Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Tamat


__ADS_3

ceklek


Pintu ruang operasi terbuka tampak dokter keluar dengan wajah lesu. Ronald langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut dengan diikuti oleh mommy Sandra dan daddy Federick.


" Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya Ronald


" Keadaannya semakin bertambah kritis semua obat - obattan yang diberikan di tolak oleh tubuhnya dan sepertinya istri tuan tidak ada semangat untuk hidup. Apakah tuan ingin menemuinya untuk yang terakhir kalinya?" tanya dokter tersebut.


Ronald tanpa menjawab ucapan dokter langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke ruang operasi.


grep


" Maafkan aku, aku mohon beri aku kesempatan ke dua." Mohon Ronald sambil memeluk tubuh mungil Serena yang mulai terasa dingin.


Ronald tanpa sadar mengeluarkan air matanya, air mata penyesalan karena tidak percaya dengan istrinya.


" Aku mohon padamu sadarlah, aku ingin kita sama - sama mengurus anak kita hingga anak - anak kita menikah." mohon Ronald kembali


cup


" Sadarlah." ucap Ronald sambil mengecup bibir istrinya yang sudah lama tidak di sentuhnya.


Perlahan jari jemari Serena bergerak membuat Ronald melepaskan pelukannya dan melihat jari jemari Serena masih bergerak.


" Dokter, istriku menggerakkan jari jemarinya." Ucap Ronald


" Baik, silakan tunggu di luar" Perintah dokter tersebut.


" Baik dokter." Jawab Ronald sambil keluar dari ruang operasi.


Ronald kembali duduk di samping Federick.


" Bagaimana keadaan Serena?" tanya Sandra


" Tadi jari - jari tangannya bergerak - gerak, aku harap Serena cepat sadar." Ucap Ronald.


" Semoga saja." Ucap mommy Sandra.


" Aku harap kejadian ini tidak terulang lagi dan ini merupakan pelajaran buat kak Ronald agar lebih percaya dengan istri kak Ronald. Serena wanita yang baik beda dengan wanita yang lainnya." Ucap mommy Sandra.


" Sama seperti istriku sangat berbeda dengan wanita lain sangat setia, cantik dan tidak matre." Puji daddy Federick.


" Terima kasih atas pujiannya, besok - besok mommy dan teman - teman mommy mau belanja ngabisin duit daddy." Ucap mommy Sandra usil.


" Uang daddy tidak akan habis walau mommy belanja satu mall sekalipun." Ucap daddy Federick sombong sambil membelai rambut istrinya.


" Kalau begitu mommy dan teman - teman mommy akan belanja empat mall sekaligus biar duit daddy habis." Ucap mommy Sandra sambil tersenyum jahil.


" Walau mommy belanja seluruh mall uang daddy tidak akan habis." Ucap daddy Federick dengan nada masih sombong.


" Aish daddy tidak boleh sombong." Ucap mommy Sandra sambil bibir bawahnya dimajukan.


" Iya sayang maaf. Besok kita jadikan pergi ke panti asuhan?" tanya suaminya sambil membelai rambut istrinya.


" Jadi sayang besok pagi kita berangkat bersama Karen dan Clarissa." Ucap mommy Sandra

__ADS_1


" Maaf aku tidak bisa ikut." Ucap Ronald


" Tidak apa - apa kami mengerti semoga Serena segera sadar." Ucap mommy Sandra


" Amin." Jawab Ronald


" Hmmm... kak Ronald aku boleh nanya?" tanya mommy Sandra penasaran.


" Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Ronald


" Apakah kak Ronald mencintai istri kakak Serena atau masih mencintai Clarissa?" tanya mommy Sandra penasaran.


" Jujur perasaan terhadap Clarissa sudah hilang sejak aku bertemu dengan Serena. Kakak sangat mencintai Serena sedangkan Clarissa adalah masa laluku apalagi Clarissa sudah menikah dengan kak Gavin jadi tidak mungkin aku merebut istri kakakku." Ucap Ronald.


" Jadi tidak ada sedikitpun perasaan untuk Clarissa?" tanya mommy Sandra


" Tidak ada sama sekali perasaan untuk Clarissa karena jujur kakak sangat nyaman bersama Serena." Ucap Ronald dengan nada yakin.


" Syukurlah, oh iya bagaimana putra kakak dengan Clarissa yang bernama Cavin?" tanya mommy Sandra


" Kalau Cavin nyaman bersama mereka kakak tidak masalah hanya saja kakak juga boleh diijinkan untuk bertemu dengan Cavin." Ucap Ronald dengan bijak.


" Baguslah aku senang mendengarnya." Ucap Sandra


Ronald hanya tersenyum sambil matanya tetap menatap ke arah pintu ruang operasi. Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka Ronald, Sandra dan Federick berjalan mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya Ronald.


" Maaf tuan, istri tuan mengalami koma dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang ICU." Ucap dokter tersebut menjelaskan.


" Baik dok, terima kasih." Jawab Ronald


" Kalau begitu saya permisi dulu ingin memeriksa pasien lainnya." ucap dokter tersebut.


Dokter itupun pergi meninggalkan mereka dan tidak berapa lama pintu ruang UGD terbuka dan tampak dua orang perawat mendorong brankar di mana Serena sedang berbaring dan masih setia memejamkan matanya.


Hati Ronald seperti terhantam batu besar melihat begitu banyak selang menempel di tubuh Serena. Dirinya berjanji untuk tidak menyakiti perasaan istrinya lagi dan lebih percaya dengan istrinya. Benar kata Sandra kalau Serena adalah wanita berbeda setia dan tulus mencintai Ronald.


Kini Ronald duduk di samping ranjang istrinya sambil menggenggam tangan istrinya sambil menatapnya dengan sendu.


" Sayang, maafkan aku yang sering menyakiti perasaanmu. Aku mohon sadarlah aku ingin kita bisa mengurus anak - anak kita lupakan yang pernah aku ucapkan." Ucap Ronald.


" Kamu tahu sayang, sampai saat ini kita masih sepasang suami istri karena aku belum menceraikanmu. Kalau kamu ingin memukulku aku akan terima asalkan sayangku bangun dan membuka mata." Ucap Ronald.


Karena lelah Ronald meletakkan wajahnya di ranjang istrinya dan tidak berapa lama dirinya tertidur pulas.


Dalam Mimpi


" Sayang kamu mau kemana?" tanya Ronald


" Aku mau pergi menyusul orang tuaku dan juga saudaraku, aku sangat lelah." Ucap Serena sambil berjalan mundur menuju ke arah orang tuannya dan juga saudaranya.


" Aku mohon sayang, jangan tinggalkan aku." Mohon Ronald


" Bukankah kak Ronald sangat membenciku dan ingin mengambil ke dua anak kita? Aku turuti semua keinginan kak Ronald. Jaga kesehatan kak Ronald dan maaf aku tidak bisa menjaga dan melindungi anak kita dan juga kak Ronald." Ucap Serena yang masih berjalan dengan mundur sambil tersenyum.

__ADS_1


" Maafkan perkataanku, aku mohon beri aku kesempatan ke dua." Mohon Ronald


" Maafkan aku kak, aku sudah sangat lelah untuk terluka lagi." Ucap Serena sambil membalikan badannya dan menyusul keluarganya.


" Semoga kak Ronald selalu bahagia dan maafkan istrimu ini." Ucap Serena


" Tidakkkkkkk... Serenaaaaaa..." teriak Ronald


xxxxxxx


Ronald terbangun dengan nafas memburu sambil menatap wajah istrinya sambil membelai wajah istrinya.


" Sayang, jika kamu pergi maka aku akan menyusul mu dan maaf aku tidak bisa hidup tanpamu." Bisik Ronald sambil memeluk istrinya.


Tanpa sadar air mata Ronald membasahi pipi istrinya yang sudah mulai dingin. Perlahan mata Serena terbuka dan melihat wajah tampan suaminya yang sedang menangis membuat dirinya membulatkan matanya dengan sempurna karena selama dalam pernikahan baru kali ini melihat suaminya menangis.


" Ayah." Panggil Serena lirih


Ronald langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik istrinya walau pucat tapi masih terlihat cantik.


cup


" Terima kasih sayang, kamu sudah sadar. Aku akan panggil dokter dulu." Ucap Ronald sambil menekan tombol khusus yang menempel di dinding di atas kepala istrinya.


Tidak berapa lama dokter datang dan memeriksa istrinya. Semua selang termasuk alat detak jantung dan alat pernafasan di lepas hanya menyisakan selang infus dan Serena dipindahkan ke ruang perawatan VVIP.


" Sayang kamu maukan memaafkan aku?" tanya Ronald


" Aku maafkan, lupakan masa lalu dan


tidak perlu di ingat kembali." Ucap Serena


" Dosaku sudah terlalu banyak padamu, kenapa kamu sangat baik dan melupakan semua perkataanku yang telah menyakiti perasaan hatimu?" tanya Ronald


" Manusia itu tidak sempurna pasti pernah melakukan kesalahan. Aku juga pernah melakukan kesalahan yang terpenting kita menyadari kesalahan dan tidak mengulangi lagi." Ucap Serena.


" Terima kasih sayang." Ucap Ronald sambil memeluk istrinya.


Ronald dan Serena kini hidup bahagia bersama ke tiga anaknya sedangkan Cavin putranya bersama Clarissa tinggal bersama kakaknya yang bernama Gavin dan istrinya yang bernama Clarissa terkadang Cavin menginap di rumah Ronald. Tidak ada dendam di antara mereka, semua hidup damai. Begitu pula dengan keluarga David dan Federick hidup damai saling tolong menolong.


Ini semua berkat istri - istri mereka yang membawa suaminya dari seorang psycophath pembunuh berdarah dingin kini berubah menjadi pribadi yang baik dan tidak lagi membunuh semua diserahkan ke pihak kepolisian.


Selain itu berkat istri - istri mereka kini persahabatannya semakin bertambah kokoh dan kuat tidak bisa di adu domba. Para suami sangat bersyukur mempunyai istri setia dan bisa mengarahkan kehidupan yang lebih baik.


Tamat


xxxxxxx


Terima kasih buat pembaca yang setia yang sudah setia membaca novelku. Maafkan author kalau ada kata - kata yang tidak berkenan ataupun ada kesalahan dalam pengetikan. Sekali lagi terima kasih atas like, komentar, hadiah dan votenya.


Semoga Corona segera berlalu dan kita semua selalu sehat, dijauhkan dari segala marabahaya. Amin.


Salam,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2