Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Hukuman


__ADS_3

" Raynald apa kamu tidak mendengarku?" tanya Gavin


" Maaf tuan, mereka tutup mulut tidak ada satupun yang mau bicara padahal mereka sudah kami siksa." ucap Raynald menjelaskan.


" Sudah aku duga." ucap Gavin sambil tersenyum iblis.


Senyuman yang membuat orang merasakan ketakutan luar biasa begitu pula dengan Raynald asisten setianya yang sudah lama tidak melihat senyuman bosnya yang menakutkan itu.


" Suruh bodyguard untuk menjaga istriku, kabarin aku kalau istriku sudah sadar." perintah Gavin sambil berdiri dan berjalan keluar menuju ke parkiran mobil rumah sakit.


" Baik tuan." jawab Raynald berdiri dan mengikuti tuan Gavin sambil menghubungi anak buahnya untuk menjaga nyonya Clarissa.


Singkat cerita mereka sudah sampai di markas. Seperti biasa asisten Raynald membuka pintu untuk bosnya kemudian tuan Gavin keluar dari mobil dengan mata masih memerah menahan amarahnya.


tap


tap


tap


Bunyi suara sepatu pantofel berbenturan membuat suasana terasa sangat mencekam. Gavin mempunyai dua markas, markas pertama merupakan markas utama yang berada jauh di hutan, markas ini khusus menyiksa para tawanan yang berkhianat namun sudah lama tidak digunakan lagi sejak dirinya berjanji untuk berhenti jadi ketua mafia dan psycophath sedangkan markas yang satunya berada di mansionnya tempat dirinya menghukum para pelayan dan bodyguard yang ketahuan berkhianat. Markas yang di mansion terakhir digunakan sejak dirinya menyiksa istrinya mommy Clarissa.


** Adegan Mengandung Kekerasan Harap Untuk Tidak Di Tiru jika tidak suka di skip saja. Terima kasih **


Gavin melihat Sembilan orang terikat ke dua tangan dan ke dua kaki para penjahat yang tadi menyerang istri yang sangat dicintainya. Wajah mereka penuh lebam dan darah segar masih keluar dari hidung dan mulutnya.


" Apakah kalian tidak mau memberitahukan siapa yang memberikan informasi siapa yang menyewa kalian?" tanya Gavin sambil menatap satu persatu ke sembilan pria itu dengan aura membunuhnya.


" Kami tidak akan mengatakannya." ucap mereka serempak.


" Bagus ternyata kalian setia juga dengan bos kalian tapi saya ingin tahu seberapa serinya kalian." ucap daddy Gavin.


" Raynald." panggil daddy Gavin


Raynald yang tahu namanya dipanggil langsung membawa pisau kecil yang sangat tajam dan diberikan oleh tuan Gavin. Daddy Gavin menerima pisau itu dan memegang pisau kecil tersebut dan mendekati salah satu mereka yang sudah tidak berdaya sama sekali.


" Sepertinya temanmu ini antara hidup dan mati jadi aku ingin mempercepatnya." ucap daddy Gavin dengan senyum psycopath nya.


jleb


akhhhhh

__ADS_1


srettt


gubrak ( anggap saja kepala orang terjatuh ).


Daddy Gavin menusuk pisau kecil itu ke leher pria yang sudah tidak berdaya membuat pria itu berteriak kesakitan dan bukan itu saja daddy Gavin dengan santai dan tanpa punya rasa empati sedikitpun langsung memotong leher pria malang itu hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya kemudian langsung terjatuh mengenai temannya.


Darah segar langsung keluar dari leher dan kepala tersebut dan mengenai wajah Gavin dan temannya yang sedang duduk di sebelah kanan dan kirinya membuat mereka sangat ketakutan dan ada beberapa langsung buang air kecil dan membasahi celananya.


" Berikan kepala dan tubuhnya ke kandang buaya sudah lama mereka tidak makan daging manusia." Perintah daddy Gavin tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.


" Sudah lama aku tidak mencium bau darah yang terasa segar." ucap Gavin sambil mengusap darahnya kemudian dihirupnya dan perlahan matanya berubah seperti semula berwarna biru.


Delapan penjahat tersebut memandang jijik sedangkan asistennya dan para mantan anggota mafia terbiasa melihat tuan Gavin seperti itu. Daddy Gavin kemudian menatap mereka lagi satu persatu.


" Apakah kalian ingin menyusul seperti temanmu?" tanya daddy Gavin sambil tersenyum menyeringai.


Delapan orang itu ragu untuk mengatakannya tapi mengingat temannya mati mengenaskan membuatnya takut.


" Oh iya aku baru ingat kamu menembak istriku sehingga istriku terluka. Jadi terimalah hukuman nya." ucap daddy Gavin dengan mata kembali memerah.



Gavin mendekati pria itu dan pria itu mengeluarkan keringat dan merasakan ketakutan yang sangat luar biasa.


" Siapa yang memerintahkan untuk menyerang istriku?" tanya daddy Gavin.


" Aku tidak bisa mengatakannya." ucap pria itu


" Raynald." panggil daddy Gavin.


Raynald langsung berjalan dan mendekati pria itu kemudian memegang tangan pria itu yang masih terluka dan masih mengeluarkan darah segar kemudian diletakkan di meja.


" Tuan aku mohon ampuni aku." mohon pria itu dengan tubuh gemetar menahan rasa takut.


" Ketika kamu menembak istriku apakah kamu ada perasaan tidak tega?? tidak ada bukan... sama donk hahaha." tawa daddy Gavin.


sretttt


akhhhhh


Tangan kanan pria itupun terputus kemudian dengan santai Gavin mengambil tangan itu kemudian mengusap wajah pria itu dengan telapak tangan yang sudah berlumuran darah.

__ADS_1


" Rasakan bau darah ini terasa segar bukan?" tanya Gavin sambil melihat wajah pria itu sudah berlumuran darah dari tangan pria itu yang sengaja dipotong oleh Gavin kemudian melempar potongan tangan itu ke arah temannya yang lainnya.


Temannya meringis menahan ketakutan karena baru kali ini melihat orang yang menyiksa dan membunuh tanpa ada rasa empati sedikitpun. Daddy Gavin yang melihat temannya meringis hanya tersenyum menyeringai.


" Kenapa meringis??.. takut? hahahaha.. kalian itu penjahat sudah biasa membunuh kenapa takut?" tanya daddy Gavin sambil tertawa menyeramkan.


jleb


akhhhhh


jleb


akhhhhh


jleb


akhhhhh


Daddy Gavin menusuk ke dua mata pria itu kemudian menusuk ke dada pria itu dan tepat mengenai jantungnya. Tidak berapa lama pria itupun kejang - kejang dan meninggal secara mengenaskan. Kini tinggal tujuh orang yang tersisa.


" Berikan dia ke kandang buaya, aku rasa dua tidak akan cukup, berikan satu orang lagi yang tadi menyerang bodyguard istriku agar dia bisa bertarung dengan buayaku." ucap daddy Gavin dengan nada santai sambil mengeluarkan pistolnya.


dor


akhhhhh


Daddy Gavin menembak salah satu kakinya tanpa ada rasa iba sedikitpun.


" Kalau kakinya ke tembak dia tidak akan bisa melawan anak buahku dan juga tidak bisa melarikan diri." ucap daddy Gavin dengan nada dingin dan senyum psycopath nya.


" Baik tuan." ucap mereka serempak menuruti permintaan tuan Gavin.


Mereka berempat membawa ke dua pria tersebut yang satu sudah meninggal secara mengenaskan dan yang satunya kakinya terluka karena tertembak.


" Masih enam lagi yang tersisa. Aku sudah lama tidak melihat binatang kesayanganku, apa dia masih hidup?" tanya Gavin


"Masih tuan." Jawab anak buahnya.


" Bagus berikan satu orang lagi ke binatang kesayangan ku." ucap Gavin


Satu orang menekan remote dan perlahan pintu rahasia terbuka tampak ular raksasa sedang menatapnya seakan ingin memangsanya tapi terhalang dinding kaca. Semua orang menatapnya langsung bertambah gemetar.

__ADS_1



__ADS_2