Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Hukuman 2


__ADS_3

" Masukkan satu lagi ke anaconda." perintah daddy Gavin.


" Baik tuan." Jawab dua orang tersebut sambil melepaskan ikatan di ke dua tangan dan ke dua kakinya sedangkan ke duanya lagi berjaga - jaga jika orang itu melawan.


" Tuan aku mohon maaf pelakunya adalah nona Valen, nona Valen membayar kami suapaya membunuh nyonya Clarissa." ucap pria itu yang akhirnya mengaku karena dirinya sangat ketakutan.


" Karena kamu sudah memberitahukan maka kamu aku bebaskan dari dunia ini." ucap Gavin dengan senyum psycopath nya.


" Apa maksud tuan?" tanya pria itu dengan tubuh masih gemetaran.


Daddy Gavin hanya tersenyum devil sambil mengeluarkan pistol di balik jasnya.


dor


akhhhhh


Gavin menembak kening pria tersebut membuatnya mati di tempat kini tinggal empat orang lagi yang masih hidup dengan tubuh gemetaran dan mereka hanya bisa pasrah kalau mereka akan mati mengenaskan seperti teman-teman nya.


" Raynald tangkap wanita ular itu." perintah daddy Gavin.


" Baik tuan." Jawab asistennya Gavin.


Raynald langsung pergi bersama empat orang bodyguard dan meninggalkan tempat itu.


" Apa permintaan terakhir kalian?" tanya Gavin dengan mata berubah merah.


" Tuan, maafkan kami, kami berjanji untuk tidak berbuat jahat lagi." mohon mereka serempak.


" Tidak ada kesempatan buat kalian untuk keluar ini secara hidup kalian semua harus mati." ucap daddy Gavin dengan nada dingin tanpa punya rasa iba sedikitpun.


Tiba - tiba ponselnya berdering dan Gavin mengambil ponselnya di saku dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Belahan Jiwaku menghubungi diriku?" ucap Gavin dan warna mata Gavin berubah lagi menjadi biru.


" Tutup mulut mereka menggunakan kain cepat!!" perintah daddy Gavin.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak sambil membawa kain yang berada di meja kemudian menutup mulut ke empat pria tersebut.


Gavin menggeserkan tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.


" Hallo daddy sayang." panggil mommy Clarissa


" Mommy sayang sudah sadar?" tanya daddy Gavin dengan nada sangat lembut membuat orang di sekitar itu sangat terkejut karena suaranya berubah menjadi lembut dan wajah tuan Gavin berubah menjadi memerah menahan malu seperti orang yang sedang berpacaran.


" Iya daddy, daddy ada di mana? mommy mau kasih kabar bahagia buat daddy." ucap mommy Clarissa.


" Kabar apa sayang?" tanya daddy Gavin penasaran.


" Mommy hamil lagi daddy." ucap mommy Clarissa sambil tersenyum malu.


" Apa hamil lagi?" tanya Gavin dengan nada terkejut


" Iya daddy, apakah daddy suka?" tanya mommy Clarissa.


" Suka, daddy sangat suka sayang. Daddy akan kembali ke rumah sakit sekarang." ucap daddy Gavin.


" Daddy memang di mana?" tanya mommy Clarissa dengan nada penasaran.

__ADS_1


" Daddy sedang menangkap orang yang ingin membunuh mommy." ucap daddy Gavin yang tidak bisa berbohong dengan istrinya.


" Daddy sayang, bolehkah mommy minta satu permintaan." mohon mommy Clarissa.


" Permintaan apa sayang?" tanya daddy Gavin


" Kalau mereka menyesali perbuatannya ampunilah mereka dan bebaskan mereka. Daddy maukan membebaskannya demi mommy?" mohon mommy Clarissa.


" Membebaskan mereka tapi mommy mereka telah berniat ingin membunuh mommy kenapa dibebaskan?" protes daddy Gavin sambil menatap ke empat tahanannya.


" Mereka kan sudah meminta maaf jadi maukah daddy memaafkannya? aku mohon daddy berikan mereka kesempatan ke dua kalau mereka tetap jahat silahkan daddy menghukumnya dan mommy janji tidak akan ikut campur." ucap mommy Clarissa.


" Baiklah daddy akan membebaskannya." ucap daddy Gavin mengalah.


" Terima kasih suamiku yang sangat tampan, mommy semakin mencintaimu." ucap mommy Clarissa.


" Tapi ini tidak gratis sayang, mommy akan menerima hukuman dari daddy." ucap daddy Gavin sambil tersenyum menyeringai.


" Mommy akan menerima hukumannya dengan senang hati." ucap mommy Clarissa sambil tersenyum malu dan wajah merah merona.


" Siapa yang mengajarimu seperti ini?" tanya daddy Gavin penasaran.


" Daddy yang membuat mommy jadi seperti ini, apakah daddy lupa? mommy tunggu kedatangan Daddy." ucap mommy Clarissa dengan suara menggoda.


" Mommy, kamu benar - benar ya nanti daddy hukum." ucap daddy Gavin.


" Pffftttt hahahaha... mommy tunggu sayang." ucap mommy Clarissa sambil tertawa.


Daddy Gavin ikut tertawa bahagia mendengar suara istrinya yang bisa membuat hatinya selalu tenang dan bahagia.


" Daddy, mommy tolong belikan makanan escargot ya?" pinta mommy Clarissa.


xxxxxxx


xxxxxxx


" Apa escargot? itu makanan menjijikkan mommy." ucap daddy Gavin.


" Tapi mommy ingin makan itu daddy, mommy mohon tolong belikan ya?" rengek mommy Clarissa.


Daddy Gavin menghembuskan nafasnya perlahan.


" Baiklah Daddy akan belikan." ucap daddy Gavin pasrah karena tidak tega mendengar rengekan istrinya.


" Terima kasih Daddy, mommy sayang Daddy." ucap mommy Clarissa


" Daddy juga sangat menyayangimu." ucap Gavin sambil tersenyum bahagia.


" Bye daddy sayang." ucap mommy Clarissa.


" Bye mommy sayang." balas daddy Gavin sambil tersenyum terus.


tut tut tut tut


Panggilan komunikasi pun terputus, Daddy Gavin tersenyum kemudian berubah lagi menjadi dingin dan kejam.


" Karena permintaan istriku kalian berempat aku bebaskan dan jika aku melihat kalian lagi aku tidak akan segan - segan membunuh kalian." ucap Daddy Gavin dengan nada dingin.

__ADS_1


" Terima kasih tuan." jawab mereka serempak


" Bilang sama istri tuan terima kasih banyak dan semoga kelahirannya lancar dan tidak ada masalah." ucap salah satu dari mereka dengan nada tulus.


" Karena aku sangat bahagia istriku hamil, Rudolf berikan bonus untuk semua pegawaiku termasuk kalian berempat gunakan uang itu untuk tidak mengusik orang lain lagi." ucap daddy Gavin memerintahkan satu orang yang bernama Rudolf orang kepercayaan yang mengurus perusahaannya yang kebetulan juga ikut.


" Baik tuan." Jawab Rudolf sambil memberikan cek masing-masing mendapatkan uang sejumlah 3.000 dollar.


xxxxxxx


Kalau dirupiahkan 42.815.850,00 Rupiah Indonesia


xxxxxxx


" Sekali lagi terima kasih banyak tuan." jawab mereka sambil menerima cek tersebut dan membungkuk penuh hormat.


" Pergilah." ucap tuan Gavin.


Mereka berempat pergi meninggalkan markas tersebut.


" Untuk yang berada di sini berikan dua kali lipatnya." perintah daddy Gavin


" Baik tuan." Jawab Rudolf


" Sebelumnya aku mau mandi dulu nanti kalau Raynald sudah menangkap ular itu ikat dia dan jangan berikan makanan dan besok pagi aku akan ke sini untuk memberikan hukuman yang sangat berat." ucap daddy Gavin


" Baik tuan." Jawab mereka serempak


" Satu lagi bilang pada Raynald untuk menungguku di mobil karena setelah mandi aku akan pergi ke rumah sakit." ucap daddy Gavin.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak.


Daddy Gavin pun mandi membersihkan dirinya yang terkena cipratan darah.


xxxxxxx


Rumah Sakit


Gadis culun atau Elisabeth dan mommy Clarissa setelah di ambil pelurunya langsung di pindahkan ke ruang perawatan dengan ruangan berbeda.


Elisabeth sudah diperiksa oleh dokter dan perawat. Elisabet meminta perawat untuk bertemu dengan sahabat lamanya.


" Suster tolong antarkan aku bertemu dengan sahabat saya yang berada di sebelah." pinta Elisabeth.


" Memang siapa nama sahabat nona?" tanya suster tersebut.


" Clarissa." jawab Elisabeth dengan singkat.


" Saya akan tanyakan dulu apakah nyonya Clarissa mengijinkan nya apa tidak?" ucap perawat dengan nada sopan.


" Bilang saja sahabat lamanya Karen ingin menemuinya." ucap Elisabeth atau Karen.


xxxxxxx


Dua atau tiga bab lagi Karen akan bertemu dengan suami dan anaknya.


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya

__ADS_1


agar author selalu semangat menulisnya.


Terima kasih yang sudah memberikan vote, like, komentar dan hadiahnya.


__ADS_2