempat ini." Ucap Karin sambil tertawa jahat.


" Apa??" teriak ke tiga pria tampan tersebut


prok


prok


Karin menepuk tangan sebanyak dua kali dan seorang pria membawa dua anak kecil laki - laki versi Ronald dan perempuan yang versi Serena ukuran sekitar satu tahun lebih yang ke dua tubuhnya di pasang bom.


" Kamu kenal dengan ke dua anakmu ini Ronald?" tanya Karin


" Anakku?" tanya Ronald dengan nada terkejut


" Tidak usah heran, mereka berdua adalah putra dan putrimu dengan Serena. Serena yang kamu anggap mati sebenarnya masih hidup dan melahirkan dua anak kembar." Ucap Karin


" Di mana Serena sekarang?" Tanya Ronald


" Aku tidak tahu di mana dia sekarang yang pasti ketika Serena membantumu waktu putra pertamamu Cavin di culik bersama putra sahabatmu, aku menculik ke dua anak kalian. Aku rasa sebentar lagi Serena akan datang untuk menyelamatkan ke dua anak kalian." Ucap Karin menjelaskan.


" Gavin setelah kematianmu dan istrimu menjadi janda maka aku akan menikah dengan istrimu." Sambung tuan Vincent.


" Kau memang breng**k." Umpat daddy Gavin.


" Kamu tahu dari dulu aku selalu kalah saing denganmu dari kalah tender hingga masalah wanita membuatku marah dan dendam. Karena itulah ketika kamu mengalami impoten aku merebut kekashmu dan menikahinya tapi sayang selama pernikahan kami bertahun - tahun tidak mempunyai anak malah aku melihat kamu hidup bahagia dengan istri yang lebih cantik dari istriku karena itulah aku bekerja sama dengan tantemu untuk melakukan ini." ucap tuan Vincent.


" Cih, istriku tidak mungkin berpaling dariku walau aku mati sekalipun karena istriku bukan wanita murahan seperti istrimu." hina daddy Gavin

__ADS_1


" Kau.." Ucap tuan Vincent sambil tangannya di angkat ke atas bersiap menampar daddy Gavin.


Daddy David dan Ronald mengeluarkan pistolnya tapi dibatalkan karena Karin mengancamnya.


" Jika kamu tembak temanku maka aku menekan tombol ini dan boom kita mati bersama." Ucap Karin sambil memperlihatkan remote control.


Tuan Vincent tersenyum menyeringai melihat ketidak berdayakan musuhnya. Tuan Vincent bersiap menampar daddy Gavin tapi hampir saja mendarat ke pipi daddy Gavin terdengar suara tembakan.


dor


akhhhhh


bruk


Tuan Vincent langsung mati di tempat karena tembakan itu tepat mengenai dahinya.


" Si*l, keluar jika tidak semua yang ada di sini mati semua!" Ancam Karin sambil bersiap menekan tombol.


dor


akhhhhh


" Waktu kalian tinggal tiga puluh menit lagi dan kalian semua akan mati." ucap Karin sambil bersiap membalikkan badannya meninggal mereka.


dor


akhhhhh


Daddy Gavin langsung menembak dada Karin dan langsung menembus jantungnya di saat Karin membalikkan badannya.


bruk


Tubuh Karin langsung ambruk dan mati seketika.


" Kalian semua keluar biarkan aku yang menyelamatkan ke dua anakku." Ucap Ronald

__ADS_1


" Tidak kita harus keluar bersama - sama." Ucap daddy David dan Ronald bersamaan


" Tidak biar aku saja yang menyelamatkan ke dua anakku." Ucap Serena yang tiba - tiba muncul dan mendekati ke dua putra dan putrinya.


Ronald membalikkan badannya dan matanya membulat sempurna melihat perubahan Serena yang semakin bertambah cantik.


" Serena." Panggil Ronald


" Clarissa." Panggil daddy Gavin yang mengira Serena adalah Clarissa.


" Daddy tidak hapal denganku?" tanya mommy Clarissa tiba - tiba datang dengan wajah cemberut.


" Maaf mommy wajah kalian sama." Ucap daddy Gavin


" Sudah, kalian keluar semua aku ingin konsentrasi." Usir Serena sambil memegang gunting untuk memotong kabel-kabel yang terhubung.


Mommy Clarissa langsung menarik suaminya untuk keluar dari tempat tersebut. Awalnya daddy Gavin tidak setuju tapi Ronald dan mommy Clarissa membujuknya mengingat mereka mempunyai anak banyak terlebih mommy Clarissa tidak akan pergi dari tempat itu kalau suaminya tidak ikut dan terpaksa daddy Gavin ikut.


" Kak Ronald pergilah." Ucap Serena


" Tidak bagaimanapun mereka berdua adalah anakku." Tolak Ronald


" Bukankah waktu itu kak Ronald tidak memperdulikan aku hidup atau mati? anggap saja aku sudah mati." Ucap Serena sambil menahan rasa sesak.


" Aku tidak ingin per..." Ucapan Ronald terpotong oleh Serena.


" Pergilah kak ada Clarissa yang masih membutuhkanmu dan kak David pergilah karena istri dan ke tiga anak kak David menunggu." Ucap Serena sambil memotong kabel-kabel itu satu demi satu.


" Baiklah ayo David kita pergi, toh aku tidak perduli dengan Serena dan ke dua anaknya." Ucap Ronald sambil menarik tangan daddy David yang berlawan dengan kata hatinya.


Sebenarnya Ronald tidak tega dengan Serena terlebih dua anak kembarnya yang baru diketahui sekarang tapi dirinya merelakan karena nyawa bosnya lebih penting dari dirinya. Ronald tahu jika Ronald tidak pergi maka Daddy David juga tidak akan pergi.


Daddy David pun terpaksa pergi meninggalkan Serena tapi sebelum jauh Daddy David menghentikan langkahnya.


" Semoga berhasil." Ucap daddy David.

__ADS_1


" Amin. Jika aku mati dan ke dua anakku selamat tolong jaga dan lindungi anakku." Mohon Serena


" Kamu akan selamat, setelah kalian selamat ke dua anakmu akan menjadi milikku" Ucap Ronald dengan nada dingin sambil melanjutkan langkahnya.


__ADS_2