Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Mengungkap Kebenaran


__ADS_3

" Apa maksudmu Cla?" tanya Ronald dengan nada terkejut.


" Apa maksudmu Cla? Cavin putranya Ronald?" tanya daddy Gavin tak kalah terkejutnya.


" Nanti aku cerita yang penting keselamatan Cavin. Kak Ronald, Cavin anak kita ku mohon sumbangkan darahmu untuk putra kita." Mohon mommy Clarissa


" Tanpa kamu memohon pun aku pasti akan menyumbangkan darahku." Ucap Ronald sambil mendekati mommy Clarissa.


Mommy Clarissa mengambil alat untuk mengambil darah Ronald.


" Pantas saja ketika aku menatap mata Cavin jantungku berdegup kencang seperti ikatan seorang ayah dengan anak." Ucap Ronald sambil menatap putranya yang sudah mulai beranjak besar.


" Dia bukan anakmu, Cavin putra kandungku. Apakah kamu tidak lihat wajahnya mirip denganku." Ucap Gavin dengan nada ketus.


" Kak Gavin." Panggil Ronald


" Apa maksudmu memanggilku kakak?" tanya Gavin dengan nada sinis


" Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan kakek kalau kita saudara kembar tapi tidak identik karena itulah wajah kita berbeda jadi bisa saja putraku wajahnya mirip dengan kakak." Ucap Ronald


" Sampai kapanpun aku tidak akan menganggapmu sebagai adik." Ucap Gavin dengan nada masih sinis.


" Bisakah kalian diam sebentar." Ucap mommy Clarissa


Gavin dan Ronald langsung terdiam tidak bicara lagi membuat daddy David dan daddy Federick menahan senyum begitu pula dengan mommy Sandra dan mommy Karen.


Setengah jam akhirnya wajah pucat Cavin dan Reynald mulai segar dan tidak pucat lagi. Peluru yang bersarang di tubuh Cavin dan Reynald juga sudah di ambil.


" Kita bawa ke rumah sakit." Ucap mommy Sandra dan mommy Clarissa serempak.


" Ok." Jawab mereka serempak.


" Clarissa ijinkan aku menggendong putraku." mohon Ronald


" Tidak bisa Cavin putraku." Tolak daddy Gavin


" Daddy, aku mohon biarlah kak Ronald menggendong Cavin." Mohon mommy Clarissa sambil menatap suaminya dengan mata memerah menahan air matanya.

__ADS_1


Daddy Gavin menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap wajah cantik istrinya.


" Baiklah." Jawab daddy Gavin


" Terima kasih Cla." Ucap Ronald


Mommy Clarissa hanya menganggukkan kepalanya. Daddy Federick duduk di kursi pengemudi sedangkan mommy Clarissa membuka pintu kursi pengemudi agar Ronald masuk ke dalam mobil kemudian menutupnya. Mommy Clarissa kemudian membuka pintu mobil samping pengemudi.


Awalnya daddy Gavin rasanya ingin marah, kecewa dan sedih secara bersamaan ketika mommy Clarissa membuka pintu mobil belakang pengemudi karena dirinya mengira kalau mommy Clarissa akan duduk berdampingan dengan Ronald tapi ternyata perkiraannya salah.


Untuk Ronald perasaan untuk mommy Clarissa sudah tidak ada lagi karena hatinya sudah dipenuhi oleh Serena. Antara benci dan cinta campur menjadi satu di hati Ronald.


Setelah mereka pergi meninggalkan tempat itu seseorang melepaskan topengnya dan menatap dengan sendu seseorang yang selalu dirindukannya.


" Aku akan melindungimu walau nyawaku akan menjadi taruhannya karena nyawaku tidak berarti untukmu." Ucap seseorang tersebut dan pergi meninggalkan tempat itu.


xxxxxxx


Singkat cerita Cavin dan Reynald kini berada di ruang perawatan yang sama. Empat pria tampan dan tiga wanita cantik berkumpul di ruang perawatan.


" Ok." Jawab mommy Sandra.


" Daddy dan yang lainnya ikuti aku." Ucap mommy Karen sambil membawa laptopnya.


Ke empat pria tampan dan mommy Clarissa berjalan mengikuti mommy Karen menuju ke ruang rapat karena rumah sakitnya adalah milik mommy Sandra yang dihadiahkan oleh suaminya.


Kini mereka semua duduk di ruang rapat karena ke empat pria tampan masih penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh mommy Karen. Karen mengungkap kebenaran yang selama ini tidak di ketahui oleh David, Federick dan Ronald.


" Waktu aku kuliah aku bersahabat dengan Sandra, Clarissa dan Ferdi. Hanya Ferdi saja yang berjenis kelamin pria." Ucap mommy Karen menceritakan masa lalunya.


" Awal kuliah seperti pada umumnya hingga datang murid baru pindahan dari luar kota. Mereka adalah kakak dan adik bernama Celine dan Valen awalnya kami berteman biasa." Sambung mommy Clarissa


" Kami berempat anak yang sangat pintar dan selalu mengikuti kegiatan lomba di kampus maupun di luar kampus hal itu membuat Celine dan Valen iri hati terhadap kami berempat. Sahabat kami yang bernama Ferdi menyukai adik kembarku yang bernama Karin begitu pula dengan adik kembarku. Mereka berdua berencana akan menikah jika lulus kuliah nanti tapi Celine ternyata juga menyukai Ferdi dalam diam." Ucap mommy Karen.


" Aku baru tahu kalau sebenarnya Ronald, Federick dan Gavin adalah tiga sahabat dan karena cintanya bertepuk sebelah tangan membuat Celine berusaha mendekati Federick untuk melupakan Ferdi tapi Federick tidak menyukainya hanya Gavin yang menyukainya." sambung mommy Karen.


" Celine marah karena dua pria yang disukainya tidak menyukai dirinya hal itu membuat Celine gelap mata. Celine mulai menghasut Gavin kalau Federick merayu dirinya padahal tidak sama sekali tapi rasa cintanya yang besar membuat Gavin mempercayai cerita Celine hal itu membuat persahabatan kalian menjadi renggang. Ronald sering menasehati Gavin untuk tidak mempercayai Celine tapi Gavin tetap mempercayai ceritanya, hingga Gavin memutuskan persahabatan." sambung mommy Karen.

__ADS_1


" Tiga hari kemudian adikku Karin meninggal karena kecelakaan awalnya aku mengira itu memang murni kecelakaan dan sorenya kami mendapat kabar kalau sahabat kami Ferdi meninggal karena kecelakaan." Sambung mommy Karen lagi.


" Sandra dan Clarissa datang ke rumahku menceritakan kalau kecelakaan itu terasa janggal membuat aku menjadi curiga kalau ada orang yang sengaja ingin membunuh adik kembarku dan Ferdi." Sambung mommy Karen lagi.


" Akhirnya Karen mengambil laptopnya dan mulai meretas rekaman cctv pada saat kejadian kecelakaan Karin dan juga Ferdi. Ternyata pelaku yang menabrak mobil Karin dan Ferdi adalah orang yang sama." ucap mommy Clarissa sambil mengenang masa lalu


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


" Ternyata pelakunya dia." ucap Clarissa


" Iya benar, coba kamu retas data pribadinya." Pinta Sandra.


" Ok." Jawab Karen


Karen mulai mengutak atik laptopnya hingga mendapatkan informasi yang dibutuhkan.


" Pria itu bernama Tio, tinggal di Jl. xxxxxxx." Ucap Karen


" Kita ke sana dan buat perhitungan." ucap Sandra


" Ya benar kita buat perhitungan, selain itu aku juga ingin tahu untuk siapa dia bekerja." Ucap Karen


" Betul, ayo kita pergi." Ucap Sandra


" Ayo." Jawab Karen dan Clarissa serempak.


Sandra duduk di kursi pengemudi dan Karen duduk di samping pengemudi sedangkan Clarissa duduk di belakang pengemudi. Mereka berangkat ke tempat orang yang telah membunuh Karin dan Ferdi.


Singkat cerita kini mereka bertiga sudah sampai di rumah Tio.


brak


Karen, Sandra dan Clarissa menendang pintu bersamaan. Tiga pasang matanya langsung membulat sempurna pasalnya Tio sedang melakukan hubungan suami istri di ruang keluarga. Tio langsung menarik adik kerisnya dan menatap tajam ke arah Karen, Sandra dan Clarissa.


" Siapa kalian kenapa mengganggu kami?" ucap Tio dengan nada satu oktaf.


" Kami adalah malaikat pencabut nyawa mu." Ucap Karen, Sandra dan Clarissa sambil berkacak pinggang dan matanya menatap tajam ke arah Tio.

__ADS_1


__ADS_2