Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
David dan Karen


__ADS_3

Daddy Gavin menggendong istrinya untuk di bawa keranjang. Ronald masih setia mendengarkan dan tidak berapa lama terdengar suara ******* hingga akhirnya Ronald mematikan ponselnya secara sepihak.


" Kenapa hatiku sangat sakit mendengarkan mereka melakukan hubungan suami istri? Sadar Ronald, Clarissa sudah bahagia dan kamu harus bisa melupakannya." ucap Ronald


Ronald berjalan menuju ke ruang keluarga di mana mommy Karen dan anaknya Daka sedang bermain.


" Maaf nyonya besar ini ponselnya, terima kasih ." ucap Ronald dengan wajah lesu sambil memberikan ponsel milik mommy Karen.


" Sama - sama kak, aku tahu ini berat buat kak Ronald tapi sahabatku sudah bahagia jadi aku minta kak Ronald untuk melupakannya dan carilah kebahagiaan kak Ronald." Ucap mommy Karen sambil menerima ponselnya.


" Untuk melupakan Clarissa sangat sulit tapi nyonya besar tenang saja saya tidak akan merusak hubungan Clarissa dengan suaminya karena saya mencintai Clarissa dengan tulus." Ucap Ronald


" Syukurlah aku sangat senang mendengarnya semoga kak Ronald menemukan pengganti Clarissa." Ucap mommy Karen.


" Dari dulu hingga sekarang tidak ada yang bisa menggantikan Clarissa." Ucap Ronald dengan nada yakin.


" Mungkin saat ini belum, siapa tahu besok atau lusa atau entah kapan kita tidak akan pernah tahu." Ucap mommy Karen.


Ronald hanya diam tidak menjawab ucapan mommy Karen.


" Oh iya kak, di tunggu sama suamiku di ruang kerja. Aku mau ke kamar dulu." Ucap mommy Karen


" Baik nyonya." Jawab Ronald sambil berjalan ke arah ruang kerja tuan David.


" Ayo Daka sayang kita ke kamar." Ajak mommy Karen


" Baik mommy." Jawab Daka


Mommy Karen tersenyum dan menggendong Daka kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar anaknya karena waktunya tidur siang.


tok


tok


tok


" Masuk." ucap daddy David


ceklek


Ronald membuka pintu dan melihat Daddy David sedang duduk di kursi kebesaran sambil memeriksa dokumen.


" Duduklah." Perintah daddy David

__ADS_1


" Baik tuan." Jawab Ronald patuh


" Bagaimana dengan mereka?" tanya daddy David tanpa basa basi.


" Keluarga ke enam gadis itu sesuai perintah tuan kini sudah bangkrut karena kita menarik semua saham milik tuan besar otomatis mereka tidak mempunyai apa-apa lagi begitu pula dengan para saksi palsu orang tuanya sebagian di pecat karena orang tuanya bekerja di perusahaan milik tuan besar sedangkan sisanya perusahaan mereka kini milik tuan besar." Ucap Ronald melaporkan


" Bagaimana dengan ke dua gadis itu?" tanya daddy David dengan nada dingin.


" Karena perusahaan mereka bangkrut dan hutang ke dua orang tuanya menumpuk ke dua gadis tersebut di jual sebagai penebus hutang orang tuanya untuk dikerjakan di klub." ucap Ronald


" Bagus karena ke dua gadis itu sudah dua kali mencelakai istriku. ucap daddy David dengan nada dingin.


" Tapi apakah tidak terlalu jahat menjual ke dua gadis itu tuan?" tanya Ronald


" Memang jahat tapi ke dua gadis itu sudah diberikan kesempatan sebanyak satu kali. Kesempatan pertama ketika mencelakai gadis culun hingga gadis culun itu meninggal aku bisa kasih toleransi karena berkat mereka roh istriku masuk ke dalam tubuh gadis culun itu tapi ketika istriku menyamar menjadi gadis culun mereka tetap jahat. Mereka telah menyia - nyiakan kesempatan yang telah aku berikan, jadi jangan salahkan jika menerima akibat kesalahan yang mereka lakukan. Jika aku membebaskan ke dua gadis itu suatu saat mereka pasti akan berbuat jahat kembali dengan istriku." Ucap daddy David panjang lebar.


" Saya mengerti tuan." Ucap Ronald


" Oh iya kita beli saja perusahaan mereka dengan harga sangat murah termasuk semua aset mereka." ucap daddy David dengan nada dingin.


" Baik tuan." Jawab Ronald patuh


" Oh iya aku melihat kamu menelepon Clarissa, apakah kamu bisa move on?" tanya daddy David


" Bagus, aku suka mendengar ucapanmu." Ucap daddy David


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Ucap Ronald pamit.


Daddy David hanya menganggukkan kepalanya dan Ronaldpun meninggalkan daddy David sendiri di ruang kerjanya.


xxxxxxx


Tiga Bulan Kemudian


Pagi hari yang cerah mommy Karen dan daddy David seperti biasa masih tidur sambil berpelukan karena mereka kelelahan maklum mereka setiap hari melakukan olahraga malam hari.


Mommy Karen memaksakan dirinya untuk membuka matanya karena perutnya terasa mual. Mommy Karen melepaskan pelukannya kemudian mendorong tubuh suaminya. Mommy Karen turun dari ranjang dan berlari menuju ke arah kamar mandi.


Hoek


Hoek


Hoek

__ADS_1


Daddy David yang masih tertidur pulas terpaksa membuka matanya karena tubuhnya di dorong oleh istri tercintanya. Daddy David melihat istrinya berlari ke arah kamar mandi dan mendengar istrinya muntah - muntah membuat David turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi kemudian memijat tengkuk istrinya.


" Kita ke dokter saja sayang." ucap daddy David dengan nada kuatir.


" Tidak honey, mungkin masuk angin." ucap mommy Karen.


Daddy David menyalakan kran air dan membersihkan mulut istrinya tanpa ada rasa jijik sedikitpun.


" Honey tidak jijik?" tanya mommy Karen


" Tidak sayang karena daddy sangat mencintaimu." Ucap daddy David sambil menggendong istrinya.


" Honey, kenapa tidak memakai baju?" tanya mommy Karen karena melihat suaminya tidak menggunakan sehelai benang pun sambil mengalungkan ke dua tangannya di leher suaminya.


" Daddy kuatir sayang dan kamu juga kenapa tidak memakai baju?" goda daddy David sambil tersenyum mesum


" Tadi tiba - tiba perut mommy mual honey makanya mommy tidak memakai pakaian." ucap mommy Karen.


" Kita ke dokter ya?" pinta daddy David sambil membaringkan istrinya di ranjang dengan perlahan.


" Tapi honey..." ucapan mommy Karen terpotong oleh daddy David.


" Tidak ada penolakan." Ucap daddy David


" Baiklah terserah daddy." Jawab mommy Karen pasrah


" Bagus sekarang kita mandi bersama." ucap daddy David sambil menggendong istrinya.


" Mommy bisa jalan dad dan mommy ingin mandi sendiri." tolak mommy Karen dengan nada halus karena dirinya tahu pasti suaminya memintanya untuk melakukan hubungan suami istri di kamar mandi.


" Kita main satu ronde setelah itu kita mandi." ucap daddy David sambil tersenyum menyeringai.


Mereka pun melakukan olahraga di pagi hari di kamar mandi setelah selesai melakukan kegiatan olahraga panasnya merekapun mandi bersama.


Kini mereka sudah selesai mandi dan sudah memakai pakaian santai. Mommy Karen dan daddy David hendak menuruni anak tangga bertepatan dengan kedatangan Daka dengan baby sister.


" Mommy, daddy." panggil Daka sambil ke dua tangannya di angkat ke atas.


hap


" Anak daddy yang sangat tampan." puji daddy David sambil menggendong putra semata wayangnya.


" Anak mommy yang sangat tampan." puji mommy Karen bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2