Gadis Culun Dan Psycopath

Gadis Culun Dan Psycopath
Hukuman


__ADS_3

" Oh iya aku kemarin ada yang memesan obat perangs***g dosis tinggi dan aku membuatnya tidak terlalu banyak karena belum tahu apakah obatnya bereaksi atau tidak. Apa kita mencobanya ke mereka saja." usul daddy Federick.


" Bagus kita pakai itu saja, aku akan meminta Ronald untuk memanggil 20 preman untuk melayani ke dua wanita itu." ucap daddy David sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi dan diikuti oleh daddy Federick yang duduk di samping pengemudi.


" Bukannya tiga?" tanya daddy Federick


Daddy David hanya menatap daddy Federick dengan tatapan bingung.


" Sebenarnya ada tiga yang dua gadis yang menggangu istrimu dan yang satu lagi wanita paruh baya dia ibunya salah satu dari dua gadis itu, ibunya mengancam pelayan es krim dengan menggunakan pisau." ucap daddy Federick memberitahukan ke daddy David


Daddy David hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Baiklah kalau begitu mereka bertiga merasakan siksaan pertama dan siksaan ke dua aku ingin menguliti ke dua gadis itu hingga aku potong- potong hingga mati dan untuk wanita itu setelah melakukan siksaan pertama langsung di tembak mati, itulah hukuman yang pantas untuk mereka." ucap daddy David dengan tatapan membunuh.


" Tapi sayang istrimu lagi hamil jadi kamu tidak bisa melakukannya cukup aku dan Ronald yang melakukannya." ucap daddy Federick menggoda daddy David.


" Aish .. aku itu sudah lama tidak menyiksa orang apalagi apa hubungan istriku hamil dengan aku menyiksa mereka?" tanya daddy David bingung sekaligus kesal karena kesenangannya di larang hanya karena istrinya hamil.


" Menurut orang kepercayaan kalau istri sedang hamil jangan membunuh manusia ataupun binatang jadi tahanlah jiwa psycopath mu itu." ucap daddy Federick.


" Aish.. sungguh menyebalkan." Ucap daddy David dengan nada kesal.


" Pffftttt hahahaha... sabarlah tunggu sampai istrimu melahirkan baru kamu bisa menyiksa ataupun membunuh orang." ucap daddy Federick sambil tertawa.


" Oh iya jangan lupa bunuh semua anggota keluarganya tanpa sisa karena aku tidak ingin kejadian dulu terulang kembali." ucap daddy David.


" Tenang saja biar aku dan Ronald yang akan melakukannya." ucap daddy Federick dengan nada santai.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan menghubungi Ronald untuk datang ke markas." ucap daddy David


" Ok. " Jawab daddy Federick singkat


Daddy David pun menghubungi Ronald untuk datang ke markas. Setelah setengah jam merekapun sudah sampai di markas milik daddy David dan daddy Federick. Mereka berdua sengaja membeli markas yang berbentuk mansion yang berada di tengah hutan untuk menyiksa orang-orang yang telah berani mengusik mereka.


Tidak ada orang yang berani masuk ke hutan karena banyak binatang buas yang berkeliaran dan bisa dipastikan siapa saja yang berusaha kabur dari mansion bisa dipastikan mati mengenaskan di santap binatang buas.


Karena itulah daddy David dan daddy Federick membeli enam mobil yang memiliki keamanan khusus sehingga binatang - binatang buas tidak bisa menyerang mereka untuk digunakan oleh daddy David, daddy Federick, Ronald dan tiga lagi digunakan untuk para bodyguard mereka yang berjaga.


Sebelum masuk ke dalam mobil telapak tangan nya menempel di pintu mobil jika telapak tangannya tidak sesuai maka otomatis pintu mobil itu tidak bisa di buka karena mobil itu ada alat sensor yang bisa membaca telapak tangan seseorang. Hanya daddy David, daddy Federick, Ronald dan tiga orang kepercayaan yang bisa membuka pintu mobil tersebut.


Tidak terasa mereka sudah sampai di markas, mereka berdua turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu masuk. Suara sepatu pantofel mereka terdengar saling bersahutan memenuhi ruangan tersebut hingga mereka melihat ke tiga wanita sedang berdiri berbentuk huruf X karena mereka di rantai ke dua kaki dan ke dua tangannya dengan kencang.


Adegan Penuh Kekerasan Jangan Di Tiru, kalau tidak suka langsung skip.


" Gunting pakaian mereka hingga polos tanpa sehelai benangpun." perintah daddy David dengan nada dingin.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak


Ke tiga wanita itu hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah ketakutan karena mulut mereka di lakban sehingga tidak bisa berteriak. Mereka bertiga hanya bisa menangis dan menatap penuh permohonan agar jangan melakukannya tapi ke tiga pria sangar tidak memperdulikan hal itu mereka melakukan sesuai permintaan bos mereka.


Hingga tidak membutuhkan waktu lama kini ke tiga wanita itu polos tanpa sehelai benangpun membuat para pria menatapnya dengan lapar membuat adik kecil mereka menegang seketika kecuali daddy David dan daddy Federick karena hanya istrinya lah yang bisa membangun kan adik kecilnya.


" Aku heran lihat anak buah kita adik kecilnya langsung menegang sedangkan adik kecilku kenapa tidak berpengaruh?" tanya daddy David polos


" Kupikir aku aja ternyata dirimu juga hanya dengan istriku adik kecilku baru menegang." ucap daddy Federick vulgar.

__ADS_1


Mereka berdua tertawa bersama karena mereka baru menyadari hal itu.


" Menurutmu aku coba sekarang obatnya?" tanya daddy Federick


" Silahkan." Jawab daddy David singkat.


Daddy Federick langsung berdiri dan mengambil tiga bungkusan untuk diberikan ke tiga orang kepercayaan mereka.


" Berikan ke wanita ini ke mulutnya dan usahakan untuk di telan setelah selesai kalian lakukan sesuka kalian." ucap daddy Federick tanpa ada rasa empati sedikitpun sambil memberikan tiga bungkusan tersebut.


" Baik tuan, tuan saya tertarik dengan wanita paruh baya itu walau sudah tua tapi tubuhnya mulus." ucap anak buah kepercayaan sambil menerima tiga bungkusan.


" Silahkan saja." Jawab daddy Federick sambil membalikkan badannya dan berjalan ke tempat duduknya.


" Kalian berdua berikan ke dua gadis tersebut seperti yang diperintahkan oleh tuan." ucap seorang pria yang tadi diberikan tiga bungkusan oleh daddy Federick.


" Baik tuan." Jawab ke dua anak buah kepercayaannya.


Mereka pun melakukan apa yang diperintahkan nya, mereka melepaskan lakban tersebut dengan kasar kemudian mencengkram erat mulut mereka bertiga dan memasukkan sesuatu yang berupa bubuk dan langsung menutup lakban tersebut dengan cepat agar ke tiga wanita itu langsung menelan serbuk tersebut.


Ke tiga pria itupun melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun dan langsung menancapkan kerisnya yang sudah berdiri dengan tegak tanpa ada pemanasan.


Ke tiga wanita itu hanya bisa menangis menahan rasa sakit di bagian privasinya. Walau wanita paruh baya sudah sering melakukan bersama suaminya tapi tanpa pemanasan terasa sangat menyakitkan.


Mereka melakukan hubungan suami istri sambil menyiksa dengan cara di pukul hingga tubuh mulus ke tiga wanita itu lebam - lebam hingga keluarlah lahar milik ke tiga pria tersebut.


" Akh enaknya." ucap ke tiga pria tersebut merasa lega.

__ADS_1


__ADS_2