Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Ronald


__ADS_3

" Baiklah aku akan menghubungi Clarissa." Ucap mommy Karen


Mommy Karen menghubungi ponsel milik mommy Clarissa. Deringan pertama langsung di angkat oleh mommy Clarissa.


" Hallo Karen apa kabar?" tanya mommy Clarissa basa basi.


" Baik, oh iya ada yang kangen denganmu." ucap mommy Karen


" Siapa Karen?" tanya mommy Clarissa


" Clarisa hiks... hikss..." Panggil Sandra sambil terisak


" Sandra hiks... hiks... apa kabar?" tanya mommy Clarissa


" Baik Cla bagaimana denganmu?" tanya mommy Sandra


" Kabarku baik, maaf selama ini tidak bisa kasih kabar karena ponselku hilang berikut nomer kontak kalian berdua. Aku tahu Karen saja karena kebetulan kami bertemu." Ucap mommy Clarissa


" Iya aku tahu, Karen cerita padaku." Ucap mommy Sandra


" Kapan kamu ke sini?" tanya mommy Sandra


" Dua bulan lagi janinku kuat dan kebetulan suamiku ada proyek jadi kita bisa berkumpul kembali, aku kangen banget dengan kalian." Ucap mommy Clarissa


" Sama aku juga kangen denganmu, aku tunggu kedatangan mu dan keluarga mu." ucap mommy Sandra.


" Mommy." Panggil ke dua anak kembarnya


" Iya sayang sebentar, maaf lain kali sambung lagi ya ke dua anakku memanggilku." ucap mommy Clarissa


" Ok deh salam buat semuanya." ucap mommy Sandra


" Aku juga salam buat semuanya." Ucap mommy Clarissa


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi pun langsung terputus bertepatan kedatangan daddy David, Daka, daddy Federick dan Ronald.


" Ada apa nih kok mommy dan Sandra senyum - senyum?" tanya daddy David


" Dua bulan lagi sahabatku Clarissa akan datang ke sini jadi aku sangat senang." ucap mommy Karen sambil tersenyum bahagia


" Benar aku juga sangat senang sekali akhirnya selama bertahun-tahun kita berkumpul kembali." Sambung mommy Sandra tersenyum bahagia.


deg


deg


deg


Jantung Ronald berdetak kencang ketika mendengar ucapan mommy Karen dan mommy Sandra. Kerinduan dan luka secara bersamaan terhadap Clarissa. Kerinduan ingin melihat wanita yang sangat dicintainya selama bertahun-tahun sekaligus luka karena Clarissa sudah di miliki oleh pria lain.


" Maaf, aku pergi dulu karena hari ini sudah janji dengan anakku mengajaknya jalan-jalan." Ucap Ronald.

__ADS_1


" Ok, hati - hati kak." Jawab mommy Karen dan mommy Sandra serempak.


Daddy David dan daddy Federick hanya menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih nyonya Karen dan nyonya Sandra." Jawab Ronald


" Kak Ronald." Panggil mommy Karen dan mommy Sandra serempak


" Iya nyonya." Jawab Ronald


" Panggil aku dengan sebutan Karen, karena kita semua bersaudara." Pinta mommy Karen


" Panggil aku juga dengan sebutan Sandra, sama seperti kata Karen kita ini bersaudara anggap saja kami berdua adalah adik kak Ronald." sambung mommy Sandra


" Tapi..." ucap Ronald terpotong oleh mommy Karen dan mommy Sandra.


" Kami mohon kak." ucap mereka berdua serempak.


Ronald menatap daddy David dan daddy Federick dan mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Baiklah Karen dan Sandra." Jawab Ronald.


Ronald sangat bahagia dan terharu karena istri tuannya dan istri sahabatnya menganggap sebagai saudara bukan orang lain.


" Kalau begitu mulai sekarang panggil aku David jangan sebutan tuan karena kita bertiga bersaudara." ucap daddy David


" Setuju." Jawab daddy Federick


Ronald lagi - lagi terharu karena dianggap saudara oleh mereka. Mereka saling berpelukan dan masing - masing berjanji untuk saling melindungi. Setelah beberapa lama mereka pun melepaskan pelukannya.


Merekapun menganggukkan kepalanya dan Ronald pun meninggalkan mereka.


" Sepertinya Ronald tidak bisa move on dari Clarissa." ucap daddy David


" Iya benar, penyesalan datangnya terlambat." Ucap daddy Federick.


" Betul itu, kita hanya berharap semoga saja Ronald menemukan pengganti Clarissa." ucap daddy David


" Semoga saja." Jawab daddy Federick.


" Oh iya dad, kata dokter hari ini aku boleh pulang." Ucap mommy Karen


" Tidak besok saja." Jawab daddy David


" Tapi dad.." ucapan mommy Karen terpotong oleh daddy David.


" Tidak ada tapi - tapian." Ucap daddy David tegas.


" Baiklah dad." Jawab mommy Karen pasrah.


" Bagus, istri penurut." Jawab daddy David


Mommy Karen hanya mengerucutkan bibirnya membuat daddy David tersenyum karena tingkah istrinya sangat menggemaskan.

__ADS_1


" Kami pulang dulu ya." Pamit mommy Sandra sambil mendekati mommy Karen.


" Ok. Terima kasih banyak atas bantuannya dan hati - hati di jalan." Ucap mommy Karen


Merekapun berpamitan dan meninggalkan mommy Karen, daddy David dan Daka di ruang perawatan VVIP.


" Daddy, Daka ngantuk." ucap Daka


Daddy David langsung menggendong Daka kemudian menidurkan di ranjang dekat ranjang mommy Karen. Mommy Karen menatap suaminya dan juga putranya sambil tersenyum hatinya sangat terharu melihat betapa sayangnya suaminya terhadap putranya. Suaminya kini benar - benar berubah tidak seperti dulu.


Tidak berapa lama Daka sudah tertidur pulas begitu pula dengan daddy David dan tidak berapa lama mommy Karen ikut tertidur pulas.


xxxxxxx


Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju mansion David untuk menemui putrinya.


" Aku harus bisa melupakan Clarissa karena dia sudah menikah dan mempunyai anak. Betapa jahatnya aku jika ada niat untuk merebutnya." ucap Ronald.


Tidak terasa Ronald sudah sampai di mansion milik David.


" Ayah." Panggil Clarissa kecil sambil berjalan dengan cepat dengan ke dua tangannya di angkat ke atas.


" Hallo sayang, kita jalan - jalan yuk ke mall tapi sebelumnya ayah mau mandi dulu." ucap Ronald sambil menggendong putri semata wayangnya.


Clarissa kecil hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Ronald menggendong Clarissa kecil ke kamarnya kemudian mendudukkan Clarissa kecil kemudian dirinya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket.


Singkat cerita kini Ronald sudah selesai mandi dan berpakaian. Ronald duduk di kursi pengemudi sedangkan Putri kecilnya duduk di samping pengemudi menuju ke mall. Sampai di mall mereka berdua berjalan - jalan ke mall.


" Ayah, main." pinta Clarissa kecil.


" Mau main ke tempat khusus banyak permainan?" tanya Ronald.


Clarissa hanya menganggukkan kepalanya tanda iya.


" Ok sayang." Jawab Ronald


Ronald menggengam Clarissa kecil karena Clarissa tidak ingin di gendong. Sampai di tempat permainan Ronald berjalan menuju ke tempat tiket untuk membeli tiket permainan. Ronald menemani Clarissa sampai puas bermain hingga satu jam lebih.


" Ayah pipis." ucap Clarissa


Ronald menganggukkan kepalanya dan langsung menggendong Clarissa dan berjalan ke arah toilet. Ronald baru teringat kalau Clarissa seorang perempuan jadi tidak mungkin kalau di bawa ke toilet pria sedangkan kalau ke toilet perempuan dirinya seorang pria karena tidak konsentrasi dirinya menabrak seorang gadis.


bruk


akhhhhh


grep


Gadis itu berteriak karena dirinya nyaris hampir terjatuh tapi untunglah tangan kekar Ronald menahan tubuhnya hingga dirinya tidak terjatuh dengan menggunakan tangan kanan karena tangan kirinya menggendong Clarissa.


" Maaf saya tidak sengaja menabrak." Ucap Ronald sambil melepaskan tangan kanannya yang tadi menahan tangan gadis itu.

__ADS_1


" Tidak apa - apa tuan, saya juga tadi jalan tidak lihat." Ucap gadis itu sambil menatap wajah tampan Ronald.


" Clarissa?" panggil Ronald dengan mata membulat sempurna.


__ADS_2