
" Tapi kenapa sekarang daddy tidak ada?" tanya Daka sambil memalingkan wajahnya ke arah kanan dan kiri tapi daddynya tidak ada.
" Daddy lagi buat makaroni panggang buat mommy sebentar lagi datang." ucap mommy Karen dengan nada lembut sambil mengusap rambut Daka.
" Benarkah mommy? Daka sangat suka macaroni panggang." Ucap Daka dengan mata berbinar.
" Benar sayang." Ucap mommy Karen sambil tersenyum.
" Sini peluk mommy sambil menunggu daddy." sambung mommy Karen sambil merenungkan ke dua tangannya agar Daka memeluknya.
Daka langsung berbaring dan memeluk mommy Karen sambil menunggu daddy David datang. Setelah hampir setengah jam daddy David datang sambil membawa nampan yang berisi delapan cup macaroni panggang dan diletakkan di atas meja.
" Mommy, macaroni panggang sudah matang. Lho Daka kok tidur sama mommy?" tanya daddy David
" Daddy." Panggil Daka sambil terbangun dan merentangkan kedua tangannya seakan meminta di gendong
Daddy David langsung mengerti dan menggendong Daka.
" Ada apa sayang?" tanya daddy David
" Daddy habis kemana?" tanya Daka sambil bersandar di dada bidang daddynya.
" Daddy tadi pergi sebentar." ucap daddy David
" Daddy, Daka mau makan makaroni panggang." ucap Daka
" Boleh sayang nanti kalau kurang daddy buat lagi." ucap daddy David
" Mommy tidak menyangka dulu mommy hamil Daka ingin makan macaroni panggang buatan daddy dan Daddy buatkan macaroni panggang. Sekarang putra kita Daka suka dengan macaroni panggang buatan daddy." Ucap mommy Karen
" Iya benar, daddy baru ingat sekarang padahal daddy sudah lupa hal itu." ucap Daddy David mengingat masa lalu di mana istrinya ketika hamil meminta dibuatkan macaroni panggang.
" Mommy makan macaroni panggang biar Daddy suapi Daka." ucap daddy David.
" Baik daddy." Jawab mommy Karen sambil tersenyum.
Daddy David mengambil macaroni panggang dan mulai menyuapi Daka begitu pula dengan mommy Karen juga mengambil macaroni panggang.
" Daddy, mommy suapi daddy dulu baru mommy makan karena mommy yakin daddy pasti belum makan." ucap mommy Karen sambil tersenyum sambil mengarahkan sendoknya ke arah daddy David.
Daddy David membuka mulutnya kemudian mommy Karen memasukkan macaroni panggang ke mulutnya kemudian menyuapkan kembali ke suaminya begitu terus hingga makaroni habis.
" Daddy lagi ya?" pinta mommy Karen
__ADS_1
Daddy David hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kebahagiaan daddy David lengkap sudah mempunyai istri dan mempunyai anak kesayangan apalagi sekarang kebahagiaan daddy David bertambah karena istrinya mengandung anak kembar. Mommy Karen dengan telaten menyuapi suaminya membuat daddy David bingung karena istrinya hanya menyuapkan ke dirinya.
" Mommy kenapa tidak makan lagi?" tanya daddy David
" Mommy kenyang kalau melihat daddy yang makan." ucap mommy Karen
" Kenapa bisa begitu?" tanya daddy David dengan nada bingung.
" Tidak tahu dad, mungkin ini permintaan anak kita yang sangat mencintai daddynya." ucap mommy Karen sambil tangan kanannya mengelus perutnya yang masih rata.
Daddy David hanya bisa tersenyum hatinya sangat senang anak - anaknya sangat mencintai dirinya membuat hatinya terasa menghangat mendengar ucapan istrinya.
" Ehem.." ucap mommy Sandra yang terbangun dari tempat tidur dan diikuti oleh ke dua anak kembarnya.
" Sandra kalau kamu dan ke dua anakmu suka macaroni panggang buatanku ambillah masih banyak." ucap daddy David
" Emm.. tidak kami makan di kantin saja." tolak dokter Sandra dengan nada halus.
" Mommy ami au." ucap ke dua anak kembar dengan suara khas cadelnya.
" Tuhkan anakmu mau, ambillah Sandra jangan malu Kitakan saudara." ucap mommy Karen
" Ya benar kata istriku kita semua kan saudara jadi jangan sungkan dengan kita." sambung daddy David.
Mommy Sandra dengan telaten menyuapi ke dua putranya hingga tidak membutuhkan waktu lama akhirnya habis.
" Kalau kurang ambil saja lagi." ucap mommy Karen sambil tersenyum
" Tidak sudah cukup." ucap mommy Sandra tidak enak hati
" Ommy agi." pinta ke dua putranya serempak
" Kita beli makanan di kantin saja yuk?" ajak mommy Sandra merasa tidak enak hati.
" Idak ommy ami au agi." pinta ke dua putranya dengan mata memerah menahan air matanya.
" Daddy biarkan mommy suapin Daka dan tolong berikan dua cup lagi ke Sandra." pinta mommy Karen setelah selesai menyuapi suaminya.
" Baik mommy." Jawab daddy David sambil berdiri dan mengambil dua cup macaroni panggang dan diberikan ke mommy Sandra.
" Sandra ambillah ini dan suapi anak mu kalau kurang masih ada di meja." ucap daddy David.
" Aduh aku jadi tidak enak." ucap mommy Sandra.
__ADS_1
" Santai saja, kami malah yang tidak enak karena merepotkan mu menjagaku." ucap mommy Karen.
" Kita kan bersaudara jadi sesama saudara saling membantu." ucap mommy Sandra sambil menyuapi kedua anaknya hingga tidak berapa lama langsung habis.
" Kalau begitu tidak ada kata tidak enak hati." ucap mommy Karen sambil tersenyum sambil melihat ke dua anak mommy Clarissa makan dengan lahap.
" Mau lagi sayang?" tanya mommy Karen ke Daka.
" Tidak mommy sudah kenyang." Ucap Daka
" Ok, ini minumnya." Ucap mommy Karen sambil memberikan minuman dengan di bantu daddy David.
" Terima kasih mommy, daddy." ucap Daka
" Sama - sama sayang." Jawab ke dua orang tuanya serempak
" Daddy jalan - jalan." pinta Daka
" Ok. Mommy, daddy tinggal ya." ucap daddy David.
" Ok." Jawab mommy Karen
Daddy David keluar sambil menggendong putranya tapi sebelumnya mengajak ke dua anak kembar pasangan daddy Federick dengan mommy Sandra dan merekapun juga ingin ikut jalan - jalan. Awalnya mommy Sandra menolaknya karena merasa tidak enak hati tapi daddy David tidak merasa direpotkan. Kini tinggallah mereka berdua di ruang perawatan VVIP.
" Bagaimana masih ada yang sakit?" tanya mommy Sandra sambil duduk di samping ranjang mommy Karen
" Tidak ada." Jawab mommy Karen
" Aku kangen sama Clarissa." ucap mommy Sandra dengan nada sendu.
" Oh iya maafkan aku Sandra, aku lupa bilang kalau Clarissa baik - baik saja, dia tidak meninggal." ucap mommy Karen
" Kamu jangan bercanda, aku ingat dengan jelas perhiasan yang dipakainya begitu juga dengan identitas dan pakaian semua itu milik Clarissa." Ucap mommy Sandra.
Mommy Karen menceritakan dari awal hingga akhirnya kemudian menceritakan juga tentang pertemuannya dengan Clarissa.
" Jadi Clarissa sekarang sedang hamil anak kembar lagi, kalau melahirkan berarti jumlah anaknya ada lima." ucap mommy Karen
" What??? kenapa dia tidak memberikan kabar ke aku?" tanya mommy Sandra dengan nada terkejut.
" Karena ponselnya juga di tukar dan Clarissa tidak hapal nomer kamu dan nomerku." Ucap mommy Karen
" Oh pantes saja aku mengerti sekarang. Coba kamu hubungi Clarissa aku ingin bicara dengannya." Ucap mommy Sandra dengan semangat.
__ADS_1