Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Hukuman


__ADS_3

" Akibat ulah kalian aku akan menghukum kalian dengan cara yang sama." ucap David sambil tersenyum menyeringai.


" Rhoma berikan mereka berempat suntikan yang tadi aku pesan." Perintah David sambil tersenyum devil.


" Baik tuan." ucap Rhoma


Rhoma dan ke tiga anak buahnya mendekati mereka dan memberikan suntikan di lengan mereka masing-masing.


" Tuan David, jangan lakukan ini padaku." mohon mereka berempat.


" Kalian telah berani melakukan itu pada orang kepercayaan ku karena itulah terimalah hukuman dariku. Oh ya satu lagi suntikan itu berisi obat dosis sangat tinggi hanya beberapa menit obat itu akan bereaksi." ucap David sambil tersenyum menyeringai.


" Rhoma apakah kamu sudah membawa pesananku?" tanya David


" Sudah tuan." jawab Rhoma


" Bawa kemari." ucap David sambil melirik menahan tawa.


" Baik tuan." Jawab Rhoma


Rhoma dan anak buahnya pergi meninggalkan mereka dan tidak berapa lama 3 orang pria yang memakai pakaian wanita datang ke arah David. Ke tiga pria itu menatap David dan Ronald dengan tatapan mesum membuat David dan Ronald sangat jijik melihatnya.


" Mereka sudah datang tuan." ucap Rhoma


" Baik, sekarang lepaskan ke empat tahanan kita karena sebentar lagi obatnya bekerja." perintah David.


" Baik tuan." Jawab Rhoma


Rhoma bersama ke tiga anak buahnya melepaskan ikatan ke dua tangan dan ke dua kaki milik Celline, pria paruh baya, kepala pelayan dan pelayan.


" Kalian bertiga puaskan ke tiga pria ini." perintah David


" Baik tuan." ucap ke tiga pria dengan suara kemayu.


" Kita semua menunggu di luar." Perintah David


" Baik tuan." Jawab ke lima pria tersebut.


David membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu keluar dengan diikuti oleh Ronald, Rhoma dan ke tiga anak buahnya. Terdengar jeritan ke tiga pria tersebut begitu pula dengan Celinne. Mereka menjerit kesakitan sambil meminta maaf ke tuan David tapi tuan David menulikan telinganya dan melanjutkan langkahnya hingga pintu itu di tutup oleh salah satu bodyguard.


" Tuan David, apa maksudmu menyewa ke tiga pria kemayu itu?" tanya Ronald dengan nada bingung.


" Biar mereka merasakan akibat bermain denganku dengan memberikan obat peransa*g dengan dosis sangat tinggi." ucap David dengan nada santai.


" Terlebih aku lagi malas untuk menyiksa orang apalagi jika kita pulang aku mesti ganti pakaian dulu karena pakaian kita terkena cipratan darah mereka." David dengan nada santai.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Ronald kita ke mobil saja sambil menunggu mereka yang melakukan tugasnya." perintah David sambil berjalan meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Baik tuan." Jawab Ronald sambil berjalan mengikuti tuan David.


" Rhoma dan kalian bertiga tunggu di sini dan awasi jika ada orang yang datang menyelinap." ucap David sambil melanjutkan langkahnya.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak.


David dan Ronald berjalan ke arah mobil dan menunggu di dalam mobil sedangkan ke empat bodyguard berjaga - jaga.


Mereka menunggu hampir 2 jam lamanya hingga suara pintu di ketuk dari dalam. Rhoma memberikan kode ke tuan David yang berada di dalam mobil. David yang mengerti langsung keluar dari dalam mobil bersama Ronald.


ceklek


Rhoma membuka pintu dan melihat ke tiga pria kemayu tersenyum bahagia.


" Tuan, terima kasih banyak kalau tuan membutuhkan eike, eike bersedia melayani tuan sampai puas." ucap salah satu pria kemayu itu sambil mencolek pipi David.


David yang merasakan jijik berjalan mundur kemudian mengambil pistol di balik saku jas mahalnya.


" Aku tidak sudi wajahku di sentuh pria jadi - jadian sepertimu." bentak David dengan nada sangat kesal.


dor


akhhhhh


David menembak di kening pria kemayu itu hingga mati di tempat.


" Tuan teman saya yang salah dan kami berdua tidak jadi kami tidak di tembak kan?" tanya salah satu dari pria kemayu itu dengan kakinya gemetaran menahan rasa takut teramat sangat.


" Kalian berdua harus setia kawan satu mati maka kalian harus menemaninya." ucap David dengan nada dingin.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Ke dua pria kemayu itupun mati mengenaskan karena David menembaknya pas di dahi mereka.


" Rhoma urus mayat yang menjijikkan itu." ucap David dengan nada dingin sambil berjalan ke ruangan gudang yang sangat luas. David dan Ronald tersenyum sinis melihat kondisi ke 4 orang dewasa.


" Sepertinya kalian menikmatinya." ledek David sambil tersenyum sinis.


" Breng**k kamu tuan David!!!" bentak pria paruh baya yang tubuhnya penuh tanda kepemilikan dan ke dua tangan kanan kirinya memegang dari depan dan belakang.


" Hiks... hiks... tuan David sakit sekali kenapa tuan David tega padaku." ucap Celline berusaha mencari simpati sambil menangis karena bagian privasinya merasakan perih yang luar biasa karena selama hampir dua jam tidak berhenti para pria melakukannya secara bergiliran.


" Itu akibatnya jika kamu berani mengusikku." ucap David tersenyum devil.

__ADS_1


" Ke dua orang tuaku tidak akan tinggal diam tuan David akan di bunuh oleh orang suruhan orang tuaku." ancam Celline


dor


akhhhhh


David menembak di kening Celline hingga Celline mati seketika kemudian David menatap tajam ke arah kepala pelayan dan pelayan.


" Karena kalian melakukannya atas suruhan Celline dan pria paruh baya itu maka aku akan membebaskan kalian berdua." ucap David sambil tersenyum Devil.


" Benarkah tuan? terima kasih banyak tuan telah membebaskan kami." ucap ke dua pria tersebut tersenyum bahagia.


" Tentu saja kalian aku bebaskan dari dunia ini dan bertemu dengan wanita yang mati di sebelah kalian berdua." ucap David sambil tersenyum menyeringai.


" Tuan.." ucapan mereka serempak terpotong oleh suara tembakan David yang mengarah ke dahi salah satu dari mereka.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Ke dua pelayan itupun mati mengenaskan tertebak di masing-masing dahi mereka. David menatap ke pria paruh baya itu.


" Oh ya kata asistenku yang kamu berikan minuman yang mengandung obat perangsang itu titip pesan padamu." ucap David sambil tersenyum menyeringai.


" Pesan apa?" tanya pria paruh baya itu dengan wajah ketakutan karena melihat wajah David seperti wajah iblis.


" Pesannya yaitu meminta aset berhargamu yang kamu banggakan itu." ucap David sambil mengambil dua sarung tangan yang berada di saku jasnya kemudian di pakainya setelah itu tangan kanan David mengambil pisau lipat dari saku belakang celana panjang.


" Aset berharga maksudnya wanita itu meminta harta berharga ku dasar wanita murahan main sama siapa mau mengambil harta berhargaku." hina pria paruh baya itu yang tidak mengerti arti ucapan David.


David hanya tersenyum simpul sambil mendekati tubuh pria paruh baya itu kemudian duduk di sampingnya.


sretttt


akhhhhh


David memotong aset berharga pria paruh baya itu hingga terputus membuat darah segar keluar dari tubuh pria paruh baya itu hingga mengenai wajah David.


" Tuan salah maksud asistenku aset berharga nya adalah ini." ucap David sambil menyerahkan potongan adik kecil milik pria paruh baya itu ke tangannya.


" Si*l lebih baik kamu bunuh aku saja." ucap pria paruh baya itu.


" Tidak, kamu nikmatilah kematianmu secara perlahan hahahaha..." ucap David sambil tertawa jahat.


David melepaskan ke dua sarung tangan dan di lempar di tubuh mayat pelayan sedangkan pisau yang berlumuran darah di lap dengan menggunakan pakaian pria paruh baya yang sedang sekarat.

__ADS_1


" Rhoma, urus mayat mereka semua buang ke jurang dan yang masih hidup biarkan saja dia mati secara perlahan." ucap David tanpa dosa


" Baik tuan." ucap Rhoma.


__ADS_2