Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Pernikahan Karen Dan David


__ADS_3

Karen perlahan membuka matanya dan duduk di kepala ranjang sambil menatap ibunya Elisabeth.


" Karen tadi sudah makan Bu, sekarang masih kenyang." ucap Karen


" Ya sudah, kalau lapar kamu makan ya?" pinta ibunya Elisabeth.


" Baik Bu." Jawab Karen


Ibunya Elisabeth meninggalkan Karen sendirian di kamarnya. Karen berbaring kembali di ranjang ketika ibunya sudah pergi dari kamarnya.


" Bagaimana aku mau makan? memikirkan besok aku akan menikah dengan Albert bikin tidak ***** makan karena hatiku dan cintaku hanya untuk suamiku tapi suamiku tidak mencintaiku... seandainya rohku tidak masuk ke tubuh ini hal ini tidak mungkin akan terjadi padaku." ucap Karen sambil menatap langit-langit kamarnya.


Karena terlalu lelah untuk berfikir dan tidak membutuhkan waktu yang lama Karen tertidur untuk melupakan semua yang telah terjadi.


xxxxxxx


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat malam kini telah berganti pagi seperti biasa Karen bangun pagi untuk membersihkan diri di kamar mandi.


Kini Karen sudah selesai mandi dan berpakaian karena perutnya terasa sangat perih karena belum terisi makanan membuat Karen keluar kamar menuju dapur tapi baru beberapa langkah berjalan Karen melihat banyak orang sedang mendekor ruangan tamu seperti ada acara pernikahan.


" Hallo Elisabeth sudah selesai mandi, kamu bersiap - siap di kamarmu ya? sebentar lagi mua akan mendandanimu." ucap ibunya Elisabeth.


" Memang ada acara apa mom?" tanya Karen dengan nada bingung.


" Hari ini bukannya kamu akan menikah? jadi persiapkan dirimu untuk menikah." ucap ibunya Elisabeth sambil mengantar Karen ke kamarnya.


Karen hanya patuh dan pasrah karena dirinya tidak tega melihat ibu pemilik tubuhnya sedih terlebih ayahnya Elisabeth yang sudah terbaring lama di dalam peti.


Kini Karen sudah memakai pakaian kebaya pengantin berwarna putih membuat Karen semakin bertambah cantik dan anggun. Karen hanya diam sambil menahan perutnya yang mulai terasa sangat perih karena telah melewatkan makan dari kemarin siang.


ceklek


Ibunya Elisabeth membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Karen.


" Putri ibu sangat cantik, ayo sayang kita keluar acaranya sebentar lagi mau di mulai." ucap ibunya Elisabeth.


" Baik Bu." jawab Karen pasrah.


Ibunya Elisabeth dan Karen keluar dari kamarnya dan melihat para tetangga sudah datang.


" Mommy." Panggil Daka sambil berlari mendekati mommy Karen


Karen yang terkejut mendengar suara Daka langsung berlutut dan menggendong Daka.


" Lho kok Daka ada di sini?" tanya momy Karen

__ADS_1


" Dari tadi mommy, Daka bersama daddy, paman Ronald, paman Federick dan Tante Sandra." Jawab Daka.


Karen melihat sahabat lamanya sedang menatap dirinya dengan tatapan bingung membuat Karen mendekati sahabatnya.


" Sandra apa kabar? aku kangen sekali padamu." ucap Karen sambil memeluk sahabatnya tapi sahabatnya malah mundur tapi pandangannya tetap ke arah Karen.


" San, apakah kamu tidak merindukan aku? kita bertiga bersahabat sejak sekolah, kamu, aku dan Clarissa." ucap Karen


" Apakah kamu benar Karen?" tanya Sandra


" Tentu saja aku Karen." ucap Karen


" Kamu ingat ketika kamu meminta bantuan kami untuk membantu suamimu?" tanya Sandra


" Tentu saja ingat, waktu itu aku dan suamiku ingin melakukan itu tapi tiba - tiba ponsel suamiku berdering sehingga kami tidak jadi melakukannya. Suamiku pergi lalu aku meminta bantuanmu dan juga Clarissa tapi sayang suamiku dan Ronald tertembak dan kita membawanya ke rumah sakit." ucap Karen menjelaskan.


David dan Ronald saling menatap begitu pula dengan Sandra dan Federick.


" Ceritakan secara mendetail." perintah David


Karen pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi membuat mereka semakin yakin kalau wanita itu adalah Karen.


" Begitulah ceritanya, apakah sekarang kalian yakin kalau aku adalah Karen?" tanya Karen


grep


" Daddy, Daka tidak bisa bernafas." protes Daka


" Maafkan daddy sayang." Jawab daddy David sambil mengurangi pelukannya.


" Ehemmm... acara sudah mau mulai ayo kita ke sana." ucap ibunya Elisabeth


" Baik Bu." Jawab mereka serempak


Merekapun menikah secara sederhana dengan di saksikan ibunya Elisabet, jenasah ayahnya Elisabeth dan para saksi. Di sudut ruangan Albert menatap sendu Karen karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Dirinya merelakan Karen bahagia walau hatinya sangat sakit dan terluka.


( " Aku merelakan dirimu bahagia menikah dengan pria itu karena aku tahu kamu hanya menganggapku sebagai seorang kakak." ucap Albert dalam hati ).


Tiba - tiba Karen merasakan kepalanya sangat pusing dan melihat sekelilingnya semakin buram membuat Karen mengenggam lengan David dengan kencang.


" Kamu kenapa Karen?" tanya David karena lengannya dicengkeram kuat oleh Karen.


David langsung memeluk Karen dari arah samping karena wajah Karen pucat.


" Kepalaku pusing ho.." ucap Karen terpotong karena dirinya melihat ribuan kunang - kunang mengelilingi dirinya dan tidak lama tidak sadarkan diri.

__ADS_1


bruk


Karen terjatuh di pelukan suaminya membuat David menggendong istrinya.


" Elisabeth kenapa?" tanya ibunya Elisabeth mendekati Putri semata wayangnya.


" Tidak tahu Bu, tiba - tiba pingsan." ucap David


" Bawa masuk ke dalam kamar." ucap ibunya Elisabeth


" Baik Bu." Jawab David


Ibunya Elisabeth berjalan menuju ke kamar Elisabeth dengan diikuti oleh David. David meletakkan perlahan tubuh Karen ke ranjang dan tidak berapa lama Sandra datang sambil membawa perlengkapan dokter.


Sandra memeriksa kondisi Karen setelah lima menit Sandra sudah selesai memeriksa kondisi Karen.


" Apa yang terjadi dengan istriku?" tanya David panik


David sangat takut jika harus kehilangan istrinya lagi karena itulah dirinya sangat panik.


" Perutnya kosong sepertinya dari kemarin perutnya tidak di isi karena itulah dirinya pingsan." ucap Sandra menjelaskan


" Katanya kemarin sudah makan ketika Elisabeth pergi ke luar." ucap ibunya Elisabeth


" Apakah malamnya atau pagi ini sudah makan?" tanya Sandra


" Belum, katanya masih kenyang." jawab ibunya Elisabeth


David hanya mengusap wajahnya kini dirinya kalau Karen berbohong karena ketika Karen pulang dari perusahaan Karen langsung pulang tanpa makan. David semakin bersalah karena perkataan dirinya Karen sampai tidak makan dan mengakibatkan Karen pingsan.


" Aku akan buatkan bubur." ucap Sandra


" Tidak usah dok, biar ibu saja yang membuatkan dan sekalian mau membubarkan para tamu undangan." ucap ibunya Elisabeth


" Sudah di atur oleh asisten saya Bu." Jawab David


" Terima kasih ya nak David." Jawab ibunya Elisabeth sambil berdiri dan berjalan menuju ke arah dapur.


" Maafkan aku, gara - gara perkataan ku kamu jadi pingsan." Lirih David penuh penyesalan.


" Sudahlah kak David yang penting kak David jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kak David kan tahu sifat Karen bagaimana." ucap Sandra.


" Aku ingin kembali ke suamiku dan juga ke dua anakku." sambung Sandra.


" Bagaimana dengan istriku?" tanya David

__ADS_1


" Sebentar lagi sadar tunggu saja." Jawab Sandra sambil berdiri dan meninggalkan David berdua.


" Sayang, aku berjanji untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dulu pernah aku perbuat." ucap David sambil menggenggam tangan istrinya.


__ADS_2